<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885</id><updated>2011-11-11T12:52:40.208+07:00</updated><title type='text'>AROUND</title><subtitle type='html'>Satu-satunya cara mengosongkan isi kepala adalah menuliskan semua yang bermain disana.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-2612328977151641774</id><published>2010-09-05T17:51:00.001+07:00</published><updated>2010-09-05T17:51:26.660+07:00</updated><title type='text'>PENGECUT KAU!!!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pengecut, kau pikir melarikan diri ke tengah hutan belantara, ujung samudera, desa primitif, ujung dunia tempat paling aman untuk bunuh diri. Tak perlu sejauh itu. Kau tahu, dirumahku banyak pisau yang bisa kau gunakan jika ingin bunuh diri. Dunia akan menertawakan kebodohanmu. Menganggapmu bodoh. Maka semakin bodohlah kau.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kau pikir apa tujuan masalah ada dalam hidup manusia. Hey, aku bilang manusia bukan. Baca, m-a-n-u-s-i-a, jadi bukan kau seorang. Semua manusia punya masalah. Kau bukan satu-satunya di dunia ini. Jadi jangan bertingkah aneh. Masalah itu hal biasa temen. Tapi kenapa kau mendramatisirnya menjadi hal besar. Seakan-akan dunia berhenti tanpa dia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aarrrrrhhhh, kau gila. Kau gila! Bahkan orang lain pernah merasakan yang lebih dari lukamu. Kau hanya kehilangan seorang. Menangis, aku maklumi itu. Tapi jika ‘berdarah-darah’ seperti ini? Kau pikir pantas atau tidak? Jawab aku! Hidup itu hanya satu kali dan kau sepengecut itu untuk bangkit lagi dari keterpurukan yang katamu sangat dalam. Bah, sampai disini aku tidak mengenalmu lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Benar, kau sudah berubah hanya karena satu masalah. Aku mengerti perasaanmu. Aku tahu rasanya seperti apa. Aku pernah ada disana. Jadi tarik kata-kata putus asamu itu hanya demi melegalkan sikap cengengmu. Kau pikir hidup yang kujalani semulus jalan tol dari rumah ke kantormu. Kau pikir hidupku selalu sebahagia saat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aku tidak ingin menceramahimu. Hidup akan terasa indah jika kau bisa&amp;#160; bangit dari keterpurukan yang dalam *katamu*. Menghilang dari orang-orang yang kau cintai. Bersembunyi dari orang yang melukaimu. Hebat! Sudah puas kau. Sudah sembuh lukamu. Apa yang bisa kau dapatkan dari cengengmu itu. Bukankah hanya airmata yang semakin banyak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kalau begitu caramu melupakan dia. Jika begitu caramu menyembuhkan luka itu. Ya sudah, menangislah lebih sering. Semoga saja suatu saat Tuhan menjawab doaku untuk menguras airmatamu itu. Biar kau tidak perlu menangis lagi seumur hidupmu. Ada aku, ada orang-orang yang mencintaimu, merindukanmu, tapi kenapa matamu hanya melihat satu titik saja. Dia dan dia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika dia meninggalkanmu, dia meninggalkan luka disatu hati saja. Tapi ketika kau meninggalkan kami, kau meninggalkan luka dibanyak hati. Bangkitlah, jangan demi aku, jangan pula demi kami. Bangkitlah demi dirimu sendiri. Habis sudah kata-kataku membujukmu. Sekali ini aku ingin memarahimu, memakimu dan menjulukimu pengecut.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Buat kau dimanapun berada. Aku ingin kau kembali menjadi dirimu sendiri. Maaf, bukan dirimu yang sekarang. Aku ingin kau yang dulu. Agar aku punya teman berantem lagi. Aku merindukan kau.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-2612328977151641774?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/2612328977151641774/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=2612328977151641774&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2612328977151641774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2612328977151641774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2010/09/pengecut-kau.html' title='PENGECUT KAU!!!'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-4374616091239088727</id><published>2010-08-22T07:02:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T07:06:56.236+07:00</updated><title type='text'>KLIK = INDAH</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tuhan menganugerahi kota ini dengan keindahan luar biasa. Pantai dengan hamparan pasir putih, gulungan ombak yang bersahabat dengan bibir pantai dibingkai oleh langit biru, kadang jika sore bias keemasaan dapat terlihat teman. Hampir semua pantai yang ada dikota ini dijadikan obyek wisata. Dengan batu-batu alami yang ada entah sejak kapan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Agak ketengah sedikit terlihat betapa indah pemandangan didepan mata walaupun hanya hamparan pulau-pulau. Jangan dikira tak berpenghuni. Sejak lama banyak &lt;em&gt;resort&lt;/em&gt; dibangun disana, hanya untuk kalangan tertentu. Para turis dimanjakan dengan fasilitas kelas dunia harga lokal. Pastilah mereka senang duduk berlama-lama bahkan ditepian laut sekalipun.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tanjungpinang, Kota Gurindam dua belas, tepi laut, gong-gong, jagung bakar, bakso, siomay, sate ayam, mie ayam tak lupa ditemani secangkir kopi yang diseruput pelan-pelan seiring dengan terbenamnya matahari sore. &lt;em&gt;What a wonderful day, by day&lt;/em&gt;. &lt;em&gt;Life is never end&lt;/em&gt;. Terasa ada magnet yang menarik saya untuk selalu merindukannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBodYrtZUI/AAAAAAAAAEA/3UhkQfyD0k0/s1600-h/060720107192.jpg"&gt;&lt;img title="06072010719" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="188" alt="06072010719" src="http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBofL7BhpI/AAAAAAAAAEE/HTuzZEbSBxk/06072010719_thumb.jpg?imgmax=800" width="248" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;em&gt;Tepi laut sore hari&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBojb0RrHI/AAAAAAAAAEI/BxBC_OQKpjI/s1600-h/060720107232.jpg"&gt;&lt;img title="06072010723" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="188" alt="06072010723" src="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBol4W5J6I/AAAAAAAAAEM/BQS7NASFN5Q/06072010723_thumb.jpg?imgmax=800" width="248" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Bias sunset&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBorDDRoLI/AAAAAAAAAEQ/ZpkgsaTq1tQ/s1600-h/010620104322.jpg"&gt;&lt;img title="01062010432" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="188" alt="01062010432" src="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBot0UXDQI/AAAAAAAAAEU/YdCFtdeK48k/01062010432_thumb.jpg?imgmax=800" width="248" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Senja biru&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBoy0vDYbI/AAAAAAAAAEY/InPeSmaJDQ4/s1600-h/010620104332.jpg"&gt;&lt;img title="01062010433" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="188" alt="01062010433" src="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBo1M127gI/AAAAAAAAAEc/9Clc0sIqmuY/01062010433_thumb.jpg?imgmax=800" width="248" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; M&lt;em&gt;atahari&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBo5HP58JI/AAAAAAAAAEg/zioO9IjiybI/s1600-h/050620104392.jpg"&gt;&lt;img title="05062010439" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="184" alt="05062010439" src="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBo857kcFI/AAAAAAAAAEk/EHnVX3ElA3A/05062010439_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;em&gt;Pasir putih&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-4374616091239088727?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/4374616091239088727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=4374616091239088727&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/4374616091239088727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/4374616091239088727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2010/08/snapshoot.html' title='KLIK = INDAH'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBofL7BhpI/AAAAAAAAAEE/HTuzZEbSBxk/s72-c/06072010719_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-2579223832776689024</id><published>2010-08-22T06:53:00.001+07:00</published><updated>2010-08-22T07:05:43.970+07:00</updated><title type='text'>ANEH TAPI ADA</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Awalnya gak &lt;em&gt;ngeh &lt;/em&gt;kalau ada sesuatu yang aneh dengan pohon ini. Kelapa kan biasanya berbentuk bulat tapi yang satu ini bentuknya lonjong. Aneh, secara saya baru pertama kali ketemu buah kelapa berbentuk lonjong begini. Sebelum dimusnahkan alias ditebang saya&lt;em&gt; photo&lt;/em&gt; dulu ah mana tahu bisa masuk muri *ngareppppp &lt;em&gt;mode on&lt;/em&gt;*.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBmeHZ4RXI/AAAAAAAAADo/-w0jbkt7fmE/s1600-h/190820108282.jpg"&gt;&lt;img title="19082010828" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="184" alt="19082010828" src="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBmg3FMRFI/AAAAAAAAADs/J_S_epc0ZfQ/19082010828_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBmnnPlT3I/AAAAAAAAADw/gjj5cJzHKao/s1600-h/190820108292.jpg"&gt;&lt;img title="19082010829" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="184" alt="19082010829" src="http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBmp6oe7BI/AAAAAAAAAD0/ePp3XJTpQLQ/19082010829_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBmzDsc9XI/AAAAAAAAAD4/nI49zvtUg9Q/s1600-h/190820108272.jpg"&gt;&lt;img title="19082010827" style="border-top-width: 0px; display: inline; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="184" alt="19082010827" src="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBm269lpjI/AAAAAAAAAD8/Ssgbg3vU-cI/19082010827_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lokasi: Airport Raja Ali Fisabillilah Tanjungpinang&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-2579223832776689024?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/2579223832776689024/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=2579223832776689024&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2579223832776689024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2579223832776689024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2010/08/morning-click.html' title='ANEH TAPI ADA'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/THBmg3FMRFI/AAAAAAAAADs/J_S_epc0ZfQ/s72-c/19082010828_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-1899603524683797882</id><published>2010-08-19T03:22:00.001+07:00</published><updated>2010-08-21T15:07:34.551+07:00</updated><title type='text'>PILIHAN</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/TG-JN_GXqiI/AAAAAAAAADg/eP9cSJmZk0E/s1600-h/youCN_4333%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img title="youCN_4333" style="border-right: 0px; border-top: 0px; display: inline; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="149" alt="youCN_4333" src="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/TG-JQVuA49I/AAAAAAAAADk/TCeWmzU_GQ8/youCN_4333_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Dulu saya berteman akrab dengannya. Polos, lugu, manja bahkan terkesan naif. Banyak hal yang membuatnya bengong bego karena ketidakmengertiannya. Saya pernah nungging-nungging pengen jedotin jidat dilantai *hiprbola deh* sangking terlalu polosnya dia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak pria yang sukses nempel kayak prangko dan dia hanya menjadikan mereka semua kakak, abang, mas, bung, uda terserah bagaimana mengistilahkannya. Semua anggota keluarga sangat memanjakannya, seringkali dengan cara yang berlebihan. Dibandingkan dengan saudara-saudaranya dia yang paling lebih. Lebih segalanya terutama dalam hal fisik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Entah apa atau siapa yang membuatnya berubah. Saya bilang berubah bukan? Ya BERUBAH dari manusia jadi ‘manusia’. Bentar, bentar…. ‘manusia’. Ya manusia dengan tanda kutip *kali ini pake p bukan f*. Entah apa yang menyebabkan perubahan itu. Berubah selalu ada sebab bukan. Selalu ada alasan pendukung. Dan saya ingin sekali tahu alasan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tanya saja padanya? Gak Mungkin! Atau culik saja dia, sekap dalam sebuah kamar pada rumah kosong tak berpenghuni di tengah hutan dan interogasi dia jika masih diam. Hiperbola lagi deh. Gak mungkin teman! Tidak semudah itu. So, yang bisa saya lakukan adalah berasumsi. Saya kira dia begini dan begitu. Mungkin dulu dia pernah begitu dan begini. Atau Saya rasa sih si anu telah melakukan ini dan itu padanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejak SMU dia telah mengambil keputusan yang sangat berat untuk anak seusianya. Menjadi wanita penggoda. Mengoda suami orang. “Jika anda tergoda om saya akan memberikan’nya’ dan om wajib menafkahi saya”. &lt;em&gt;Do you think that this is simple life? Do you think that this is easy?&lt;/em&gt; Anak SMU, usia belasan tahun mengambil keputusan untuk hidup dinafkahi om-om tanpa imbalan. Come on, bullshit, right.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi toh memang itu pilihan hidupnya. Sampai sekarang. Mengaku sebagai pebisnis yang sering keluar negeri, dia melakoni ‘drama’ dan menciptakan sejuta kebohongan lain pendukung yang sebelumnya. Saya tidak ingin nyela. Sudah banyak celaan yang dia dengar. Semua orang menudingnya. Semua orang yang mengenal keluarga ini bahkan ikutan menjadi hakim atas orangtuanya. Jelas, nama baik itu sudah tidak terjaga lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Coba tanyakan padanya mungkin dia pun sudah tidak perduli. Kenyataan didepan matanya lebih penting dari nama baik. Hidup harus terus berjalan bukan. Abang no 1, istrinya dan anak-anak mereka, kakak no 2, abang no 3, kakak no 4, orangtua yang sudah lanjut usia dan sakit-sakitan menggantungkan hidup padanya. Ditambah dengan seorang anak perempuan ABG dan anak laki-laki usia 5 tahun yang lahir dari rahimnya wajib dia pelihara bukan. Pikirkan teman!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat ini usianya tidak lagi muda. Terlihat jelas dengan make up tebal diwajah, dia berusaha keras menutupi semua itu. Persaingan teman. Diluar sana persaingan sangat ketat. Yang lebih muda, lebih cantik dan lebih segar, lebih segalanya, banyak. Namun hidup tidak akan berhenti karena semua itu kan. Bebannya tetap sama bahkan semakin berat saja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan dia mengambil keputusan yang “lainnya”, beberapa waktu lalu. Pergi kesuatu ‘tempat’, menceritakan keinginannya, mendapatkan sesuatu dan pulang dengan senyum. Senyum itu ‘kematian’ bagi beberapa orang. Drama hidupnya tidak lagi sesederhana dulu. ‘Tempat’ itu menjanjikan sesuatu, kenyamanan dan keamanan baginya. Dan itu membuatnya semakin liar, tak terkendali. Bahkan pencipta jagat raya ini ditantang olehnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apa yang dilakukannya salah? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tergantung dari sisi mana menilainya teman. Saya hanya ingin melihatnya dari sisi yang lain, sisi yang berbeda. Saya tidak ingin menghakiminya. Saya hanya ingin melihat dari sudut pandang yang berbeda dari kebiasaan. Setiap orang punya prinsip hidup sendiri, dia pun. Setiap orang punya keyakinan sendiri, dia pun. Dan setiap orang punya cara hidup sendiri, dia pun…sama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setiap pilihan tentu ada konsekuensinya. Ada harga yang harus dibayar. Buat saya, yang terpenting dari semua itu adalah seberapa &lt;strong&gt;&lt;strike&gt;berguna&lt;/strike&gt;&lt;/strong&gt; harga yang kita bayar untuk sebuah pilihan. Dan seberapa pantas pilihan itu membuat kita berguna. Hidup hanya satu kali kan, membuatnya berguna rasanya itu tidak sulit.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Gambar dari: &lt;/em&gt;&lt;a title="http://www.morguefile.com" href="http://www.morguefile.com"&gt;&lt;em&gt;http://www.morguefile.com&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-1899603524683797882?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/1899603524683797882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=1899603524683797882&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/1899603524683797882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/1899603524683797882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2010/08/pilihan.html' title='PILIHAN'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/TG-JQVuA49I/AAAAAAAAADk/TCeWmzU_GQ8/s72-c/youCN_4333_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-2529330001340223633</id><published>2010-07-20T05:53:00.003+07:00</published><updated>2010-09-06T19:22:48.724+07:00</updated><title type='text'>HIDUP TIDAK AKAN PERNAH SAMA LAGI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify"&gt;Saya mencintai dia setengah mati. Namun dia pergi dengan cara seperti ini. Tanpa kata perpisahaan. Saya harus siap dengan kehidupan tanpanya, disamping saya menemani seperti kemarin. Saya harus tahu cara menghadapi dunia sendirian. &lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Philippines, &lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Teroris, &lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Hutan belantara,&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Kelelahan, &lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Kebingungan, &lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Keputusasan &lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;dan.................. &lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Kematian.&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Saya ingat, suatu siang saya menatapnya. Mengajaknya bicara namun dia menatap dengan enggan. Saya tahu, beban ini sudah terlalu berat. Namun pada akhirnya saya putuskan untuk berkata: “Sayang,kamu harus tahu ini. Entah kamu yang mati lebih dulu atau aku. kamu harus tahu, bahwa aku bahagia ketika kamu mengajak aku menikah. Aku bahagia hidup dengan kamu. Aku bahagia menjadi istri kamu. Kamu adalah bagian terindah dan terbaik dalam hidupku. Kamu memberikan kebahagian padaku dan anak-anak kita. Terima kasih dan aku mencintai kamu selamanya”.&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Tak berapa lama beselang saya menguping pembicaraan para teroris yang menyandera kami berkata bahwa tentara Philippines semakin dekat memasuki daerah persembuyian di tengah hutan belantara itu, yang saya pun tidak pasti kedalamannya. Saya dan dia senang. Namun kami tidak bisa mengekspresikan perasaan itu. Para teroris yang menyandera kami selalu berjaga-jaga. Berjalan hilir mudik sambil menggendong senapan dan terus mengawasi kami. Lelah hanya itu yang saya rasa, bahkan para teroris itu pun. 9 hari kami tanpa makan dan minum. Kami tak berdaya. Hanya selalu berdoa agar pertolongan itu segera datang. Setiap hari kami hanya bisa memupuk harapan dan semangat untuk tetap berjuang demi keluar dari tempat ini. &lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Saya dan dia sedang berbaring lemas di ayunan hasil karya kami. ketika tiba-tiba suara tembakan mengejutkan kami. Saya dan dia terlempar dari ayunan. Peluru itu mengenai kaki saya. Kami panik. Para teroris itu pun sama paniknya dan tidak bisa melawan. Kondisi mereka sudah sangat terjepit. tentara memborbardir kekuatan mereka &amp;amp; lumpuh total. Satu-satu dari mereka terkapar dengan berlumura darah. Mereka berhasil menyelamatkan para sandera. Akhirnya hari kebebasan itu datang juga.&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Mereka berhasil menyelamatkan saya namun peluru dari senjata mereka ternyata juga mengenai dia. peluru itu bersarang di dada kirinya. Darah mengalir deras. Saya memanggil namanya, dia hanya mengerang. Saya memegang tangannya dan tubuh itu mengejang. Saya mendengarnya mengerang sekali lagi. Kali ini dengan nafas yang tidak biasa. Dia sekarat. Saya menaruh tangan saya pada perutnya dan merasakan nafasnya. Tiba-tiba 2 orang tentara memegang tubuh saya dan menyeret naik perlahan-lahan. Sementara pandangan saya masih terus menatap lurus tubuhnya yang tergeletak tak berdaya. Saya masih mendengar erangan nafasnya namun kali ini pelan dan lemah. Kemudian diam tak bergerak. Terakhir, ya itu nafasnya yang terakhir. Saat itu saya tahu dia telah meninggal. Tidak ada kata perpisahaan yang biasa diucapkan kebanyakan orang ketika melepas jasad orang yang dicintai. Tapi saya sadar dia tahu ucapan itu selalu ada untuknya. Mereka berhasil menyelamatkan saya namun mereka tidak berhasil menyelamatkanya, suami saya. &lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Tubuh saya dibawa naik ke Helikopter. Dari atas saya melihat hutan belantara tempat selama 1 tahun ini kami hidup dan berkelana sebagai sandera. Kami selalu bergerak untuk menghilangkan jejak dari tentara. Berpindah-pindah dengan kondisi seadanya. Selalunya tanpa makanan selama berhari-hari, mengikuti perintah dan kemauan para teroris. Kejam, bengis tanpa perasaan. Itulah gambara hutan itu. Namun disana juga setengah dari hati ini tertinggal. Jasad suami saya tidak pernah dikuburkan. Saya membiarkannya tergeletak begitu saja. Dan saya sangat menyesalinya. Kondisi dan kelemahan fisik saat itu membuat saya tidak bisa berfikir banyak.&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;…………&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Terbangun, membuka kelopak mata sama beratnya dengan memaksakan hati saya menerima semua kenyataan bahwa mulai saat ini saya akan hidup tanpa dia. Hari ini adalah hari terakhir saya di Manila. Bergegas itu yang harus saya lakukan saat ini. Selesai mandi saya menatap cermin didepan, mengambil sisir dan mulai merapikan rambut. Dia ada disana. Didalam cermin. Melihatnya sedang memeluk tubuh saya lalu memandang dengan tersenyum. Saya merindukan dia. Tapi seperti katanya bahwa saya harus hidup dengan normal demi anak-anak kami. Anak-anak butuh ibu yang kuat dan tegar untuk membimbing dan mengayomi mereka.&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Saya berjalan kearah jendela, Perlahan, membuka tirai dan mendapati pemandangan kota Manila yang begitu sibuk. Pemandangan itu begitu indah. Pohon, matahari, gedung-gedung, kendaraan, kesibukan bahkan kepadatan menjadi lebih indah saat ini. Untuk orang yang baru keluar dari hutan, kota ini terlihat begitu mengagumkan. Saya melangkahkan kaki, berbalik sesaat untuk melihat sekeliling kamar, menutup pintu dan berjalan menyonsong kehidupan.&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Saya tahu sejak hari ini hidup akan berubah. Semua tidak akan sama lagi. Semua tidak akan berjalan seperti dulu lagi. Kebahagiaan, senyum, optimisme dan harapan itu tidak akan pernah sama lagi. Ya, semua akan berbeda namun ada satu yang tidak akan pernah berubah bahwa saya akan selalu ada untuk anak-anak kami dan…….&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;Selamat jalan suamiku... Hidup tidak akan pernah sama lagi… saat ini.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-2529330001340223633?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/2529330001340223633/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=2529330001340223633&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2529330001340223633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2529330001340223633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2010/07/hidup-tidak-akan-pernah-sama-lagi.html' title='HIDUP TIDAK AKAN PERNAH SAMA LAGI'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-1494404147478076158</id><published>2009-10-26T00:03:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T00:03:57.007+07:00</updated><title type='text'>KADO UNTUK 'KAU'</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Arahkan matamu kedepan. Dan kau akan dapati betapa jalan itu masih panjang. Sangat panjang malah. Coba atur posisi berdirimu sehingga kau persis berada ditengah-tengah jalan aspal itu. Sudah. Oke, arahkan matamu kedepan sekali lagi. Ayo coba. Hey, bahkan mengangkat kepala saja kau tak berani. Kenapa? Kalau kau tak salah kenapa harus takut menatap masa depan. Jalan didepanmu masih sangat panjang. Tapi kau memilih untuk merusak hidup dan masa depanmu sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Persisnya setelah lebaran saya begitu memperhatikannya. Gayanya, baju-baju yang dipakai. Sekarang dia terlihat lebih rapi. Bahkan baju-baju yang dikenakan sepertinya baru kali ini saya lihat. Awalnya saya tidak curiga. Setelah 2 minggu kecurigaan itu terus menghantui saya. Sepertinya insting saya berkata bahwa ada yang tidak beres dengan salah satu staf saya ini. Namun saya menampiknya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Manusia bisa berubah, saya teringat kalimat bijak itu. Kadang seorang pria urakan sekalipun bisa merubah penampilannya hanya karena cinta. Oke kecurigaan saya tidak beralasan lagi toh. Namun insting itu tetap berkata sama. Ada sesuatu yang saya rasakan tentang dia. Entah kapan mulainya tapi sore itu saya baru menyadari saya selalu mendekatinya ketika dia datang ke ruangan untuk melakukan tugasnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan ternyata itu adalah hari terakhir saya bertemu dengannya. Hari ini, ketika baru saja merasakan nyamannya duduk dikursi ini saya mendapati kenyataan yang begitu mengejutkan. Dia salah satu staf saya telah melakukan tindakan kriminal yang mungkin tak termaafkan oleh logika. Dan saya pun mengerti manusia bisa berubah seperti yang diinginkan hati. Kadang ketika logika tidak bisa lagi mengendalikan kenyataan maka hatilah akan mengambil alih tugas itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kau, ya kau arahkan saja matamu kedepan. Dan kau akan dapati betapa jalan itu masih panjang. Sangat panjang malah. Coba atur posisi berdirimu sehingga kau persis berada ditengah-tengah jalan aspal itu. Sudah. Oke, arahkan matamu kedepan sekali lagi. Ayo coba. Hey, bahkan mengangkat kepala saja kau tak berani. Kenapa? Karena kau telah membelokkan arah jalan hidupmu. dan sekarang perjalananmu akan terhenti sejenak.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-1494404147478076158?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/1494404147478076158/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=1494404147478076158&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/1494404147478076158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/1494404147478076158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/10/kado-untuk.html' title='KADO UNTUK &amp;#39;KAU&amp;#39;'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-3418068213479587753</id><published>2009-10-26T00:00:00.000+07:00</published><updated>2009-10-26T00:00:15.867+07:00</updated><title type='text'>MAAF SAYA MENOLAK</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SuSDnHtoiUI/AAAAAAAAADU/Wx4LwGcD-3o/s1600-h/HappyToSeeU2.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Happy To See U" border="0" alt="Happy To See U" src="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SuSDn_MJALI/AAAAAAAAADY/yWvYmuCkvRI/HappyToSeeU_thumb.jpg?imgmax=800" width="180" height="148" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seringkali kita memaksakan diri. Merasa terlalu bisa melakukan sesuatu padahal ujung-ujungnya kita juga yang harus menanggung resiko malu karena tidak berhasil. Beberapa waktu lalu seorang teman mengirimkan sms ini:&lt;em&gt; Ne, would you be my (English) assistance to train governor’ employees for 4 months (3 times a week)?&lt;/em&gt; Setelah berdiskusi dengan beberapa orang saya memutuskan untuk menolak tawaran itu. Lho kok?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi teman saya mungkin sms atau ngobrol kita selama ini bisa dijadikan tolak ukur bahwa saya bisa berbahasa inggris. Karena memang saya selalu menggunakan bahasa asing itu dengan alasan untuk memperlancar saja. Biasa toh, menggunakan bahasa inggris saat ngobrol dengan teman. Buat saya itu bukan indikasi bahwa saya bisa mengajar bahasa inggris. Lancar berbahasa asing bukan berarti bisa mengajar.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mengajar butuh kemampuan tersendiri. Tidak semua orang yang bisa berbahasa inggris dengan baik dan benar artinya bisa mengajar juga. Saya punya konsep berpikir yang beda. Dibutuhkan kapasitas tersendiri untuk bisa berdiri didepan kelas dan berbicara kepada murid. Apalagi jika penghuni kelas itu adalah pejabat ekselon. &lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, ada beban mental dan &lt;em&gt;moral&lt;/em&gt; tersendiri. Bukan karena posisi mereka adalah pejabat lebih kepada tanggungjawab untuk membuat mereka BISA.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Teman saya menawarkan bahwa saya tidak perlu menjalani tes dengan rekomendasi darinya. Dia berpikir, sangat tahu kemampuan bahasa asing saya. Hmmm, Tawaran bagus bukan. Diterima sebagai asisten karena ketebelece. Dan saya TIDAK SUKA itu. Kalau hanya ngobrol biasa saja atau diinterview sekalipun saya bisa. Saya bahkan akan menyarankan teman saya untuk menginterview jika saat itu saya bersedia untuk menjadi asistennya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kenapa? Karena saya tahu kemampuan saya. Saya yakin bisa lolos tes itu. Hanya tes bos, kenapa gak bisa. Trus masalahnya dimana? Ngajar bo, ngajar. Kamu pikir semua orang yang bisa ngobrol dalam bahasa inggris trus bisa ngajar juga. Oke! Kamu bisa ngobrol dalam bahasa indonesia? Bisa. Lancar? Lancar dong kan eke lokal. Kalo gitu mau gak kamu jadi asisten bahasa indonesia saya untuk melatih orang-orang amerika? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;?!?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kamu pikir ngajar bahasa indonesia cuma '”ini budi, ini ibu budi doang”. Basi, itu sih jaman kuda gigit besi. Sekarang kudanya gak doyan besi doyannya berlian. Oke, lupakan. Jadi cara mengajar bahasa indonesia di SD jadul itu sudah tidak &lt;em&gt;up to date&lt;/em&gt; lagi. Jeng, mas, om, tante&amp;#160; mengajar butuh keahlian. Bahkan sebelum mengajar para guru harus mendapat pelatihan khusus dulu. Mengajar punya &lt;em&gt;guide line&lt;/em&gt; sebagai standar yang disahkan berlaku secara nasional.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kalaupun akhirnya kita bisa menemukan cara mengajar yang beda dari biasanya. Itu hanya kreatifitas si guru sendiri. Mungkin karena jam terbangnya *burung kali* sudah banyak. Tapi toh tidak akan keluar dari standar baku yang sudah ada. Buku yang sama dengan guru lainnya. Kerangka pelajaran yang sama dengan yang lainnya. Coba tanyakan Dewi Huges si pemilik &lt;em&gt;home schooling&lt;/em&gt; itu dengan guru sekolah biasa yang kamu kenal. Bukankah materi pelajarannya sama?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi buat saya, kita bisa berbahasa dengan baik dan benar. Mo bahasa lokal kita kek, atau bahasa asing, tapi itu tidak bisa dijadian patokan bahwa kita semua bisa menjadi guru secara formal. Saya rasa semua pekerjaan pasti lah harus disertai dengan minat. Profesi guru ada karena si guru memang punya minat untuk mengajar. Bukan karena dia tidak punya pilihan lain selain mengajar. Buat saya semua pekerjaan butuh kapasitas tersendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal ini pun berlaku untuk seorang trainner. Saat ini saya hanya bisa berbicara bahasa inggris tapi saya tidak bisa menjadi guru atau trainner. Bahkan dibidang yang saya kuasai sekalipun, akuntansi lah emang kamu pikir apa. Belum tentu saya bisa mengajar atau &lt;em&gt;train&lt;/em&gt; orang yang tidak bisa menjadi bisa. Untuk kamu temen maaf saya menolak tawaran itu dan penolakan ini murni karena masalah kapasitas.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-3418068213479587753?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/3418068213479587753/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=3418068213479587753&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/3418068213479587753'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/3418068213479587753'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/04/maaf-saya-menolak.html' title='MAAF SAYA MENOLAK'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SuSDn_MJALI/AAAAAAAAADY/yWvYmuCkvRI/s72-c/HappyToSeeU_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-2468013765049454331</id><published>2009-07-17T22:10:00.001+07:00</published><updated>2009-07-17T22:10:06.188+07:00</updated><title type='text'>GUBRAK</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Suatu siang yang cukup panas, terik tepatnya. Dengan latar belakang ruang kantor sebuah perusahaan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Staf: Bu, sebentar lagi pilpres ya. Gak ada pilihan lain nih saya pasti pilih no 2.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya: Kamu yakin mo pilih no 2. Memang alasan kamu milih apa?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Staf: Ya, abis yang saya tahu cuma itu bu. Gini ya bu kalo no 3 kan JK-Wiranto. Trus no 2 itu kan SBY-Budiono. Nah yang no 1 nih bu saya bingung. Kok tulisannya Mega-Pro ya bu. Padahal Megawati kan pasangannya Prabowo. Emang Pro-nya apa sih bu?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya: Menahan ketawa. Yang akhirnya jadi ketawa beneran. Ngakak pula.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Staf: Melihat saya dan seisi ruangan dengan muka bener-benar bingung sambil terus bertanya:&amp;#160; Memang Pro apaan sih kok pada ketawa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya: Lili, lili kemana aja kamu selama ini? Pro itu ya Prabowo Subiyanto.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Staf: Oooooooooooooo.....gitu. Diam.... Diam.... Diam...&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya: Ketawa selesai dan kembali sibuk dengan pekerjaan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Staf: Setengah berbisik, tapi bu Prabowo kok disingkat Pro sih....&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya: Gubrakkkkkkkkkkkkkk......Lili lebih baik kamu kerja lagi deh daripada saya ganti nama kamu jadi bolot. Ayo pilih mana?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Staf: Bu, bolot itu apa?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya: SOS.....SOS.....SOS.....Tolong keluarkan saya dari sini.........&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dedicated to: Staf paling rajin di ruangan saya, Pratiwi Ng.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-2468013765049454331?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/2468013765049454331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=2468013765049454331&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2468013765049454331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2468013765049454331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/07/gubrak.html' title='GUBRAK'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-430054482770444283</id><published>2009-06-11T02:33:00.000+07:00</published><updated>2010-09-06T19:31:55.251+07:00</updated><title type='text'>WELCOME HOME DAD</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Tuhan itu ada dan saya setuju. Tuhan itu hidup saya pun setuju. Tuhan itu tidak pernah tertidur saya sangat setuju. Tuhan itu membela ketidakadilan saya semakin setuju.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sudah pernah baca entri &lt;a href="http://inesays.blogspot.com/2009/02/curhat-kecolongan.html" target="_blank"&gt;ini&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://inesays.blogspot.com/2009/02/tentangnya.html" target="_blank"&gt;ini&lt;/a&gt;. Saat itu saya terpukul dengan berita yang disampaikan oleh ibu bahwa ayah saya mulai hari ini resmi menjadi tahanan Bea Cukai dengan kasus tanpa dokumen. Dan besok siang akan dipindahkan ke Rumah Tahanan Kelas 1A Tanjungpinang. I&lt;em&gt;t’s a very big deal, friend&lt;/em&gt;. Karena saya tidak melihat alasan yang jelas atas status penahanan ayah. Fakta yang ada dilapangan dan saksi –saksi mata yang melihat kejadian ini pun setuju dengan saya bahwa kasus ayah bisa diselesaikan dengan membayar bea masuk barang. Banyak orang geleng-geleng kepala sambil mengurut dada dengan keputusan ini. Mari kita kembali lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tuhan itu ada dan saya setuju. Tuhan itu hidup saya pun setuju. Tuhan itu tidak pernah tertidur saya sangat setuju. Tuhan itu membela ketidakadilan saya semakin setuju.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pernah dengar tentang ini: Apa yang kita tabur itulah yang kita tuai ! Dan sekali lagi saya teramat sangat setuju dengan hal ini. Ketika manusia menabur kebaikan maka akan menuai kebaikan juga. Ketika manusia menabur kejahatan maka akan menuai kejahatan pula. Lihat petani apa yang ditabur dan apa yang dituai selalu sama bukan? Seringkali kita tidak sadar bahwa hukum karma, hukum tabur tuai atau apapun itu namanya tetap selalu ada selama bumi masih berputar. Kita tidak tahu apa yang ada didepan sana. Itu betul ! Tapi selama kita menyadari esensi kehidupan kita tahu bagaimana seharusnya hidup berdampingan dengan yang lain. Cukup.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan mereka yang telah memasukkan ayah saya ke penjara, saat ini sedang berurusan dengan pihak kepolisian dengan kasus penyeludupan kelas berat. Bukan saya. Bukan juga keluarga saya. Tapi saya yakin ini cara Tuhan membayar semua air mata ibu yang setiap malam selalu berdoa dan ketulusan ayah melewati hari-hari berat di LP. Tidak mudah bagi ayah saya ketika harus berpisah dari keluarga. Tidak mudah untuk ayah tidak melihat pertumbuhan cucunya. Tidak mudah juga menjalani hidup yang serba terbatas. “Kau pikir hidup terkurung dibalik jeruji besi bagi ayahku adalah hal mudah? Sebentar lagi kau akan merasakannya, nikmatilah seperti ayahku menjalaninya !”.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hari ini semua hukuman itu telah lunas dibayar. Telah 10 bulan saya kehilangannya. ketika saya bangun pagi ini saya mendapati candaannya ada diantara keributan pagi rumah ini. Saya terbangun dengan tersenyum menghampirinya dan ikut larut dalam canda. Melihatnya tertawa, bercanda garing membuat saya benar-benar sadar bahwa badai itu telah berlalu. &lt;em&gt;Welcome home dad&lt;/em&gt;. Hari ini bahkan mataharipun menyambut kepulangannya dengan sinar terindah. Dan saya masih ingin berkata: Tuhan itu ada dan saya setuju. Tuhan itu hidup saya pun setuju. Tuhan itu tidak pernah tertidur saya sangat setuju. Tuhan itu membela ketidakadilan saya semakin setuju.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I’m staring out into the night. Trying to hide the pain. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;I’m going to the place where love and feeling good don’t ever cost a thing. And the pain you feel’s a different kind of pain. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I’m going HOME. Back to the place where i belong. And where your love has always been enough for me. I’m not running from, no i think you’ve got me all wrong. I don’t regret this life i chose for me. But these places and these faces are getting old. So i’m going HOME.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;The miles are getting longer it seems. The closer i get to you. I’ve not always been the best man or friend for you. But your love remains true and i don’t know why. You always seem to give me another try.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Be careful what you wish for. Cause you just might get it all. You just might get it all and then some you don’t want. Be careful what you wish for. Cause you just might get it all. You just might get it all.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;HOME by Chris Daughtry&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-430054482770444283?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/430054482770444283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=430054482770444283&amp;isPopup=true' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/430054482770444283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/430054482770444283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/06/welcome-home-dad.html' title='WELCOME HOME DAD'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-740674127804527761</id><published>2009-06-10T05:21:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T19:38:44.411+07:00</updated><title type='text'>SHAMPOO MENTOS</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Percakapan seorang ibu 1 dan ibu 2. Dilatar belakangi oleh saya. Berlokasi di antian kasir sebuah supermarket.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibu 1: Ibu 2 tidak pake sampo (jangan protes, si ibu bilang sampo bukan shampoo) S lagi ya?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibu 2: Oh, sudah tidak lagi bu sekarang saya ganti ke sampo C.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya: Diam (Berdiri santai sambil menguping pembicaraan kedua ibu ini).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibu 1: Apa sampo itu bagus?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibu 2: (sambil jongkok disebelah keranjang belanjaan mengambil barang yang dimaksud) Rambut saya jadi bagus bu sejak pake ini *sambil menunjukkan botol &lt;em&gt;shampoo&lt;/em&gt;*. Sampo ini menghilangkan ketombe. Trus ya bu ada apa tuh yang bikin kepala dingin.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibu 1: Menggelengkan kepala&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya: Ikut menjawab dalam hati *saja*.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibu 2: Aaaa… ya itu bu ada mentosnya jadi bikin kepala tuh dingin terus. Coba deh bu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibu 1: Mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya: Menahan ketawa sambil melirik permen mentos rapi jali berjejer dirak samping kasir.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sakit perut saya menahan diri supaya jangan ketawa ngakak sendirian. Ntar dikira orang stress pula kan kacau. Ya ampyun buuuuuuu yang dingin dikulit kepala itu bukan mentos tapi menthol. Huahahahaha…Setelah Indonesia merdeka puluhan tahun menthol masih saja dikenali sebagai mentos.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ayo, ada yang berminat mencampurkan mentos pada &lt;em&gt;shampoo&lt;/em&gt; dijamin mendinginkan kulit kepala.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-740674127804527761?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/740674127804527761/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=740674127804527761&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/740674127804527761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/740674127804527761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/06/shampoo-mentos.html' title='SHAMPOO MENTOS'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-5098954376528512130</id><published>2009-05-31T04:29:00.001+07:00</published><updated>2010-09-06T19:44:32.655+07:00</updated><title type='text'>AFTER 12</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Beberapa waktu ini saya terkena sindrom AFTER 12. Jamie Aditya, Minggu malam, 19.30, Channel News Asia. Bingung? Oke, itu adalah tayangan favorit saya. After 12 sanggup membuat saya duduk menunggu didepan tv. Pas banget deh host-nya Jamie Aditya si anak ajaib itu. Dari semua episode saya paling suka pas episode Vietnam. Apalagi waktu kamera merekam keindahan tebing dan alam Vietnam. Huhhhhhhh, takjub banget. &lt;em&gt;One day, I'll be there, yeah! &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak hanya wisata alam saja, After 12 menyuguhkan informasi yang cukup lengkap tentang kehidupan malam negara yang dikunjungi. Sesuai dengan judulnya After 12 selalu memulai dengan aktivitas setelah jam 12 malam. Dan itu menarik. Maklum saya bukan pencinta dunia malam. bahkan hanya sekedar jalan-jalan dikota sendiri saja, saya sungguh tidak tertarik jika dilakukan &lt;em&gt;after 12&lt;/em&gt;. Kecuali kalo -kepepet- kelaparan tengah malam dan ternyata baru sadar belum makan seharian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain tempat nongkrong yang asik After 12 juga pernah ngubek-ngubek pasar tradisional di Vietnam. &lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, sejauh mata memandang saya melihat semua bahan makanannya benar-benar segar. Tomatnya aja gede banget. Sayurannya, jangan tanya deh segar banget. Keliatan kalo semua bahan makanan itu langsung dibawa dari kebun. Kebayang kan nikmatnya belanja disana. Saya yang cuma nonton di televisi saja nih ngilernya minta ampun. Gimana kalo benar-benar ada disana ya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya jadi ingat menjelajah pasar tradisional Thailand hanya demi mencicipi makanan khas setempat. Eits, ini tidak termasuk tom yam yang kondyang itu ya. Yang saya maksud adalah jajanan pasar yang memang sulit ditemukan di supermarket, restoran atau mal gitu deh. Kebetulan saat saya kesana, sedang berlangsung festival jajanan kampung. Passsss banget dah. Coba tebak apa yang terjadi? Yap, saya beli semua makanan aneh yang ada disana. Dalam jumlah sedikit sih, namanya juga nyoba.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yang paling menarik untuk dijelajahi ketika berada di Thailand buat saya sih selain alam ya makanan tradisional itu. Pastilah beda jauh dari makanan yang biasa saya makan di Indonesia. Walaupun bumbunya sama tapi rasanya lain. Saya pernah sekali waktu mencoba masakan kari khas Malaysia, Thailand, Singapura dan India. Sumpah, saya cuma suka kari buatan Indonesia. Sulit sekali menelan makanan kari buatan negara lain. &lt;em&gt;Indonesian minded&lt;/em&gt; kali ya. Entahlah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain itu menjelajahi tempat-tempat bersejarah juga jadi agenda utama ketika disana. Bisa tuh berjam-jam hanya untuk mengagumi ornamen atau bentuk gedungnya. Sejak kecil saya memang suka pada bangunan tua. Biar orang bilang bangunan tua itu menyimpan banyak misteri buat saya sih tetap saja indah. Seandainya dinding-dinding itu bisa bicara saya akan betah mendengarnya. Tentunya dengan menyensor cerita mistik lebih dulu. S&lt;em&gt;ay no to mystics!&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kadang nih ya tidak sengaja saya bisa mengenali suatu negara dan kepribadian penduduknya hanya dengan melihat bentuk bangunan. Lho kok? Entahlah. Tapi seringnya hal ini benar. Seperti ketika melihat bangunan –bukan gedung perkantoran ya bos- di Malaysia. Coba perhatikan! Ada yang aneh gak? Dimata saya aneh banget. Coba lihat atapnya, pendek bukan. Bangunan atau rumah di Malaysia cendrung rendah. &lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, kontroversi yang terjadi selama ini bukankah mencerminkan ‘itu’ ?!?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kalo sudah capek biasanya saya baru leyeh-leyeh di mal. Duduk sambil menikmati secangkir kopi mahal *ityu* sementara tangan sibuk ketak-ketik &lt;em&gt;keyboard.&lt;/em&gt; Nulis gitu? Yaelah rajin amat ya gak dong. Cuma chatting mumpung gratis kan. Hari gini gratisan kuduharusmusti itu. Ya kadang-kadang sambil lirik-lirik juga siapa tahu ada &lt;em&gt;souvenir&lt;/em&gt; menarik yang bisa dijadikan oleh-oleh. Kalo ada aja sih. Saya paling malas meyediakan waktu khusus untuk cari oleh-oleh. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hanya sayang, beberapa waktu ini kesenangan saya terusik dengan menghilangnya After 12 dari CNA. Tanpa pemberitahuan pula. Padahal hanya acara itu yang bikin saya betah berlama-lama di depan tv. Pengetahuan dan keindahan minggu malam saya berakhir sudah. Coba saja nonton tuh acara tv Indonesia jam yang sama dengan After 12 apa coba yang bisa ditonton selain sinetron dan sinetron lagi. Kapan ya After 12 bisa tayang lagi ? Hi, CNA.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-5098954376528512130?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/5098954376528512130/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=5098954376528512130&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5098954376528512130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5098954376528512130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/05/after-12.html' title='AFTER 12'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-4920998012023926371</id><published>2009-05-22T15:31:00.001+07:00</published><updated>2009-05-22T15:35:08.025+07:00</updated><title type='text'>PERGI SAJA</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/ShZiwULhNtI/AAAAAAAAADM/tWZy3_oBEnc/s1600-h/Cika152.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Cika15" border="0" alt="Cika15" src="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/ShZixY5YNWI/AAAAAAAAADQ/KNtkgI31Tlo/Cika15_thumb.jpg?imgmax=800" width="184" height="244" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pergi saja jika ingin pergi. Bawa sekalian luka yang tergores sejak kau datang. Hidup tidak lebih baik denganmu. Sejak awal ini merupakan kesalahan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apa kau pikir matahari akan berhenti bersinar tanpamu. Atau mungkin kau pikir hidup hanya berpusar pada kau seorang. Atau mungkin kau mengira kelemahan akan datang begitu saja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di hidupku ada bidadari kecil yang senantiasa ‘berjoget inul’ ketika aku bersenandung. Di hidupku selalu ada orang-orang yang rela meyerahkan nyawanya demi melihat kebahagiaanku. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dihidupku ada cinta yang tak kau miliki meskipun puluhan ‘dia’ berada di pelukan. Dihidupku ada kesetiaan yang tak akan pernah kau dapatkan diluar sana.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aku memiliki apa yang kau cari selama ini. Pergi! Pergi ke ujung dunia sekalipun. Suatu hari kau akan kembali padaku.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;I have learned so much with you, learned that you want to live on top of the mountain, without knowing that true happiness is obtained in the journey taken &amp;amp; the form used to reach the top of the hill.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-4920998012023926371?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/4920998012023926371/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=4920998012023926371&amp;isPopup=true' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/4920998012023926371'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/4920998012023926371'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/05/pergi-saja.html' title='PERGI SAJA'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/ShZixY5YNWI/AAAAAAAAADQ/KNtkgI31Tlo/s72-c/Cika15_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-7278080382016461439</id><published>2009-05-21T06:55:00.001+07:00</published><updated>2009-05-22T15:22:06.716+07:00</updated><title type='text'>PERMEN PENGGANTI RUPIAH</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Cuma di Tanjungpinang nih ketika belanja di supermarket, swalayan atau mini market uang receh sebagai kembalian berbentuk permen. Dan yang lebih mencengangkan lagi hal ini malah seperti tren di kota ini. Coba bayangkan jika uang kembalian saya delapan ratus rupiah dan semuanya dikembalikan dalam bentuk permen. Meradanglah saya. Sejak kapan mata uang Indonesia berubah jadi mentos, Wuzz, vitacimin, vitamin C dan entah apa lagi. Dan hal ini dilakukan dengan sadar alias sebenarnya ada tuh uang receh dilaci si kasir tapi berhubung karena konsumen tidak protes maka senanglah kasir. Mau tau kenapa? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di Supermarket besar seperti di jalan Ir. Sutami ityu para kasir membentuk semacam koperasi. Jangan bayangkan koperasi yang satu ini semacam koperasi simpan pinjam atau sejenisnya. Koperasi hanya nama saja. Pelaksanaannya justru seperti bank bagi hasil. Setiap bulannya jika koperasi untung maka keuntungan itu akan dibagi rata untuk semua anggota, ya kasir-kasir itu tadi. Darimana sumber keuntungan itu? Permen. Hah? Iya permen yang konsumen ambil sebagai ganti uang kembalian yang jika dikumpulkan nih mungkin dalam satu tahun bisa buat belanja bulanan satu bulan lagi kali. Gak percaya. Hitung saja sendiri. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sementara di Swalayan malah lebih parah. Coba deh sekali-kali belanja di swalayan yang terletak tidak jauh dari pamedan itu. Saya jamin kamu jantungan. Ya itu tadi delapan atau sembilan ratus rupiah uang kembalian konsumen akan berubah bentuk jadi lima atau enam permen, beda rasa pula. Atau jika mau ditukar dari rasa jeruk ke rasa anggur juga boleh. Cccckkkk, bahkan uang kembalian pun &lt;em&gt;by request&lt;/em&gt;. Coba saja menolak. Khusus di swalayan ini, muka kasir akan berubah super duper jutek sambil bilang ‘gak ada koin’ dengan nada suara ngajak berantem. Gak ada koin? Alasan klise. Masa beberapa kali belanja disitu jawabannya gak ada koin melulu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya kok jadi merasa dibodohi ya sebagai konsumen. Bukankah sebenarnya pengeluaran kita jadi bertambah jika menerima kembalian permen. Sudah keluar uang untuk belanja masih ditambah dengan –secara tidak langsung- membeli permen yang sebenarnya tidak kita butuhkan dan anggarkan. Bukankah kebanyakan permen-permen itu malah kita masukkan di kantong belanjaan dan lupa dikeluarkan -sangking kecilnya- yang akhirnya malah masuk tong sampah bersamaan dengan plastik kresekan. Atau malah kita biarkan di mobil atau kantong celana berhari-hari akhirnya dibuang juga. Kalaupun dimakan berapa banyak sih paling juga 2, sudah cukup.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alasannya selalu sama: sulit mencari uang receh. Trus ngapain ada bank? “Ya gitu deh mbak tukar uang receh di bank juga susah, selalunya gak ada”. Sudah tau susah kenapa gak dibulatkan saja nominalnya ke pecahan limaratus rupiah atau seribu gitu. Lebih gampangkan. Saya malah jadi berpikir sebenarnya konsumen pun bisa kok membodohi tempat-tempat perbelanjaan yang mem-permen-kan uang receh itu. Salah satunya konsumen membayar dengan kartu kredit atau kartu debit. Toh harga yang kita bayarkan sama persis dengan harga yang tertera di komputer kasir. Jadi konsumen dan produsen pun sama-sama untung.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konsumen untung dengan membayar sesuai harga belanjaan sementara produsen untung dari setiap barang yang dibeli konsumen. Tapi kalaupun harus membayar dengan uang tunai jalan satu-satunya ya menolak permen sebagai uang kembalian. Saya selalu melakukan ini. Dan berhasil, ternyata setelah saya menolak kasir dengan sigap mengeluarkan uang recehan. Iya dong itu kan hak saya sebagai konsumen. Coba perhatikan di Singapura dan Malaysia, yang dekat saja dulu. Apa pernah uang kembalian dalam bentuk permen? Tempat perbelanjaan disana selalu menyediakan uang bahkan sampai pecahan terkecil satu ringgit atau satu Sin dollar. Ya kan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konsumen pun bisa cerdas. Banyak cara pembayaran yang ditawarkan bank atau lembaga-lembaga keuangan lainnya yang justru pada akhirnya bisa dijadikan solusi demi menghindari ‘kenakalan’ kasir-kasir tempat perbelanjaan. Sebagai konsumen kritis itu penting. Coba saja jika semua warga Tanjungpinang mau dengan tegas menolak permen sebagai uang kembalian saya rasa kita akan mulai melihat lagi uang-uang receh seratus dan lima ratus rupiah di dompet. Atau bahkan uang receh duapuluh lima rupiah. Jadi ingat kakak saya punya koleksi sekaleng uang koin duapuluh lima rupiah. Dulu uang ini sangat mudah ditemui. Sekarang? Uhhhh, entahlah.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-7278080382016461439?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/7278080382016461439/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=7278080382016461439&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7278080382016461439'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7278080382016461439'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/05/permen-pengganti-rupiah.html' title='PERMEN PENGGANTI RUPIAH'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-5309429475382308863</id><published>2009-05-14T00:46:00.001+07:00</published><updated>2009-05-14T00:48:35.728+07:00</updated><title type='text'>“KANKER” SUDAH PENSIUN</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SgsHb3R1rEI/AAAAAAAAADE/8UsHYHptmjw/s1600-h/Image0292.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Image029" border="0" alt="Image029" src="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SgsHcyAGiII/AAAAAAAAADI/n7LWPttSack/Image029_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pengumuman penting &lt;strike&gt;Beresiko Kanker&lt;/strike&gt; telah pensiun diganti denga &lt;font color="#ff0000"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;font color="#000000"&gt;Berisiko Kangker&lt;/font&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;font color="#ffffff"&gt;.&lt;/font&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lokasi: Jl. Kampung Baru, Tanjungpinang&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-5309429475382308863?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/5309429475382308863/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=5309429475382308863&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5309429475382308863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5309429475382308863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/05/kanker-sudah-pensiun.html' title='“KANKER” SUDAH PENSIUN'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SgsHcyAGiII/AAAAAAAAADI/n7LWPttSack/s72-c/Image029_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-7204860432073813682</id><published>2009-04-30T12:19:00.001+07:00</published><updated>2009-04-30T12:45:43.014+07:00</updated><title type='text'>SAMSAT SAY NO TO PUNGLI</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sfk0zSEoWEI/AAAAAAAAAC8/-HrnOcqcp14/s1600-h/Image0012.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Image001" border="0" alt="Image001" src="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sfk00ZXmbXI/AAAAAAAAADA/1AgD-4Bt8D4/Image001_thumb.jpg?imgmax=800" width="184" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekarang nih samsat Tanjungpinang dan Batam membudayakan &lt;strong&gt;SAY NO TO PUNGLI&lt;/strong&gt;. Dan saya sangat mendukung itu. Sebenarnya slogan ini telah ada sejak dulu tapi mungkin praktek lapangannya malah banyak uang rokok yang keluar. Tapi itu cerita lama. Saat ini pengurusan BPKP, STNK, Pajak atau bahkan mutasi keluar masuk kendaraan di Tanjungpinang dan Batam sangat mudah. Beberapa hari lalu saya baru saja mengurus pajak mobil di Batam. Begitu tiba di depan kantor baru samsat di Batam Center saya sempat terkagum-kagum dengan gedungnya. Maklum dulu gedungnya jelek trus kalo ngantri ya beratapkan langit. Kebayang kan panasnya kota Batam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Turun dari ojek saya malah terpaku sejenak memperhatikan gedung layaknya perkantoran itu. Berjalan menyusuri pelataran parkir sambil tetap mengarahkan mata pada gedung ini. Hebat, pasti dalamnya berAC. Tiba dipintu depan pertama kali saya melangkahkan kaki ke tempat fotocopy. Menurut informasi yang saya dapat dari internet harus beli amplop dulu disana. Dengan santainya saya menyapa si mbak penjaga disana menanyakan berapa harga amplop itu. Dan si mbak pun terbengong-bengong sambil berkata: ‘Gak jual amplop mbak’. Lho kok? &lt;em&gt;Nevermind&lt;/em&gt;, Pede aja deh masuk ke gedung itu tanpa amplop.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Didepan pintu kaca saya celingak-celinguk sebentar memperhatikan tulisan-tulisan yang tertera pada beberapa pintu kecil di samping gedung. Oh bukan itu. Saya melangkahkan kaki masuk gedung. Eits, mampir dulu ah liat pengumuman apa yang terpajang didepan itu. Wih, ternyata benar ini adalah gedung yang saya tuju untuk perpanjangan pajak mobil. Masuk dong. Dan saya disambut oleh customer service yang sangat ramah. Diberi nomor urut dan si mbak ini mengarahkan saya langsung ke loket 9. Asik, gak pake antri, ini nih enaknya datang pagi-pagi, bebas hambatan euy.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di loket 9 saya dilayani dengan sangat sopan dan ramah. Tidak sampai 1 menit saya ditransfer ke loket sebelah, pengecekan BPKP, STNK lama dan KTP, semua harus yang asli. Beberapa detik kemudian saya ditransfer lagi ke loket sebelah. Nah, diloket ini saya diberi nomor urut dan menunggu giliran dipanggil. Gak lama kok hanya sekitar 1 menit nomor saya dipanggil deh. Selesai urusan diloket ini saya diarahkan untuk ke loket pembayaran yang langsung dilayani oleh teller bank Bukopin. Prosesnya cepat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selesai sudah urusan bayar ini saya diarahkan ke loket sebelah, tanda tangan buku dan petugas pun memberikan bukti bayar pajak baru dan plastik tempat menyimpan bukti bayar itu. Selesai deh. Ternyata prosesnya gampang. Wah, tau begini ngapain juga kita bayar orang hanya untuk urusan yang tidak sampai 15 menit. Selain gedung yang nyaman dilengkapi dengan AC dan berbagai teknologi canggih penunjang pelayanan, petugasnya pun ramah dan sopan. Jika tidak mengerti tanyakan saja pada customer service di depan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ternyata saat ini pengurusan surat-surat kendaraan bermotor di Samsat sangat mudah dan cepat. Jadi buat apa kita bayar calo. Selain itu uang yang kita keluarkan pun ya sesuai dengan harga yang tertera pada bukti bayar. Lebih hemat kan. Hari gini mikir dua kali deh keluarin uang ekstra untuk urusan beginian. Jika bisa dilakukan sendiri kenapa tidak kan. Saya salut dengan peningkatan pelayanan di Samsat Batam dan Tanjungpinang. Gitu dong pak, jadi masyarakat pun merasa nyaman dengan kinerja kerja samsat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gedung samsat ini terdiri dari 2 lantai. Pengurusan pajak kendaraan di lantai 1. Jika ingin mengurus mutasi masuk atau keluar kendaraan silahkan ke lantai 2. Tapi lebih baik tanyakan saja pada customer service tepat didepan pintu masuk lantai 1. Mereka lah yang akan mengarahkan kita kemana nantinya. Saya berharap kedepannya samsat Tanjungpinang dan Batam punya website sendiri. Jadi paling tidak masyarakat tahu apa yang harus dibawa untuk mengurus surat-surat kendaraan. Dan tentunya informasi penting lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selamat untuk Samsat Batam dan Tanjungpinang atas peningkatan pelayanannya. Keramahan, kesopanan dan kecepatan pelayanan ini membuat saya merasa nyaman. Slogan '”Indonesia lebih baik” ternyata telah dimulai dari pelayanan kantor samsat ini. Jadi mulai sekarang saya akan ikut mensuksekan &lt;strong&gt;SAY NO TO PUNGLI&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-7204860432073813682?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/7204860432073813682/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=7204860432073813682&amp;isPopup=true' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7204860432073813682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7204860432073813682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/04/samsat-say-no-to-pungli.html' title='SAMSAT SAY NO TO PUNGLI'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sfk00ZXmbXI/AAAAAAAAADA/1AgD-4Bt8D4/s72-c/Image001_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-3668116282494752004</id><published>2009-04-29T03:36:00.001+07:00</published><updated>2009-04-29T03:36:55.347+07:00</updated><title type='text'>MEMASYARAKATKAN PERPUSTAKAAN DAERAH</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a title="http://sijorimandiri.net/fz/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=10596&amp;amp;Itemid=38" href="http://sijorimandiri.net/fz/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=10596&amp;amp;Itemid=38"&gt;http://sijorimandiri.net/fz/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=10596&amp;amp;Itemid=38&lt;/a&gt;. Coba deh baca link diatas. Menurut saya nih kesadaran masyarakat Tanjungpinang untuk datang ke perpustakaan sudah cukup tinggi. Terlihat dari banyaknya penggunjung perpustakaan setiap harinya. Yang kurang adalah memasyarakatkan perpustakaan itu sendiri. Ayo coba tanyakan pada masyarakat Tanjungpinang apakah mereka tahu bahwa kota ini punya perpustakaan yang meminjamkan buku secara gratis?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya yakin jawabannya tidak. Kenapa? Perpustakaan tidak pernah memperkenalkan diri sebagai media pengetahuan gratis. Awal kita mengenal perpustakaan pastilah dari sekolah. Iya gak? Coba perhatikan perpustakaan sekolah bukankah terdiri dari buku-buku pengetahuan yang membosankan. Malah kebanyakan buku-buku itu sulit dimengerti. Dijaman saya sekolah dulu beginilah wajah perpustakaan. Kebanyakan orang telah meletakan pengertian perpustakaan pada posisi yang salah. Pengalaman masa sekolah membuat sebagian orang sangat tidak tertarik dengan perpustakaan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun sekarang perpustakaan memiliki wajah yang berbeda. Selain deretan buku didalamnya juga terdapat beberapa fasilitas gratis yang bisa dimanfaatkan. Banyak juga bacaan yang justru bisa menghilangkan stress. Atau justru membantu kita mendapatkan pekerjaan sesuai keahlian. Bahkan sekedar menambah teman. Yah, bagaimana kita tahu jika perpustakaan tidak pernah mengiklankan diri atau paling tidak menginformasikan apa saja yang ada didalamnya. Gedung bagus, sumber daya manusia banyak saja belum cukup jika tidak dikenal orang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Coba seandainya perpustakaan daerah Tanjungpinang memperkenalkan diri lewat berbagai media: radio, papan iklan, iklan di HP dan internet, misalnya. Di Tanjungpinang ini saya tidak pernah menemukan iklan yang berhubungan dengan perpustakaan daerah. Ya jika tidak diberitahu bagaimana perpustakaan ini bisa memasyarakat. Lihat para caleg legislatif pada pemilu yang baru lewat ini. Bukankah demi dikenal masyarakat mereka memasyarakatkan dirinya sendiri. Kita juga kan tidak bisa mengharapkan perpustakaan bisa dikenal hanya dari mulut ke mulut saja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak kok cara efektif dan kreatif yang bisa dipakai untuk mengiklankan perpustakaan. Tidak melulu dengan biaya besar. Bahkan dengan biaya minim pun hal itu bisa dilakukan. Percuma dong banyak buku tentang marketing dan promosi dipajang disana kalo cari ide memasyarakatkan perpustakaan saja susah.&amp;#160; Dengan begitu tidak sia-sia pemerintah provinsi mengucurkan dana setiap bulan untuk biaya operasional dan renovasi gedung jika pada akhirnya gedung itu ramai dikunjungi kan.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-3668116282494752004?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/3668116282494752004/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=3668116282494752004&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/3668116282494752004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/3668116282494752004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/04/memasyarakatkan-perpustakaan-daerah.html' title='MEMASYARAKATKAN PERPUSTAKAAN DAERAH'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-4969826919910853012</id><published>2009-04-29T01:14:00.001+07:00</published><updated>2009-04-29T03:37:51.207+07:00</updated><title type='text'>YA KAN ?!?</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sudah setahun ini saya bergabung dengan perpustakaan daerah. Menjadi member berarti saya bisa meminjam buku secara gratis. Awalnya aja saya dikenai bayaran itu pun hanya sebagai deposit jika sewaktu-waktu saya bandel tidak mengembalikan buku. Nanti uang itu akan dikembalikan jika saya memutuskan untuk keluar dari keanggotaan. Kegiatan meminjam buku dan menggunakan fasilitas yang disediakan perpustakaan provinsi ini sangat menyenangkan. Bayangkan saja setiap member bisa menggunakan tempat itu tidak hanya untuk membaca tapi juga bisa membawa laptop dan mengerjakan tugas disana. Atau hanya sekedar ingin browsing gunakan saja komputer yang tersedia disana. Gratis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semakin kesini fasilitas yang disediakan oleh perpustakaan daerah ini semakin meningkat. Dari pengamatan saya nih jumlah anggotanya pun semakin banyak. Ini terlihat dari ramainya pengunjung pada jam-jam tertentu. Apalagi setelah perpustakaan daerah ini menambah beberapa unit PC Acer baru dengan sistem operasi windows vista. Keren bo. Walaupun punya laptop sendiri tapi seringkali saya mengunakan PC disana, senang aja ngeliat warna-warna tajam di monitor. Vista gitu lho. Trus kenapa saya gak ganti OS aja ke vista? Gak ah vista punya banyak kelemahan. Dan saya tidak mau menghabiskan waktu hanya untuk bolak-balik ngurusin ketidakberesan vista. Dulu saya pencinta vista tapi sekarang tidak lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Buku-bukunya juga lumayan banyak dan bagus. Novel ada,&amp;#160; cerita anak-anak banyak. Sering sekali&amp;#160; saya duduk berlama-lama disana sekedar menambah pengetahuan dari bacaan anak-anak. Ternyata banyak hal baru yang bisa saya dapatkan. Pernah nonton kuis “are you smarter than the 5th grader”. Lihat kan betapa anak-anak kelas 5 itu lebih pintar dari orang dewasa. Pasti dong, buku bacaan mereka ternyata berisi pengetahuan yang belum tentu ada di bacaan orang dewasa. Selain itu buku pelajaran sekolahpun bisa dipinjam. lumayan untuk mengurangi beban orang tua. Hari gene buku sekolah tuh mahal tau. Kan ada program buku gratis? Iya bukunya emang gratis tapi internet dan ngeprintnya kan bayar. Sama aja bukan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nah, keberadaan perpustakaan ini&amp;#160; saya rasa cukup membantu anak-anak yang tidak bisa membeli buku. Maksimal 2 buku yang bisa dibawa pulang dalam 1 minggu. Jika ingin silahkan foto copy bagian penting maksimal 10 halaman. Gratis kok. Itu memang fasilitas lain yang disediakan perpustakaan daerah ini. Tapi jika lebih dari itu ya fotocopy sendiri lah. Udah gratis minta lebih pula. Sekarang nih ada lagi fasilitas baru disana, free WIFI. Aha, oke khan. Setelah sederetan fasilitas ada tambahan satu lagi. Artinya nih jika ingin ngenet kita bisa bawa laptop sendiri. Paling gak tanpa batasan waktu. Bisa chatting, utak-atik FB, balasin email atau sekedar &lt;em&gt;blog walking&lt;/em&gt;. Seru kan. Lama-lama perpustakaan bisa jadi rumah kedua saya nih.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Well&lt;/em&gt;, siang ini dengan ‘semangat &lt;strike&gt;ngenet&lt;/strike&gt;’ saya turun dari mobil dengan menenteng perlengkapan ‘perang’ saya. Lengkap-lengkip, semuanya jadi satu dalam tas &lt;em&gt;laptop&lt;/em&gt;. Praktis. Tapi berat juga euy. Denga senyum mengembang saya berjalan memasuki perpustakaan. Buka sepatu sambil memasukkan beberapa barang bawaan ke loker. Sedang asik jalan menuju lantai dua tiba-tiba saya dikejutkan dengan teguran seseorang. Tidak boleh membawa tas&lt;em&gt; laptop&lt;/em&gt; ke lantai 2. Saya jelaskan dong rasanya tidak mungkin jika harus membawa barang bawaan saya ke lantai 2 tanpa tas ini. &lt;em&gt;Webcam, headset chatting, cable data, charging, 2 HP, headset HP&lt;/em&gt;, dompet, &lt;em&gt;laptop&lt;/em&gt; dan beberapa perangkat teknologi penunjang &lt;em&gt;laptop&lt;/em&gt; saya. Dan semua itu harus saya bawa dengan dua tangan. Dodol.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sabar, sabar, orang sabar pasti jauh dari jantungan. Sekali lagi saya minta pengertian sang penjaga. Sambil membuka tas saya mempersilahkannya melihat barang-barang bawaan itu. Akhirnya saya memberikan penawaran padan petugas itu jika selesai dari lantai 2 saya bersedia untuk digeledah. penjaga pun keukeh jumekeh melarang saya tidak boleh membawa tas &lt;em&gt;laptop&lt;/em&gt; keatas. Habis sudah kesabaran saya. Semua penjelasan saya dianggap angin lalu. Sambil minta maaf mereka *penjaga itu udah nambah jadi 2 orang* tetap menolak. Sumpah, saya gak habis pikir apa mereka kira saya mampu bawa seabrek barang bawaan itu hanya dengan 2 tangan. Mending dibantuin. Mereka pikir &lt;em&gt;laptop&lt;/em&gt; cuma buat ngetik doang kali ya jadi cuma butuh charging deh. Sarap.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Satu hal yang saya sayangkan adalah sistem pengamanan yang masih kurang. Saya mengerti larangan tidak boleh membawa tas &lt;em&gt;laptop&lt;/em&gt; atau tas kedalam ruang buku. Mungkin mereka pernah kehilangan buku karena manusia-manusia tidak bertanggungjawab. Bukankah lebih baik jika memasang sistem pengaamanan seperti di mal. Jika ketahuan membawa keluar buku yang belum di &lt;em&gt;scan&lt;/em&gt; maka alarm pintu akan berbunyi. Jika belum mampu membeli sistem pengamanan seperti itu ya geledah saja tas setiap orang yang mau keluar dari sana. Saya rasa&amp;#160; anggota dan pengunjung akan mengerti dengan penggeledahan ini. Jaman sekarang udah biasa geledah-geledah tas. Mau masuk mal saja tas di &lt;em&gt;scan &lt;/em&gt;dulu. Masuk mal mobil di &lt;em&gt;detect&lt;/em&gt; dulu, siapa tahu bawa bom. Ya kan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seandainya semua perangkat komputer yang ada dilantai 2 bisa digunakan semua. Pastilah anggota perpustakaan tidak perlu repot-repot membawa laptop sendiri. Saya heran perasaan PC yang 10-an unit itu masih baru deh. Masa udah dianggurin gitu aja. Sayang kan cuma dipake buat main games doang. Bukankah tujuan awal pembelian PC itu untuk memasyarakatkan internet minimal pada anggota perpustakaan? Koneksi internetnya nih gangguan melulu? Ya minta pertanggungjawaban provider dong. Kalau masih tidak ada perubahan mending cari provider lain. Kan butuh biaya lagi? Itulah pentingnya sistem lelang untuk pengadaan fasilitas bukan penunjukan langsung begitu. Apalagi perpustakaan daerah ini dikelola langsung oleh pemerintah provinsi. Ya kan?!?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sayang kan jika karena peraturan gak jelas perpustakaan harus sepi pengunjung. Harapan saya sih sederhana saja suatu hari nanti perpustakaan daerah Tanjungpinang ini memberikan kemudahan kepada setiap pengujung untuk bebas menggunakan fasilitas yang tersedia disana dengan peraturan yang masuk akal. Paling tidak berikan beberapa alternatif pada pengunjung agar setiap pengunjung bisa menjadikan perpustakan sebagai rumah kedua mereka. Yang artinya mereka merasa nyaman untuk melakukan aktifitas sesuai dengan fasilitas yang tersedia. Kalau sudah merasa nyaman saya yakin harapan pemerintah daerah untuk memasyarakatkan perpustakaan pun dengan mudah bisa terwujud.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-4969826919910853012?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/4969826919910853012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=4969826919910853012&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/4969826919910853012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/4969826919910853012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/04/ya-kan.html' title='YA KAN ?!?'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-2843472973390943165</id><published>2009-04-13T10:45:00.001+07:00</published><updated>2009-04-13T11:18:32.948+07:00</updated><title type='text'>MAAP OM</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Sejak kecil saya senang mendongakkan kepala ke langit dan memperhatikan awan. Seringkali awan menampilkan bentuk-bentuk indah dan lucu. Kadang kelinci, kuda atau berbentuk pak tani sedang macul. Ternyata Tuhan punya selera lukis yang tinggi. Coba deh sekali-kali pandangi awan dan lihat apa yang akan terlihat disana. Kebiasaan melihat awan itu masih berlangsung sampai sekarang sampai suatu sore ketika saya sedang mengantar ibu ke rumah seseorang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Awalnya saya hanya tertarik melihat warna keperakan yang terpancar dari balik awan. Seakan-akan ada tukang emas yang sengaja menaburkan emas cair diantaranya. Indah banget. Sekali jepret saya yakin pemandangan ini akan jadi foto terindah saya. Tidak langsung dilihat, memang itu kebiasaan saya. Tiba dirumah saya hanya memindahkannya ke laptop. Dan pekerjaan itu selesai sudah. Tidak dilihat hasilnya dulu? Oh lain kali saja ketika saya sedang ingin melihat koleksi foto.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lama sekali saya biarkan saja hasil jepretan sore itu. Sampai hari ini ketika iseng saya buka deh koleksi foto-foto itu. Hanya untuk menikmati hasil jepret amatiran saya. Dan ternyata saya menemukan ini. Bisa lihat awan itu berbentuk apa? Om-om berkumis lagi murka. Serem ya bo. Lihat tangan kanannya terangkat seperti hendak meninju seseorang. Yaela om masa dijepret posenya begitu seh. Maap deh, kalo gak rela dijepret teriak dong om jangan diem aja gitu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SeK1VdlV9SI/AAAAAAAAAC0/4t2DaALgsMM/s1600-h/Senja9.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Senja" border="0" alt="Senja" src="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SeK1WPApNII/AAAAAAAAAC4/juLYudFufrI/Senja_thumb5.jpg?imgmax=800" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-2843472973390943165?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/2843472973390943165/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=2843472973390943165&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2843472973390943165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2843472973390943165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/04/maap-om.html' title='MAAP OM'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SeK1WPApNII/AAAAAAAAAC4/juLYudFufrI/s72-c/Senja_thumb5.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-2898481303275983461</id><published>2009-04-12T05:35:00.001+07:00</published><updated>2009-04-12T05:35:20.463+07:00</updated><title type='text'>SAYA CEMAS</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Saya memang pencinta alam sejak kecil. &lt;em&gt;Climbing&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;hiking&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;camping&lt;/em&gt; adalah kesenangan saya. Saat anak-anak perempuan lain bermain dengan boneka barbie saya lebih senang berjalan melintasi hutan dan gunung. Jadi ingat pertama kali merambah hutan liar, sebung pereh namanya. Hutan itu belum terjamah tangan manusia. Saya dan teman-teman menjadi orang pertama yang membuka jalan disana. Sepanjang perjalanan badan saya jadi sasaran empuk hewan melata.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lintah-lintah itu menempel dikaki. Menjadi gemuk oleh darah saya. Kurang ajar saya kecolongan. Padahal ayah telah menitipkan minyak tradisional sebagai penangkal lintah. Hanya saya lupa memakainya sebelum perjalanan dimulai. Akhirnya seorang teman melepaskan lintah-lintah itu dari kaki saya. Hanya sayang seekor lintah mencengkramkan sengatnya terlalu dalam sehingga tidak bisa begitu saja di cabut. Saya pun harus rela ketika puntung rokok mampir ke kulit. Trus? Sakit tauuuuu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasa sakit itu terbayar oleh keindahan alam yang terbentang didepan mata. Sumpah, indah banget. Rasa sakit akibat ulah lintah hanya sementara. Bisa hilang dengan hitungan hari. Tapi keindahan yang tertangkap mata dan terekam alam bawah sadar ini tidak akan pernah bisa hilang. Sampai sekarang keinginan untuk kembali menjelajahi hutan sebung pereh masih ada. Namun ayah bilang hutan itu sekarang tidak seindah waktu pertama kali saya kesana.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menuruni tebing landai yang dibawahnya terbentang keindahan lain. Jejakkan kaki dan lihatlah betapa genangan air ini sempurna membasahi kedua kaki saya. Hanya sampai setinggi pergelangan kaki tapi sensasinya mengirimkan sinyal kedamaian sampai ke hati. Saya berhenti sejenak, memandang sekeliling dan mulai memejamkan mata. Ya Tuhan indah sekali. Jika tidak karena tarikan seorang teman saya akan terus ada disana sampai benar-benar merasa puas baru pergi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hutan, gunung dan laut sanggup membuat saya betah berlama-lama disana. Menikmati hembusan angin, menyaksikan matahari terbenam dan menunggu dengan tidak sabar kala matahari mulai menampakkan diri. Melihat kecantikannya seakan-akan saya bisa mendengar sapaan: Selamat pagi dunia. Uhhh, bahkan matahari pagi begitu bersahabat dengan bumi. Seringkali alam mampu menghipnotis saya dengan keangunannya. Saya terpesona.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun sayang, hutan, gunung bahkan laut saat ini telah rusak oleh tangan-tangan tidak bertanggungjawab yang mengatasnamakan “kehidupan yang lebih baik”. Hutan dibakar dengan sengaja sehingga menimbulkan pencemaran udara oleh asap tebal hasil pembakaran. Anak-anak dan penderita asma harus menderita ketika menghirup udara yang telah tercemar oleh zat-zat sisa pembakaran yang bisa merusak paru-paru. Semua makhluk hidup pun kehilangan udara bersih.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lihat saja laut yang biasanya bisa saya nikmati karena keindahannya sekarang tercemar oleh sampah. Sejauh mata memandang terlihat puluhan sampah berenang disana. Pedagang kaki lima telah menjadikan laut sebagai tempat sampah mereka. Apa susahnya sih membuang sampah di tempatnya. Jadi tidak perlukan mencemari keindahan laut. Entah bagaimana keadaan ikan dan makluk laut lainnya. Mungkin saja mereka sulit bernafas akibat pencemaran ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SeEbE30dvNI/AAAAAAAAACk/xc8pXklcfHA/s1600-h/Kijang52.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Kijang (5)" border="0" alt="Kijang (5)" src="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SeEbF1sqZoI/AAAAAAAAACo/WTQWLy8I4A4/Kijang5_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SeEbI7k4zzI/AAAAAAAAACs/L-d4hcu2zuU/s1600-h/Kijang62.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Kijang (6)" border="0" alt="Kijang (6)" src="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SeEbJ-rm4nI/AAAAAAAAACw/b8jwei7vsYU/Kijang6_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sudah liat gambar diatas. Saya sempat syok melihat kenyataan itu. Mungkin kalian mengira ini adalah deretan rumah penduduk dan disebelah sananya adalah danau kecil. BUKAN. Bangunan berbentuk rumah itu adalah kantor PDAM dan danau kecil itu adalah waduk air bersih warga kota Kijang yang telah mengering. Dulunya danau itu luas sekali. Coba perhatikan foto pertama bukankah disisi kirinya terdapat tanah yang tidak berair sama sekali. Padahal dulunya banyak sekali air disana.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ini hanya salah satu dampak ketika kita membiarkan hutan digunduli, laut dicemari dan gunung tidak terawat. Alam tidak bisa menjaga diri dari tangan-tangan serakah. Kita lah yang wajib menjaga alam tetap bersih dan indah. Bukankah kita semua menumpang hidup pada alam. Coba bayangkan jika alam ini rusak. Bukankah kerusakkan itu akan kita alami juga? Bukankah sudah seharusnyalah kita berdamai dengan alam agar hidup menjadi lebih baik?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya cemas melihat fenomena dimana orang berlomba-lomba menebangi hutan dan merusak keindahannya. Hutan tidak lagi menjadi rumah yang nyaman bagi para hewan dan pencinta alam. Hutan bukan lagi jadi tempat berlindung mata air-mata air. Padahal hidup kita tidak bisa lepas dari air bersih. Bagaimana hutan bisa memproduksi waduk jika kita terus mengangkat senjata peperangan padanya. Bagaimana alam ini bisa sejuk jika kebakaran hutan ternyata disengaja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apa kabar ikan-ikan dilaut? Mereka sama merananya seperti hutan. Apa kabar kabut di gunung mereka seakan enggan menampakkan diri lagi. Bahkan udara dingin hanya bisa megintip dari balik punggung gunung. Mereka semua enggan, tidak mau bermain lagi karena mereka mulai dipaksa untuk mundur. Kasihan bahkan alam pun tidak lagi nyaman untuk saya. Alam sudah tidak bisa lagi dinikmati dengan bebas. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alam yang sekarang bisa dinikmati adalah dengan uang. Ingin menikmati keindahan alam maka saya harus membayar mahal untuk itu. Hmmm, saya merindukan alam dimana saya bebas menikmatinya, menjelajahinya dan menantikan sapaan sinar matahari pagi. Seandainya semua tangan tidak lagi merusak alam maka krisis yang terjadi sekarang ini bisa diminimalkan. Ya krisis air bersih, ya krisis pemanasan global semua tidak perlu terjadi bukan. Jika saja kita bisa berdamai dengan alam.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-2898481303275983461?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/2898481303275983461/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=2898481303275983461&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2898481303275983461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2898481303275983461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/04/saya-cemas.html' title='SAYA CEMAS'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SeEbF1sqZoI/AAAAAAAAACo/WTQWLy8I4A4/s72-c/Kijang5_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-867027238846362507</id><published>2009-03-12T13:16:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T14:51:53.034+07:00</updated><title type='text'>SENJA DI BUTTERWORTH</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/03/senja-di-butterworth.html";digg_title = "SENJA DI BUTTERWORTH";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbioqiiWLNI/AAAAAAAAACc/F7-6DSux1ck/s1600-h/Malaysia272.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Malaysia (27)" border="0" alt="Malaysia (27)" src="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbiosIHOLxI/AAAAAAAAACg/vysphsA0pc4/Malaysia27_thumb.jpg?imgmax=800" width="184" height="244" /&gt;&lt;/a&gt; Sedang duduk menikmati pemandangan sore di stasiun kereta api Butterworth - Penang, mata saya tertarik memperhatikan seorang lelaki tua berumur sekitar 50-60 tahunan. Berjalan tertatih-tatih sambil mengorek tong sampah yang ia jumpai sepanjang peron. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya mengamatinya tapi tentu saja tidak berani secara terang-terangan ketika dia sedang berjalan kearah saya. Namun ketika bapak tua telah membelakangi saya barulah dengan bebas saya mengamatinya. Ada sesuatu yang menarik disana. Baru kali ini saya menemukan pemulung di negara ini. Kemana saja saya selama ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tingginya kira-kira hanya 150 cm, kulitnya coklat tua pekat terbakar sinar matahari. Memakai celana pendek dan baju kaos. Penampilannya sangat kumal dan kotor sekali. Dari tubuhnya keluar aroma yang sangat tidak menyenangkan. Mungkin akibat jarang mandi dan bergaul dengan sampah. Ketika pandangan saya bertabrakkan dengan matanya saya menemukan keputusasaan bermain disana. Sinar mata itu redup, telah kalah oleh kemiskinan. Kulitnya tidak lagi kenyal tapi telah berubah keriput, dimakan usia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya menikmati pemandangan itu. Terus saya pandangi sampai sosoknya menghilang di balik tiang beton peron. Entah sedang apa dia dibalik sana. Mungkinkah menemukan sesuatu yang bisa membuat matanya berbinar. Botol bekas air mineral mungkin atau kaleng bekas minuman bersoda. Benda-benda ini sangat bernilai untuk para pemulung di negara manapun. Lewat benda-benda semacam itulah mereka masih bisa mendapatkan uang untuk sekedar mengisi perut. Mungkin tidak kenyang tapi cukup untuk bertahan satu hari lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dia telah menghilang dibalik peron. Saya mengalihkan pandangan saya pada langit. Memadang keindahan pesona Sang Khalik di waktu senja. Tapi pikiran saya tetap pada bapak tua tadi. Saya telah terpesona dengan kerja kerasnya, kegigihannya, kemauannya untuk tetap bertahan hidup meskipun kemiskinan terus menancapkan sengatnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bapak tua itu berjuang untuk tetap &lt;i&gt;eksis&lt;/i&gt;. Hanya sayangnya globalisasi dan modernisasi tidak berpihak padanya. Semakin tersingkir. Semakin menderita dengan tekanan hidup. Harga-harga yang semakin menjulang tinggi membuatnya tidak punya pilihan hidup lebih baik apalagi lebih layak. Hanya kemelaratan yang senantiasa bersahabat dengannya. Tidak adil buatnya tapi adil buat orang lain. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terus memikirkannya, tiba-tiba saya dikejutkan oleh suara hardikan berjarak 500 m dari saya. Hardikan itu berubah menjadi keributan. Saya penasaran menolehkan kepala ke arah sumber suara. Mencari-cari penasaran. Nihil. Tapi tetap saja ribut. Sedetik kemudian dari arah kanan berlarian seekor anjing berbulu putih kumal. Anjing ini berlari dengan panik sambil menggigit plastik &lt;i&gt;kresekan&lt;/i&gt; warna hitam. Plastik itu bergoyang terayun-ayun. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian muncullah bapak tua tadi mengejar anjing sambil menghardiknya. Semakin ribut, gaduh. Padahal hanya satu orang. Wah, pemandangan semakin menarik nih. Mata saya terbuka lebih lebar memperhatikan adegan kejar-kejaran itu. Hardikan itu semakin terdengar melengking. Taulah saya bahwa bapak tua dan anjing itu tidak sedang bercanda manis. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sambil mengepal-kepalkan tangan bapak tua menyusul larinya anjing tak berdosa itu. Hardikan semakin kencang terdengar. Anjingpun semakin terbirit-birit berlari. Eits, tunggu dulu sepertinya ada yang tidak beres dengan adegan di depan mata ini. Ngapain coba tuh bapak nafsu banget kejar-kejar anjing kumal itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sekejap saja ketidakberesan itu terjawab sudah. Anjing berlari menyelamatkan diri ke bawah gerbong usang tidak terpakai yang diletakkan berjejer *rapi jail bo*. Teronggok waspada di bawah sana anjing terus memperhatikan bapak tua. Hardikan masih berlanjut. Dari tempat saya duduk, saya bisa melihat dengan jelas apa yang dilakukn anjing. Tapi bapak tua tidak tau ada apa dibawah sana. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Anjing tetap menggigit kantong plastik hitam itu. Entah apa isinya. Hardikan semakin keras. Anjing pun gentar dan meletakkan plastik hitam ditempat yang dikiranya aman. Drama is over ! Salah, belum lagee. Bapak tua jongkok anjing pun lari menjauhi plastik hitam. Lari ke pojok gerbong usang itu. Memperhatikan gerak-gerik bapak tua. Adegan selanjutnya membuat saya terdiam miris ingin menangis. Bahkan logika pun tidak bisa menjangkau perlakuan itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bapak tua itu merangkak kedalam gerbong usang mengambil kantong plastik hitam yang entah apa isinya. Menghalau anjing agar pergi dari pojok gerbong usang tempatnya berlindung. Anjing pun terusir, pergi dengan perasaan kalah. Sudah merasa aman bapak tua duduk bersandar di ujung gerbong usang, membuka plastik hitam dan mengambil sisa makanan didalamnya. Membersihkan dengan tangan kotornya, meniupnya dan memakannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya terkesima, diam seribu bahasa. Lidah terasa kelu. Ada sekat di dalam tenggorakan saya, seperti menahan sesuatu. Bukan rasa jijik. &lt;b&gt;Bukan&lt;/b&gt;. Sekat itu adalah tangis yang tertahan. Tidak ada airmata di mata saya. Tapi ada rasa tidak terima di dada saya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Harus sampai seperti inikah perjalanan hidup bapak tua itu. Berebut makanan dengan anjing. Padahal makanan itu pun makanan sisa yang dia temukan dalam salah satu tong sampah. Entah sudah berapa lama dia terlunta-lunta dalam kelaparan. Sehingga mati rasa ketika harus berebut makanan dengan anjing. Adilkah ? Ya adil untuk orang lain tapi tidak untuk bapak tua dan &lt;b&gt;saya&lt;/b&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Melihat pemandangan menyedihkan itu bahkan saya pun takut untuk bersyukur atas hidup yang saya miliki. Rasanya kurang pantas bersyukur atas kemiskianan orang lain. Saya hanya berharap semoga bapak tua bisa menikmati makanan itu. Bukan hanya sekedar makan untuk kenyang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya membuang pandangan kearah lain membiarkan bapak tua menikmati hidangan. Mencoba mencerna dengan hati pelajaran hidup barusan. Tetap dalam diam, alam bawah sadar saya telah merekamnya dengan jelas. Jelas sekali.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-867027238846362507?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/867027238846362507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=867027238846362507&amp;isPopup=true' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/867027238846362507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/867027238846362507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/03/senja-di-butterworth.html' title='SENJA DI BUTTERWORTH'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbiosIHOLxI/AAAAAAAAACg/vysphsA0pc4/s72-c/Malaysia27_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-7476873845933636475</id><published>2009-03-08T22:56:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T14:51:24.374+07:00</updated><title type='text'>SAMBIL TERIAK: ‘OJEEEEK’</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/03/sambil-teriak-ojeeeek.html";digg_title = "SAMBIL TERIAK: ‘OJEEEEK’";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbPqf1nNitI/AAAAAAAAAB0/uLtEU0mwCDY/s1600-h/Image043%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Image043" border="0" alt="Image043" src="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbPqg-GhhqI/AAAAAAAAAB4/FmAEbE1JScA/Image043_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbPqjni7zlI/AAAAAAAAAB8/-qVdRdxje8s/s1600-h/Image044%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Image044" border="0" alt="Image044" src="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbPqk7f9hDI/AAAAAAAAACA/QtJrApKmjgk/Image044_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbPqnIpm6kI/AAAAAAAAACE/GszfN-cx6BY/s1600-h/Image045%5B3%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Image045" border="0" alt="Image045" src="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbPqof-aj_I/AAAAAAAAACI/H1CrGAEp3OI/Image045_thumb%5B1%5D.jpg?imgmax=800" width="184" height="244" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; &lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbPqrAlZ6GI/AAAAAAAAACM/7eKrLtdaIZ4/s1600-h/Image046%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Image046" border="0" alt="Image046" src="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbPqsZeYK4I/AAAAAAAAACQ/zPGj2wBoAPo/Image046_thumb%5B2%5D.jpg?imgmax=800" width="244" height="195" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;My Thoughts:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Hanya Tuhan yang tahu gimana kondisi supir dan orang-orang yang ada didalamnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Kalo gak koma ya luka parah, itu dah pasti&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Masih gak habis pikir kok bisa ya tuh mobil keluar jalur jauh banget gitu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Mungkin aja supirnya mabuk, kalo gak ya ngantuk berat *seberat-beratnya*.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- Toyota Avanza VVTI keluaran April 2008. Belum setahun? jangan-jangan kreditnya belum lunas lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;In Facts:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menurut saksi mata setelah mobilnya jungkir balik gitu, supirnya keluar dari mobil dengan tampang ‘napa sih semua orang liatin gue’, sambil teriak: ‘ojek’. &lt;em&gt;Mampus&lt;/em&gt; gak sih tuh orang bukannya jalan sempoyongan sambil pegang kepalanya yang tergores itu sambil tersakit-sakit kek *drama mode on dong*. Eh malah panggil ojek dengan entengnya. Numpang tanya mas nyawanya ada 10 ya. Jadi ilang satu tinggal 9 deh. Yaela mas jam 6 pagi udah bikin heboh orang sekota.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Final Results:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ini jadi peringatan keras buat saya kalo nyetir jangan sambil merem. Ini nih akibatnya. Berhubung nyawa saya cuma satu jaaaadi saya lebih milih hati-hati deh.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-7476873845933636475?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/7476873845933636475/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=7476873845933636475&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7476873845933636475'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7476873845933636475'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/03/sambil-teriak-ojeeeek.html' title='SAMBIL TERIAK: ‘OJEEEEK’'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbPqg-GhhqI/AAAAAAAAAB4/FmAEbE1JScA/s72-c/Image043_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-8714820233266914251</id><published>2009-02-28T19:14:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T14:51:00.661+07:00</updated><title type='text'>SURAT UNTUK MAMA</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/untuk-mama.html";digg_title = "SURAT UNTUK MAMA";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sa6kRo-S5qI/AAAAAAAAABc/vSC89ZfDXfw/s1600-h/ist2_1677277-newborn%5B2%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="ist2_1677277-newborn" border="0" alt="ist2_1677277-newborn" src="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sa6kSkdHlYI/AAAAAAAAABg/qCDlGru3K-0/ist2_1677277-newborn_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="164" /&gt;&lt;/a&gt; Ma, apa kabar? Beberapa hari ini aku melihat mata mama selalu bengkak. Mama menangis? kenapa? apa karena aku. Padahal aku disini baik-baik saja. Aku bahagia. Semua serba indah. Tidak seperti sebulan lalu kala aku sedang bernafas. Aku merasa tersiksa dan tiba-tiba saja semua berhenti. Aku tidak bisa lagi merasakan kedekatan dengan mama. Aku bahkan merasa diluar kenyamanan. Sakit memang ma tapi sekarang tidak lagi. Sekarang aku senang. Mamapun harus senang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan menangis lagi mama. Aku tidak ingin melihat mama sedih terus. Airmata mama sudah terlalu banyak tumpah hanya untuk aku. Disini aku bisa bernafas dengan bebas. Hari ini saja aku berlari dengan teman-teman, bermain bersama, lamaaaa sekali. Aku kuat ma. Kakiku walaupun kecil tapi kuat jika berlari. Mama pasti kalah tanding lari sama aku. Suatu hari nanti mama pasti kuajak berlari. Rindukan waktu itu ya ma.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan menyalahkan diri sendiri terus ma. Sudahlah semua sudah baik-baik saja sekarang. Mama mungkin pernah tidak menginginkan aku. Tapi aku telah memaafkan. Mama mungkin takut akan pengakiman dunia atas kehadiranku. Yang ini pun telah kumaafkan. Untuk itu aku mohon berhentilah menangis. Airmata mama sebanyak apapun yang keluar tidak mungkin bisa membawa aku kembali kesisimu. Hanya akan membuat mama tampak lebih tua.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan ma, jangan menangis lagi. Aku ingin selalu melihat kecantikan wajah mama. Aku juga merindukan senyuman manis mama yang selalu tersungging waktu mama mengelusku. Mama ingat itu, waktu aku berusia 6 minggu. Mama meletakkan tangan mama tepat dipunggungku. Waktu itu aku kira sedang ada orang yang memijatku. Eh ternyata tangan mamalah yang sedang mengelus punggungku. Menenangkan aku.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terima kasih mama. Aku memang tidak sempat menghirup udara bumi ini. Tapi aku sudah cukup bahagia memiliki mama sepertimu. Aku bangga menjadi puteri mama. Kata teman-temanku aku mewarisi kecantikan mama. Disini semua orang terpesona dengan pancaran cahaya yang keluar dari mata indahku. Semua itu kuwarisi darimu, mama. Teman-temanku mereka juga sama dengan aku. Mereka tidak diinginkan oleh mama mereka dan akhirnya dibuang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dua hari yang lalu aku dan temen-teman duduk ditaman yang disediaan Tuhan khusus untuk kami. Cerita kami ramai sekali ma. Seru. Semua berebutan ingin bercerita lebih dulu tentang mama masing-masing. Semua membanggakan mamanya. Akupun ingin tapi entah kenapa aku malah sedih. Didepan teman-temanku aku tak mampu berkata-kata. Padahal aku ingin. Aku ingin mereka tahu bahwa mama adalah pahlawanku.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagaimana bisa aku bercerita pada mereka tentang mama jika aku selalu melihat mama menangis sejak pulang dari klinik om dokter itu. Aku lupa siapa namanya. Mama bahkan tidak mau makan. Berhari-hari hanya mengurung diri dikamar. Menangis saja. Sampai-sampai mama sakit. Aku melihat wajah mama begitu kusut. Tidak seperti biasanya. Bukankah mama selalu ceria? Teman-teman mama yang bilang itu dan sekarang mereka kehilangan keceriaan mama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hidup harus terus berlanjut ma. Meskipun mama menyesali keputusan mama. Tidak ada yang bisa berubah. Aku tidak mungkin kembali lagi pada mama. Mama telah membuangku, menolakku. Saat itu memang menyakitkan tapi bukankah aku sudah bilang bahwa aku memaafkan mama. Aku sayang pada mama mana mungkin aku bisa marah. Disini semua orang saling memaafkan. Tanyakan saja pada teman-temanku, mereka akan sangat setuju denganku.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mama mulai sekarang hapuslah airmatamu. Jangan menangis lagi. Jangan khawatirkan keadaanku. Disini semua keperluanku terpenuhi dengan sendirinya. Aku bahagia. Jadi mama tidak perlu menangis lagi karena aku telah memaafkan mama. Aku sayang mama lebih dari perasaan sayang mama padaku. Tuhan menjagaku dengan sangat baik sehingga aku tumbuh menjadi anak yang kuat. Mama aku merindukan kehadiran mama suatu hari nanti, menemaniku. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dedicated to: Semua bayi malang yang menjadi korban aborsi.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;gambar diambil dari istockphoto&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-8714820233266914251?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/8714820233266914251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=8714820233266914251&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8714820233266914251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8714820233266914251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/untuk-mama.html' title='SURAT UNTUK MAMA'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sa6kSkdHlYI/AAAAAAAAABg/qCDlGru3K-0/s72-c/ist2_1677277-newborn_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-2293836339855184793</id><published>2009-02-28T19:09:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T12:46:12.711+07:00</updated><title type='text'>JANGAN SALAHKAN SAYA</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/jangan-salahkan-saya.html";digg_title = "JANGAN SALAHKAN SAYA";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sa6lTWHiJ0I/AAAAAAAAABs/kEV_eZEMYzw/s1600-h/ist2_46913-catch-the-sky%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="ist2_46913-catch-the-sky" border="0" alt="ist2_46913-catch-the-sky" src="http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sa6lUcTwybI/AAAAAAAAABw/BZ0eHeXopEU/ist2_46913-catch-the-sky_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="172" height="128" /&gt;&lt;/a&gt; Bukankah tidak ada bedanya ada dan tidaknya saya di’rumah’ ini. Karena semua hal yang saya lakukan tidak pernah ada yang perduli. Mungkin ini adil buat orang lain.Tapi tidak untuk saya. Saya yang akan selalu dikambinghitamkan dalam setiap persoalan yang terjadi. Seakan-akan saya telah berubah wujud di mata semua orang menjadi manusia yang tidak baik. Saya telah melakukan segala yang saya harapkan dan saya pikir itu yang terbaik. Namun saya tetap tidak pernah benar. Selalu saja salah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jangan salahkan saya jika saya menjadi lelah dan menyerah. Mulai merasa tidak lagi nyaman berada disini. Jangan salahkan saya jika saya terlahir dengan sifat perfeksionis. Jangan salahkan saya jika saya selalu menginginkan keteraturan dan kebersihan. Dan jangan salahkan saya jika saya memutuskan untuk menikamati hidup yang saya inginkan. Mungkin saya salah tapi saya terlalu lelah untuk selalu dikondisikan ‘menerima’ dan mengalah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada saatnya saya mengalah agar tidak terjadi keributan yang tidak perlu. Adakalanya juga saya menerima karena hanya itu satu-satunya alternatif yang ada. Ada kalanya saya menjalani apa yang telah dipaksakan untuk saya jalani. Ada kalanya saya memilih diam dan tidak melanjutkan pembicaraan karena saya tidak ingin membuang energi lebih banyak lagi. Namun kali ini adalah saat saya merasa jenuh dengan semua permainan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengar ini. Dengarkan apa yang ingin saya sampaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya juga manusia. Sama seperti manusia normal lainnya. Saya pun punya perasaan dan keinginan. Saya punya kemauan. Saya berhak untuk menentukan apa yang saya anggap bisa saya terima atau tidak. Dan saya berhak untuk membela diri saya sendiri. Saya tidak pernah merencanakan hidup untuk diri sendiri. Saya bahkan tidak sempat berfikir untuk menikmati kebahagiaan sendiri. Tidak pernah terlintas dalam benak saya untuk hidup dalam kesuksesan tanpa berbagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semua orang berhak memberikan penilaian atas sikap saya. Semua orang boleh menghakimi saya. Tapi kenapa ketika saya protes dan ingin menjelaskan. Ingat! menjelaskan, bukan membela diri. Semua mata menatap tajam kearah saya. Semua mulut seenaknya mencerca saya. Saya ini manusia. Saya juga punya perasaaan. Sudah teralu lama kalian mendudukan saya dikursi pesakitan. Sampai saya tidak ingat lagi bahwa saya masih punya hak untuk memilih.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika saya diam semua orang menuding saya dan mencap “tukang ngambek” di belakang punggung saya. Tahukah kalian betapa sakitnya kata-kata itu menusuk harga diri dan perasaan saya. Tahukah kalian saya memilih diam untuk menghindari konflik baru yang tidak perlu. Tahukah kalian saya memilih diam karena itulah satu-satunya pilihan yang tersisa. Dan tahukah kalian bahwa saya akan selalu memaafkan semua penyebab ‘diam’ itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kalian tidak pernah tahu kenapa saya selalu menginginkan ‘rumah’ ini dalam keadaan teratur dan bersih. Agar kalian bisa betah tinggal di’rumah’ ini. Kalian tidak pernah tahu kenapa saya mengorbankan rasa sakit yang mendera selesai saya 'membersihkan’ seluruh ‘rumah’ ini. Kalian tidak pernah tahu bukan, saya rela menjalani rasa sakit di ‘saluran peranfasan’ hanya untuk memberikan kalian kenyamanan tinggal di’rumah’ ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pernahkah terpikirkan sebentar saja, 1 menit saja kalian renungkan bahwa kalian selalu membela orang lain yang melakukan kesalahan dan menimpakannya pada saya. Pernakah kalian berpikir untuk memberi ruang dihati kalian untuk apa yang saya lakukan. Pernakah kalian tahu bahwa saya pun adalah bagian dari kalian. Pernahkah kalian menganggap kehadiran saya berarti bagi kalian. Pernahkan sekali saja? Pernahkah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tahukah kalian saya berjuang melawan rasa sakit di’saluran pernafasan’ saya untuk membersihkan ‘rumah’ sebesar ini. Jika telah bersih kalian semua menikamatinya dan kemudian melupakan saya. Jika ‘rumah’ ini kotor kalian memuji orang lain dan mengatakan saya pemalas. Membanding-bandingkan saya dengan orang lain yang lebih rajin dan berdedikasi tinggi dan mencerca saya seumur hidup kalian. Pernah terpikir sekali saja dalam hidup kalian bahwa saya pun bagian dari ‘rumah’ ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya rela mengorbankan apapun demi melihat senyum kalian. Saya sanggup melakukan apapun demi berbagi ruang sedikit saja dihati kalian. Saya ini ‘keluarga’ kalian. Tapi saya merasa bukan ‘keluarga’ jika berdepan dengan kalian. Seolah-olah saya hanya manusia tidak punya pekerajan yang menumpang hidup pada kalian. Sehingga ada atau tidaknya saya, tidak perlu mendapat perhatian lebih.Ternyata saya semalang itu bahkan dimata saya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya bosan, jenuh dan lelah dengan semua ini. Saya hanya ingin menikmati hidup saya sebentar saja. Hanya sebentar. Itupun jika kalian tidak keberatan. Saya sudah biasa hidup sendiri sejak kecil. Saya sudah terbiasa berjuang untuk mendapatkan sesuatu sejak kecil. Saya sudah terbiasa dengan kesulitan hidup. Sejak kecil saya selalu berjuang sendiri tidak pernah ada tangan terulur untuk menolong. Saya telah terbiasa dengan kesendirian dan kerja keras.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi jika sekali lagi saya harus melewatinya bukan masalah besar. Saya tahu cara menghadapinya. Tenang saja saya perempuan yang kuat. Badai sekuat apapun merobohkan, saya mampu bangkit kembali menata hidup saya meskipun dari awal. tenang saja. Hidup saya akan lebih baik jika saya berada jauh dari kalian. Saya punya ‘TANGAN’ yang selalu melindungi. ‘TANGAN’ itulah yang sejak saya kecil selau menampung airmata saya hingga sekarang.&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dedicated to: My beloved friend. &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Defeat may test you, it need not stop you. For every obstacle there is a solution. Nothing in the world can take the place of persistence but the greatest mistake is giving up. You go girl.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;gambar diambil dari istockphoto&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-2293836339855184793?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/2293836339855184793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=2293836339855184793&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2293836339855184793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/2293836339855184793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/jangan-salahkan-saya.html' title='JANGAN SALAHKAN SAYA'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sa6lUcTwybI/AAAAAAAAABw/BZ0eHeXopEU/s72-c/ist2_46913-catch-the-sky_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-7453641089678519557</id><published>2009-02-28T19:08:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T12:46:31.607+07:00</updated><title type='text'>LANGUAGE BARRIER</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/language-barrier.html";digg_title = "LANGUAGE BARRIER";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sa6k77efNyI/AAAAAAAAABk/-ONjkhLTI7w/s1600-h/ist2_6509202-abstract-smile%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="ist2_6509202-abstract-smile" border="0" alt="ist2_6509202-abstract-smile" src="http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sa6k8xq8t2I/AAAAAAAAABo/auHRHDpZrc8/ist2_6509202-abstract-smile_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800" width="188" height="183" /&gt;&lt;/a&gt; Sumpah, mata saya mo loncat meneliti dengan seksama, ulangi &lt;strong&gt;dengan seksama&lt;/strong&gt; tata ‘tertib ruang sidang’ yang diketik rapi dan dibingkai *pula* terpajang manis di dinding luar ruang sidang. Bukan, bukan peraturannya kok yang bikin saya kaget setengah mampus. Itu lho sederetan kalimat antah berantah yang ada di bawah setiap point kalimat bahasa indonesia. Ya gemes, ya malu, ya protes-protes gak jelas gitu deh jadinya. Woi, yang bikin siapa sih. Malu tahu kalau saja ada wartawan bule atau orang asing yang kebetulan ada disana. Apa kata dunia coba?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tahu apa yang ada dibawahnya? Terjemahan kedalam bahasa inggris dari bahasa indonesia yang ada diatasnya. Sumpah plek-plek &lt;strong&gt;membahasa inggriskan bahasa indonesia&lt;/strong&gt; seperti ketika kita sedang bilang: “saya sedang dijalan” diterjemahkan “i’m on the road”. Padahal dalam bahasa inggrisnya sendiri kalimat itu diterjemahkan seperti ini: “I’m on my way”. Daann itulah yang terjadi. Penterjemahan kalimat bahasa inggris itu bukan memakai bentuk yang benar tapi hanya memindahkan kata per kata dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya sempat melongo –beloon- tertegun beberapa detik berusaha mencerna bahasa yang ada didepan mata. Mungkin saya salah baca. Atau kecapekan malah. Terdiam dong, dan membaca berulangkali. Otak saya mulai bekerja lebih keras dari biasanya. Well, bukan mikir keras, cuma menahan emosi supaya gak keluar sebagai ketawa ngakak, yang pastinya berlebihan. Ya iyalah saya bisa dikira orang gila kale. Mending orang-orang bisa langsung ngeh ada yang aneh. Nah kalo ternyata mereka juga ngertinya cuma bahasa indonesia dan bahasa dewa aja gimana. Melongo bego semua kan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Walaupun pajangan tata tertib itu hanya di tempelkan di pengadilan negeri daerah kecil. Tetep dong harus memperhatikan susunan penulisan bahasa asing yang benar. Bukankah tujuan penterjemahan itu agar orang asing yang kebetulan berada disana bisa mendapatkan informasi dan tentyu menghormati jalannya sidang. Buat saya sih lebih aman menyerahkan tugas terjemahan seperti itu ke ahlinya. Banyak kan guru-guru bahasa inggris atau tempat kursus yang bisa membantu menterjemahkannya. Jadi tidak perlu lah terlihat bego-bego amat dari ‘hasil karya’ ityu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ini nih kecendrungan sebagian besar&amp;#160; orang indonesia. Woi, jangan ngamuk dulu. Seringkali kesalahan-kesalahan penterjemahan seperti ini dianggap biasa. Dianggap remeh. Ya yang penting si bule tahulah apa yang saya maksud. Ye… gak bisa begitu kale. Mana bisa salah menterjemahkan ke bahasa asing ,dianggap hal biasa pula. Bisa berabe urusannya. Walaupun gak bakal sampe masuk bui hanya ya bisa menurunkan cara pandang, catat c-a-r-a&amp;#160; p-a-n-d-a-n-g mereka. Bangsa ini sudah sangat negatif dimata dunia jangan lagi dibikin lebih negatip alias dicap bodoh.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lagian nih ya kasihan juga tuh bule-bule kalo baca tulisan itu. Saya aja yang baca jidatnya berkerut. Gimana bule-bule itu, kan jadi pengen jilat-jilat tembok. Bahasa yang benar itu bisa dijadikan tolak ukur silaturahmi. Dengan berbahasa asing yang benar bukankah kita dua kali diuntungkan sebagai negara yang berbudaya sopan dan menghargai orang asing tentunya. Mereka justru lebih respek ketika kita sebagai tuan rumah bisa menyediakan informasi yang mereka butuhkan dalam bahasa yang mereka mengerti dengan baik. Bukankah begitu teman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;gambar diambil dari istockphoto&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-7453641089678519557?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/7453641089678519557/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=7453641089678519557&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7453641089678519557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7453641089678519557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/language-barrier.html' title='LANGUAGE BARRIER'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/Sa6k8xq8t2I/AAAAAAAAABo/auHRHDpZrc8/s72-c/ist2_6509202-abstract-smile_thumb%5B3%5D.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-6951243284458419268</id><published>2009-02-09T16:23:00.005+07:00</published><updated>2009-03-17T14:49:47.365+07:00</updated><title type='text'>MERINDUKANMU</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/merindukanmu.html";digg_title = "MERINDUKANMU";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 115%"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SY_1-YnwK2I/AAAAAAAAABU/DJqrphlHv58/s1600-h/Walpap20862.jpg"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Walpap (2086)" border="0" alt="Walpap (2086)" src="http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SY_1_jtgmmI/AAAAAAAAABY/YCs2McmAKc4/Walpap2086_thumb.jpg?imgmax=800" width="244" height="184" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;span style="line-height: 115%"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 115%"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;i&gt;Menatap indahnya senyuman di wajahmu membuatku terdiam dan terpaku&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;i&gt;Mengerti akan hadirnya cinta terindah saat kau peluk mesra tubuhku&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;i&gt;Banyak kata yang tak mampu ku ungkapkan kepada dirimu&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;i&gt;Aku ingin engkau selalu hadir dan temani aku&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;i&gt;Disetiap langkah yang meyakiniku kau tercipta untukku&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;i&gt;Sepanjang hidupku&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;i&gt;Meski waktu akan mampu memanggil seluruh ragaku&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;i&gt;Kuingin kau tahu ku selalu milikmu yang mencintaimu&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;i&gt;Sepanjang hidupmu&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;(Tercipta Untukmu By Ungu)&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="line-height: 115%; font-family: georgia"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;Merindukannya membuat saya jadi sedikit melankolis saat mendengarkan lagu ini. Saya belum bisa merangkai kata untuk mengungkapkan rasa yang ada. Saya hanya menginginkan dia ada disini, duduk disebelah saya, menemani. Langkah ini terasa berat karena sepasang kaki yang biasa menopang dengan setia harus terenggut. Ternyata berjalan dengan dua kaki telah membuat perjalanan ini menjadi timpang. &lt;i&gt;Saya ingin dia selalu hadir dan temani saya&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;Untukmu, lagu ini saya nyanyikan dalam hati setiap hari. Betapa saya merindukan kehadirannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; float: none; padding-top: 0px" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:10ba4717-c6be-4c41-a46e-add306ca337e" class="wlWriterSmartContent"&gt;&lt;div&gt;&lt;div style="width:300px;"&gt;&lt;object width="300" height="110"&gt;&lt;param name="movie" value="http://media.imeem.com/m/7K1zoAbS9n/aus=false/"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://media.imeem.com/m/7K1zoAbS9n/aus=false/" type="application/x-shockwave-flash" width="300" height="110" wmode="transparent"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div style="background-color:#E6E6E6;padding:1px;"&gt;&lt;div style="float:left;padding:4px 4px 0 0;"&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/embedsearch/E6E6E6/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;form method="post" action="http://www.imeem.com/embedsearch/" style="margin:0;padding:0;"&gt;&lt;input type="text" name="EmbedSearchBox" /&gt;&lt;input type="submit" value="Search" style="font-size:12px;" /&gt;&lt;div style="padding-top:3px;"&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=0&amp;amp;ek=7K1zoAbS9n" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/152/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=1&amp;amp;ek=7K1zoAbS9n" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/153/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=2&amp;amp;ek=7K1zoAbS9n" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/154/10/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/ads/banneradclick.ashx?ep=3&amp;amp;ek=7K1zoAbS9n" rel="nofollow"&gt;&lt;img src="http://www.imeem.com/ads/bannerad/155/10/7K1zoAbS9n/" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.imeem.com/people/NpKmyj2/music/WHZKCYxS/ungu-tercipta-untukmu/"&gt;Tercipta Untukmu - Ungu&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-justify: inter-ideograph; text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: georgia"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-6951243284458419268?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/6951243284458419268/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=6951243284458419268&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/6951243284458419268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/6951243284458419268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/merindukanmu.html' title='MERINDUKANMU'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SY_1_jtgmmI/AAAAAAAAABY/YCs2McmAKc4/s72-c/Walpap2086_thumb.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-7536475885452524644</id><published>2009-02-09T16:16:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T12:45:46.186+07:00</updated><title type='text'>DIAPUN PUNYA PERASAAN</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/diapun-punya-perasaan.html";digg_title = "DIAPUN PUNYA PERASAAN";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbihgTtrS2I/AAAAAAAAACU/t5mKF-X9S5w/s1600-h/Desember20085.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" title="Desember 2008" border="0" alt="Desember 2008" src="http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbihhKlKy7I/AAAAAAAAACY/wEBDRM-toWw/Desember2008_thumb3.jpg?imgmax=800" width="147" height="173" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sarah, lebih baik saya menyebutnya begitu. Remaja tanggung 15 tahun anak seorang pejabat daerah, cukup disegani, yang karena kekhilafan sesaat membuatnya saat ini mendekam ditempat yang tidak seharusnya. Sebelum berada ditempat ini dia menikmati masa ABGnya di sebuah sekolah negeri. Cantik, tinggi, berkulit putih, polos dan menawan. Siapapun yang melihatnya tidak akan percaya bagaimana profil sepertinya bisa melakukan tindakan kejam, yang menorehkan luka di hati orang-orang yang begitu mencintainya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa kali saya bertemu dengannya ditempat yang sama. Tempat tidur dorong bagi pasien yang biasa kita temukan di lorong-lorong rumah sakit. Dia selalu duduk diatasnya bersila kaki sambil memperhatikan setiap pengunjung yang datang. Matanya menatapi mereka dengan tatapan yang sulit saya cerna. Mungkin penyesalan. Mungkin juga kerinduan mendalam akan rumah dan orang-orang tercinta. Papa yang belum pernah saya lihat menjenguknya atau mama yang hanya sesekali berani menampakkan diri. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya mengerti. Sangat mengerti reaksi orangtuanya yang merasa malu dan tertekan oleh penghakiman masyarakat karena kondisi sarah saat ini. Bukanlah suatu kebanggan jika anak perempuan tercinta saat ini dipaksa keadaan berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 2A. Walaupun Sarah tidak dikurung dalam sel sebagaimana para tahanan atau tahanan titipan lainya. Tetap saja tidak mengurangi penilaian orang terhadap dirinya dan orangtua. Seringkali prasangka dan penghakimanan orang disekitar kitalah yang justru memperburuk keadaan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sarah dituntut 9 tahun. Saya sedih membayangkan masa depannya. Jika 9 tahun itu benar terjadi bayangkan saja bagaimana kehidupan masa remajanya berkumpul dengan narapidana dari berbagai latar belakang kriminal. Well, Walaupun ada sel khusus untuk anak-anak dibawah umur. Tetap saja saya sedih membayangkan keberadaannya disana. Berkumpul dengan anak-anak yang pastinya melakukan tindak kriminal, mungkin saja, kelas berat. Membuat hati begitu miris. Saya tidak bisa membayangkan senyum yang selalu tersungging di bibirnya akan hilang ditelan kekerasan hidup di balik terali besi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hari ini sekali lagi saya bertemu dengannya bukan di Lembaga Pemasyarakatan tapi di Pengadilan. Sidang putusan kasus Sarah akan menentukan masa depannya. Melihatnya turun dari mobil tahanan berjalan dengan kepala tertunduk didampingi sang adik membuat perasaan saya tak menentu. Semua mata tertuju padanya. Sejumlah kalimat tanpa sensor keluar dari mulut mereka. Menuding, menatap tajam padanya sambil berbisik seakan-akan dialah manusia paling berdosa didunia. Tanpa ampun mereka ‘menghukum’ dengan tidak memperdulikan perasaannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sarah memang malakukan kesalahan yang tidak termaafkan logika. Tapi jangan lupa bahwa dia hanya ABG 15 tahun yang karena kepanikan melakukan kesalahan itu. Cobalah tanyakan padanya apakah dia bahagia saat ini? Tentu tidak! Apakah dia melakukan karena memang suka membunuh? Tidak! Jika sidang kasusnya bukan sidang tertutup semua mata bisa melihat betapa menderita dan tertekan jiwanya ketika hakim dan penuntut umum bertanya tentang kejadian siang itu. Dia sering tak mampu untuk menjawab hanya menangis. Sarah pun terluka dan tidak percaya dengan apa yang telah dilakukannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perasaan bersalah itu telah menghajar dirinya berulangkali, menghantui tidur malamnya. Masihkah harus ditambah dengan penghakiman masyarakat. Saya tidak membelanya. Sayapun tidak menyetujui perbuatannya. Saya hanya ingin bertutur dari sudut pandang yang berbeda. Sudah terlalu banyak orang dan wartawan yang menudingnya. Mengarahkan telunjuk pada dirinya. Meneriakinya pembunuh. Saya tidak ingin menambahnya. Buat saya sarah tetap salah namun dia layak untuk mendapat kesempatan kedua. Kesempatan untuk berubah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika pintu ruang sidang terbuka. Sarah berjalan tertunduk sambil terisak. Menutupi sebagian mukanya. Berjalan cepat menghindari bidikan kamera para wartawan. Berjalan kearah mobil tahanan yang akan membawanya kembali ke Lembaga Pemasyarakatan. Hari ini sidang memutuskan 2 tahun 8 bulan padanya. Bagaimana? Entahlah saya pun tidak tahu harus lega atau merasa tidak adil. Naik banding. Ya pihak keluarga memilih banding dengan keputusan itu. Pendapat saya? Entahlah saya malah ingin dia menjadi tahanan kota atau tahanan rumah saja sehingga dia masih bisa meneruskan pendidikan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tuntutan 9 tahun telah menjadi 2 tahun 8 bulan adalah hal yang luar biasa bukan. Sarah dihukum karena diduga telah membunuh bayi yang baru saja dilahirkan di kamar mandi rumahnya. Saat itu dia merasa sakit perut, ingin buang air besar. Masuk kamar mandi, jongkok di kloset dan betapa terkejutnya Sarah karena bukan ‘sampah’ yang keluar tapi seorang bayi mungil yang kemudian meluncur begitu saja. Kepala bayi mengantam lantai kamar mandi. Bayi mungil itu menangis Sarah panik, berusaha berdiri mengangkat bayinya yang kemudian terjatuh kembali karena tubuhnya masih sangat lemah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bayi mungil itu terlempar kelantai 3 kali. Lalu diam seketika, tidak ada tangisan lagi yang keluar, bayi itu sudah meninggal. Sarah memotong tali pusar bayi dengan obeng yang tergeletak di sebelah pintu kamar mandi. Membersihkannya dan meletakkan bayi malang itu dalam kantong plastik hitam. Dia berjalan kembali ke kamarnya. Menyimpan bayi yang telah meninggal itu dalam lemari pakaian. 3 hari kemudian salah satu saudaranya mencium bau bangkai. Sarah panik. Tanpa pikir panjang kantong plastik hitam itu dibuang begitu saja diselokan depan rumahnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Teka-teki itupun berakhir ketika polisi menjemput Sarah dari sekolahnya. Sejak hari itu kasusnya menjadi pembicaraan banyak orang. Namun bagi saya Sarah tetaplah anak manis yang begitu polos. Saya senang ngobrol dengannya. Seringkali saya melihat tatapan kosong matanya. Dia menyesal telah membunuh bayinya. Tapi dia lebih menyesal dengan penilaian masyarakat padanya dan keluarga. Semua orang pernah melakukan kesalahan bukan? Dan ketika penyesalan muncul, buat saya alasan itu sudah cukup untuk memberinya kesempatan kedua. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan ketika dia selesai menjalani hukumannya berapa tahun pun itu, saya ingin menjadi orang yang menerima dia apa adanya sebagai teman. Walaupun usia kami terpaut jauh. Orang-orang seperti Sarah butuh ketulusan kita untuk bisa menerima keberadaan mereka. Tanpa mengungkit masa lalu. Tanpa embel apapun. Memberi dukungan agar dia tetap memiliki semangat menjalani hidup barunya. Tetaplah berjuang Sarah, jangan pernah takut menegakkan kepala karena hidup akan selalu memberi ruang bagi perubahan. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-7536475885452524644?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/7536475885452524644/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=7536475885452524644&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7536475885452524644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7536475885452524644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/diapun-punya-perasaan.html' title='DIAPUN PUNYA PERASAAN'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/_6M6WLbrzH-Q/SbihhKlKy7I/AAAAAAAAACY/wEBDRM-toWw/s72-c/Desember2008_thumb3.jpg?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-5046797489692087556</id><published>2009-02-09T16:15:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T12:55:16.486+07:00</updated><title type='text'>TANJUNGPINANG</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/tanjungpinang.html";digg_title = "TANJUNGPINANG";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kota ini dikelilingi oleh lautan dan pantai yang indah, memiliki sunset cantik dikala senja dan bersahabat dengan matahari ketika petang menjelang. Namun diwaktu malam menawarkan angin yang lumayan kencang bertiup. Kota tempat lahirnya gurindam duabelas yang sempat membuat saya susah tidur untuk menghafalkan 12 syair penuh makna. Hei, syairnya memang 12 teman tapi dari yang dua belas itu mengandung begitu banyak bait dan baris yang harus dihafal. Sanggup? Coba saja. Saya pernah sempat ‘mabok’ untuk menghafalkannya dimasa sekolah dulu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1p80-DlEqEseGxTb_3lWwTdkGAIgFLwlaPbeSzArlt9gF4kKmD4OTZUeJPWYgwQNZI?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image002" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1pNuAlfgA4SLY0GAczHx2FqrwgwWhlhBJRR6G9HMYFllmWdH5s4Hc25LgWaVeflHVCAqs-eAMKGn194E5N5qJMUw?PARTNER=WRITER" width="162" height="122" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Sunse&lt;/i&gt;&lt;i&gt;t&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada dua jalan masuk menuju kota ini, laut dan udara. Saya lebih senang membahas laut. Bukan karena saya selalu terpesona dengan keindahannya. Namun karena masuk ke kota ini melalui laut telah ada sejak dulu. Bandara di kota ini baru saja ramai kembali setelah kota ini menjadi provinsi nomor sekian di Indonesia. Ferry, kami menyebut salah satu alat transportasi untuk bisa sampai ke kota ini. Bisa dari Batam atau Singapura dan Malaysia. Berjarak hanya sekitar 1 jam dari Batam, 2,5 jam dari Singapura dan Malaysia. Menjadikan kota ini alternatif bagi wisatawan untuk berlibur. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak hanya wisman Singapura dan Malaysia banyak juga lho wisman Amerika dan Eropa mampir ke kota yang luasnya hampir sama dengan Singapura. Banyaknya obyek wisata ditawarkan oleh Pemda setempat yang akhirnya membuat kota ini selalu ramai mulai jumat malam sampai minggu sore atau ketika hari-hari libur lainnya. Kebanyakan wisman memilih untuk langsung menginap di obyek wisata yang ditawarkan. Sering juga mampir dulu ke pusat kota Tanjungpinang untuk nantinya melanjutkan perjalanan ke obyek wisata dengan menggunakan fasilitas yang tersedia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika ferry masih dilaut pun kita sudah bisa menikmati keindahan water front kota ini. Tembok batu yang dihiasi dengan tempat duduk. Silahkan jika ingin bersantai disana menanti senja turun. Sambil mengarahkan mata pada tugu yang melambangkan kekayaan kota ini yang diatasnya –sayang- sekarang kosong. Dulu pernah ada patung Raja Ali Haji Fisabillilah dan beberapa prajuritnya berdiri tegak menghunus pedang. Indah. Namun keindahan itu telah tergantikan oleh perdebatan tokoh dan masyarakat setempat. Akhirnya patung itu harus diganti dengan yang lebih mencitrakan kota ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Walaupun kerajaan Raja Fisabillilah dulunya terletak di pulau penyengat tapi satu yang mereka lupakan bahwa pulau penyengat merupakan bagian dari kota ini. Selain itu Raja Fisabillilah adalah satu-satunya raja yang berasal dari melayu Tanjungpinang. Mau tau jarak antara kota ini dan pulau penyengat? Hanya 15 menit naik perahu motor. Hari-hari tertentu bahkan mesjid yang terbuat dari campuran semen dan putih telur di pulau penyengat terlihat begitu indah dari kota ini. Jadi wajar rasanya jika patung raja Fisabillilah kembali bersemayam di atas tugu itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pN5TcWFbq4BrwjuwhM2rvrWGm1AAuKti6FRwVP8bEq06wYLyFsIv6T-BpaHuTdOkxiWkfZmkfmA6-qcSWvSY3Vw?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image004" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1pDD8FSje_K4pMJal5ZQWbYfCHA6A5GfjV0jkYkVKyrCDWNUFQgH_sd50Krpd04HUgUedxkKqz7v26Pp1CnCEDCA?PARTNER=WRITER" width="155" height="113" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt; Patung Raja Ali Haji Fisabillilah&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika malam datang, deretan lampu jalan, rumah penduduk dan gedung perkantoran seakan berlomba memberikan sinar terbaiknya untuk mengucapkan selamat datang. Water front yang dibangun untuk menahan gelombang ferry datang dan pergi di perindah dengan pujasera dan taman bermain anak anak. Sementara para orang tua bisa memilih duduk santai di jejeran taman kecil yang dihiasi pepohonan dan bangku batu yang sangat nyaman sambil menyantap jajanan tentunya. Bahkan rasa penat setelah seharian bekerja pun hilang dengan suasana seperti itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika perut protes minta diisi silahkan ke &lt;b&gt;OceanCorner&lt;/b&gt;, menikmati berbagai hidangan khas Indonesia, tinggal pilih sesuai selera saja. Ada sate ayam, pekmpek Palembang *rahasia ya penjualnya orang padang*, ikan bakar *ini sih menu andalan kota ini*, nasi goreng dan sodara sodaranya ityu, nasi dagang, bingung? Nasi uduk teman, dan beraneka minuman mulai dari kaleng sampe ice juice *harap dibaca I ce ju i ce dengan logat sunda kental* haits cari perkara. Harganya terjangkau. Ya standar kota ini tapi jangan coba membandingkan dengan harga makanan Jakarta. Bisa protes gak rela. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pdVziWi64eKWPCkrouoC4PDD61Yju7FeS_gHP6Xl_A7cIp5dmDV64jj_4PO0Z0KW-yXmeiXKIPcwJMZxFMbNRSw?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image006" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1pVDhBTzfGAPwidwbQO6--SGPVV-CjpdlJInmo8AAZYChnqomo18hNa7T2W_9SAV3q88zeM6VQcfJAZ5kr-aDi7w?PARTNER=WRITER" width="198" height="174" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Suasana malam di OceanCorner&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ferry tiba di dermaga Pelabuhan Sri Bintan Pura, diatas lotengnya terdapat tulisan Selamat Datang ‘Welcome’ dan Selamat Jalan ‘Have a nice trip’. Jadi kita pilih Selamat datang saja disesuaikan dengan kondisi gityu lho. Turun dari ferry bukan saja disambut oleh para potter tapi angin kota ini siap memberikan kesegaran setelah selama beberapa jam hanya duduk diam dalam ferry. Sepanjang perjalanan menuju ke luar pelabuhan banyak sopir taxi yang pasti akan menawarkan jasa mengantar. Jangan kuatir di kota ini sopir taxi masih punya hati nurani. Tarif mereka sekitar Rp. 10,000-25,000.&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak hanya pemandangan water front yang indah. Namun kota ini pun menawarkan tempat-tempat hiburan yang menyenangkan. Suasana pantai, olahraga air dan makanan. Jika datang ke kota ini makan di &lt;b&gt;Potong Lembu&lt;/b&gt; menjadi keharusan. Belum ke Tanjungpinang kalau belum makan di Potong Lembu. Jangan tanya kenapa dinamakan seperti itu, sejak dulu pun saya selalu bertanya. Sayang belum ketemu jawabannya. Hanya selentingan saja terdengar, belum cukup rasanya dijadikan kepastian awal mula cerita tempat ini. Kata orang, dulu daerah ini dijadikan tempat penjagalan lembu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak sekali hotel murah disini. Tapi jika ingin memilih hotel yang lumayan bagus saran saya menginap saja di hotel Kaputra atau Laguna. Jika kamu penggemar travelling dengan budget murah, hotel Sanno dan Jojo bisa dijadikan alternatif. Walaupun bertarif murah tetap aman dan nyaman. Letak hotel yang dekat dengan pusat kota membuat kita lebih leluasa berjalan kaki menjelajahinya. Gak perlu naik angkot gitu? Gak usah deket kok. Kota ini sangat kecil bahkan jika dikelilingi pun hanya menghabiskan waktu 1 jam, semua telah terjelajahi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1ppuoWE3qtsWniJ4FknwUYQCKzAv25jvG5Llcv0mvHH5SFOIYAzsPOMusEYbY_G6MR70CHQJnsVPDCEd730IkErQ?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image008" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1p3LGABO4RBO8NieiK6sddUuUSUqYHrNXJct72YXpTaw8R4RgDakB5LHdtJgMiO6i6161hzwYYi4JcrAVt5M2yzg?PARTNER=WRITER" width="244" height="166" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Aktivitas siang hari Tanjungpinang&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wah ternyata matahari telah sampai diatas kepala. Lihat jam, ternyata sudah waktunya makan siang. Pantas saja perut sudah bernyanyi sumbang. Yuk, kita cari tempat makan yang enak, bersih dan murah. Hmmm, &lt;b&gt;Kedai kopi Segar&lt;/b&gt; sepertinya cocok untuk memanjakan lidah siang ini. Masakan Indonesia asli berbumbu, soto dan es gunung. Hah, es gunung hanya ada disini. Isinya mirip es campur ditambah dengan kacang merah dan beberapa bahan yang saya tidak tahu namanya. Segar. Masih kurang bisa pesan juice buah yang diatasnya ditambahkan &lt;i&gt;ice cream&lt;/i&gt;. Enaknya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Atau ingin menu lain ada ayam bakar madu, bakso solo yang enak banget atau kita kuliner ke &lt;b&gt;Gerai&lt;/b&gt; yuk. Disana ada sayur asam, ikan bakar, ayam bakar bumbu rujak atau bumbu kecap. Sambalnya paling enak sejagat. Itu aja? Gak dong. Kamu suka Chinese food? Banyak. Oya ada mie miskin. Enak lho cuma ada di kota ini. Atau ketoprak. Eit, tunggu dulu, ketopraknya beda dengan ketoprak Jakarta. Kuah kacangnya enak banget. Saya biasa memanggil penjual ketoprak itu dengan sebutan pakde. Jika ingin mencoba tantangan baru kita ke Jl. Basuki Rahmat. Disana ada restoran masakan melayu. Makanan yang tersedia semua melayu sekale. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bosan pelesir di dalam kota. Teruskan saja perjalanan ke tempat-tempat indah lainnya. Lagoi namanya. Kawasan resort yang sangat luas ini dikelola oleh perusahaan lokal yang diinvestori oleh perusahaan asing kebanyakan dari Singapura. Sumber dana dan daya manusia lokal belum mampu untuk mengembangkan dan mengelola kawasan resort seperti Lagoi. Selain wilayah yang terbilang luas. Juga banyak pulau-pulau kecil berjarak beberapa kilo dari pantai yang bisa diberdayakan. Membutuhkan dana yang sangat besar. Lebih baik serahkan saja pada investor, mereka lebih berpengalaman. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1p5N5VRnaeovkXHuyoTJKcnmJYbAk44aWIZ--PGVYbJFy5XeZCMfWHgIS0N7gMg_LL0TXEtTmD91Qr52qvtsrmIA?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image010" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1pSzP0yybOtAp8-XrVyub135YgH9zIL4Ol1J7rzY9yLGGP2yPVUJFGrdASgJLY-1vplzHZbpOpV0SXjmrpsGIYIQ?PARTNER=WRITER" width="222" height="173" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;i&gt;Pasir putih ini menjadi favorit saya&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alam menganugerahi Lagoi dengan pantai yang sangat indah. Pasir putih terbentang sejauh mata memandang. Pohon-pohon bakau terawat dengan baik. Ditambah lagi pepohonan kelapa yang menambah kesejukan mata melihat kehijauannya. Dipermanis pula oleh bebatuan pantai yang telah ada sejak saya kecil. Batu-batu alam ini favorit saya. Senang rasanya bisa memanjat dan berada diatasnya sambil berteriak sekeras-kerasnya, sesuka hati. Atau tertawa ketika melihat anak-anak kecil berusaha menaikinya. Mengingatkan akan masa kecil saya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kurang lengkap rasanya jika tidak menginap di kawasan resort ini. Lihat ada beberapa resort yang bisa dijadikan alternatif menginap. Tarifnya lumayan mahal karena mata uang Rp tidak berlaku di sini, sssttt hanya USD dan Sin$ saja yang tercantum disetiap daftar harga. Jika Rp yang kamu bawa siap-siap nangis bombai untuk dikonversi kedalam 2 mata uang tersebut. Jangan heran walaupun Lagoi termasuk wilayah Indonesia tapi mata uang yang beredar di Lagoi memang mata uang asing. Wajar toch kawasan ini juga dibangun bukan untuk wisatawan lokal. Sasaran mereka adalah wisatawan asing. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pTvp70wrOoH3Wb63sqSDrBGkKKrzlrlwLHXwcQOLkFFK78aTryj3H9Nau6UeTFago4j0S4kpG07U6JvZT-wR5dg?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image012" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1p6c3syFY2OfY7iYGx5NnV93dG0Cihj2BQieAANCocaBT8QhCbZqZPJ1yS2quYwmR4paZHLUyMTGPe4CtpaLEucQ?PARTNER=WRITER" width="244" height="148" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pwJ8uzDDrJEHtD6nh_Ux4S9fhWjvFEsCYRiTczdxMdE5Djw1EubK16DCfX3CmFLBTZPbFnaHy6Iy05SJueV3ZKw?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image014" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1pf33lb96bdSNmLJKk2dsCaqTkWVl0155sHtctqV1Tp8PEopVpKnbEsUIW2vLMSGhvWVeSxuAJXgtDWEw9Bob-xw?PARTNER=WRITER" width="244" height="145" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pjHTBjlJAYwf7B1U7eyE0upKJtHyeXfguuAyh6m4V04hZblzvlfzQfFsEY4rY4p92BqtV4zinxZxrI2646Ivl2A?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image016" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1pz60h81J_VuMgOzcJbth-nC2zmGT6uAqNQqyHs7j8lsp-K12KNykgWX4DaZ3ZST8cVmx1mcjY1Emy-80wtFh0yw?PARTNER=WRITER" width="191" height="149" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pFh7suwvmyNNjkE6OHqJoqbDmbyLkuU2esweEYv_KrLKdkVIf3ni2CUeDEo_bEbzZqi6tnw-i7XTWDSj4k-KVEw?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image018" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1pPAdb9wbGe592RrzVu0e7SskC3HUFQ3Ap_GLWptyUzb_-YyKLedZbsihXwgKLHd30yGwLRcNa3mKdEuJ4yQMp8Q?PARTNER=WRITER" width="198" height="150" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pNw7dBboCjPDCxOvAkuIzAFTyRFIwuLLYSvwqh9Zy4WVwi_AAqQQjdf9ZkBkKvRpJA5cQFcYCcBdyW7EWp42lPw?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image020" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1pcRaTzvf2ktCXepokrjJkvfGjbw0l_10WL2_aNkReROclxjYR7AATNEScjZJI_bzs16FamtcKSMNob88bRlTYeA?PARTNER=WRITER" width="199" height="149" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;pemandangan indah dari beberapa resort&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Menyenangkan bukan. Duduk di tepi kolam kecil menyambut senja yang sebentar lagi akan turun. Cepatlah tidur malam ini karena besok olahraga air telah menanti kehadiranmu, teman. Banana Boat, Snorkling, Canoe, Selancar, Diving, atau hanya berkeliling naik boat. Mulai dari 15 menit – sesuka hati saja. Jangan lupa siapkan USD atau Sin$ sebagai alat transaksi. Saya sudah bilang belum jika Rp harus rela dikonversi ke dalam 2 mata uang asing tersebut. Jangan heran lagi dong ini sudah aturan mainnya. Nikmati saja keindahan dan kenyamanan yang ditawarkan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1phbRQ7hwaQpyydATxiQgVaqRKPolu42TlPS87zNqrHk66hvEsmLfLJ3EWYe8R0rhcjHQMyR8ottDv8BqexAuMjg?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image022" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1pTWzLzSs2rbNC_1kwBg1ga4TyNmh4eQcH0QkrAIEZw6Fj8pBOHnT6rJ-8CwwA9yCfr4yvlSS45-LeT-3JWqEcLw?PARTNER=WRITER" width="158" height="119" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1p6otpGKfTubZe_FhJbHFsSrWuUW69fX7cm0uriPQ4Li9Z6IoEsLw-6k_D43JCDS8mX6-NPuU0WvkbHpuRR-hzWg?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image024" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1p85LRS0l7c0OdhEq1hPPpjYKTplyAvo4IQQ3iSr9NK5u0DJeZNet1vxWWCvN40v0G4wFcbO3E5tVqFIrAYi4OzQ?PARTNER=WRITER" width="155" height="119" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pGwvB44jcSz45tL-nNFrgo5FNHLiCxRzuI0HK14yGD4KZ8Zb92xr0IhI_dNoPvPEESbkuuNoSACOB-gzmqpO9JQ?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image026" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1pC_wiQXcLRJrwrjrOgsPMk_mwZXf5wiIltjJdrUYJynK694BY-KINdjfyq9tqB1G0CDcNBPVUQbggJM1NGmujRg?PARTNER=WRITER" width="146" height="119" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1p2MRX5LKIsFtfbzUvY0pdEkzZOKkZMd3SKuwsYK0SAXaiuk5M6570KIVzfBe2IyOOzYy_SfGOnGs1fDI7BhwScg?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image028" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1p_C_bxiKuKJikjvPDCHXTIw8qh2_0L4Mifw2PPI7Wzj57UxeLAaWgVJhPrryr53GgFC2posqB648PfGBHytv9XQ?PARTNER=WRITER" width="151" height="119" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lelah berolahraga air seharian ini. Tuh ada tempat untuk bersantai. Silahkan lapor pada petugas jaga maka salah satu dari bangku itu bisa menjadi tempat kita beristirahat. Jangan lupa pesanlah minuman kesukaanmu, teman, sekalian cemilannya. Berbaringlah, lupakan semua rutinitas. Ketika pelayan datang membawakan pesananmu, silahkan dinikmati. Kalau sudah begini baru terpikir bahwa hidup itu indah. Rasanya tidak ingin kembali ke kantor bukan? Hembusan angin sepoi-sepoi diwaktu sore, memandang langit biru dan riak-riak kecil dipantai membuat mata pastilah tidak bersahabat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pB51FpniwJnFg3GMI0YBPNHx3R-OtmDEaV58AFYzc5gxPhrVp21ofqWWcSKTVmeC2gpBTf3VDWeAoEIkqpZxNLA?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="clip_image030" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1p2trkOO6z6mmKPI2fFOHw6NGP5ILfdjQboiQGCs_hONJvwLO4n1BeRP4IX-ZLJqFX0gzjW9ODfz9khhgQE6hCPg?PARTNER=WRITER" width="244" height="201" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidurlah teman, jangan khawatir para penjaga pantai akan membangunkan jika malam mulai turun. Bermimpilah. Mimpikan suatu hari nanti akan kembali lagi ke tempat ini. Tentunya bersama keluarga dan orang tercinta. Semoga kita bersilangan jalan di pantai ini tahun depan. Siapa tahu saya akan mengenalimu lebih dulu. Untuk kamu yang masih merencanakan perjalanan akhir tahun bisa lho jadikan tempat ini sebagai alternatif. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Indah bukan kota ini. Jika ada yang bertanya tempat seindah ini ada dimana sebut saja Tanjungpinang, Pulau Bintan. Melayu bahasanya. Penduduk lokal menyebutnya kota gurindam. Karena gurindam 12 lahir disini. Kecil kotanya namun telah menjadi tempat tujuan wisata bagi turis asing. Ssssttt, inilah kota kelahiran saya. Jangan lupa namanya Tanjungpinang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ket: Beberapa foto diambil dari internet&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-5046797489692087556?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/5046797489692087556/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=5046797489692087556&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5046797489692087556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5046797489692087556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/tanjungpinang.html' title='TANJUNGPINANG'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-8380885635278964607</id><published>2009-02-09T16:14:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T12:45:02.406+07:00</updated><title type='text'>LOVE IS BLIND</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/love-is-blind.html";digg_title = "LOVE IS BLIND";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://zvazkq.bay.livefilestore.com/y1pu30ainWWF4Kfq61aCJrZ7skKkBnRD5-Ujrkn3Bcjmc3LtbXdLrnM_vORqmxhzPNRbhXDxJg68n2mgFLBgWHUJw?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="Walpap (2498)" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1ppK1zYNtZ_xwVH2gSwhaHBOPhYM6lCs8HLfx5BhURvKMDi7ZCEDqhiZv2_JRVT9-hYkwKuBR6KkDxJyaBAjppkA?PARTNER=WRITER" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada yang baru saya sadari bahwa &lt;i&gt;Love Is Blind&lt;/i&gt;. Ternyata cinta itu bisa datang pada siapapun, tanpa memandang status siapa yang dihampiri. Masa sih? Gak percaya coba cermati video klip lagu terbaru dewi 'dee' lestari ‘Malaikat Juga Tahu’. Pemeran utama pria dalam video klip itu adalah Lukman Sardi yang berperan sebagai seorang lelaki yang pada awalnya saya pikir keterbelakangan mental. Ternyata saya salah Lukman Sardi berperan sebagai pria dewasa penyandang autis. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertama kali melihat video klip itu saya tidak mengerti jalan cerita apalagi pesan yang ingin disampaikan. Dengan penjelasan seorang sahabat dan membaca tulisan dewi lestari baru saya mengerti bahwa video klip itu mengangkat kisah nyata seorang pria 38 tahun yang terperangkap dalam mental anak 4 tahun. Dia penderita autis yang tidak tertangani dengan baik. Bukan karena biaya! Saat itu dunia kedokteran belum secanggih sekarang sehingga penderita autis hanya bisa menerima kenyataan hidup tanpa mengenal cita cita.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hidup dengan lakon yang sama. Tidak mengenal toleransi hanya mengerjakan aktifitas yang sama, diulang-ulang setiap hari. Tapi jangan salah walaupun pria ini penyandang autis namun dia bisa jatuh cinta. Sekali lagi dia jatuh cinta. Bukan pada sabun mandi koleksinya, bukan pula pada rutinitasnya. Dia jatuh cinta pada seorang wanita. Adil bukan? Tuhan itu adil bukan? Disatu sisi pria ini tidak bisa berinteraksi secara normal juga tidak bisa menjalani kehidupan seperti orang lain tapi Tuhan memperkenalkannya pada cinta.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Stop disini. Coba baca tulisan Dewi Lestari yang berjudul ‘Malaikat Juga Tahu’ di &lt;a href="http://www.dee-rectoverso.com/"&gt;www.dee-rectoverso.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apakah sekarang kamu setuju dengan saya bahwa &lt;i&gt;Love Is Blind&lt;/i&gt; ?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika melihat video klip ‘Malaikat Juga Tahu’ untuk kedua kalinya saya terkesima. Sungguh takjub dengan keberadaan cinta. Terpesona dengan kekuatan cinta yang bisa menarik dan menghadirkan siapapun dalam hidup. Bahkan dalam hidup seorang pria autis sekalipun yang bahkan sulit mengenali dirinya sendiri. Cinta tetap ada –untuknya-. Buat saya itu luar biasa. Sebelumnya saya tidak pernah melihat keajaiban seperti ini terjadi, menyadarinya pun tidak. Karena saya pernah dekat dengan kehidupan penderita autis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya takjub dengan kehidupan. Karena hidup selalu memberikan hadiah hadiah terindah. Cinta salah satunya. Dengan cinta kita mampu berkorban nyawa sekalipun. Ingat Juliet yang begitu cintanya pada Romeo sampai matipun dijadikan solusi untuk mereka tetap bersama. Dengan cinta seorang ayah mampu bekerja keras untuk bisa memberikan kebahagian pada anak laki-laki semata wayangnya. Coba nonton &lt;i&gt;The Pursuit of Happiness&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam &lt;i&gt;One Night with The King&lt;/i&gt;, Demi cinta, raja Xerxes sanggup mengabulkan permintaan -yang tidak masuk akal- Hadassah alias Ester, ratu Persia untuk membebaskan rakyatnya dari perbudakan. Karena cinta seorang ibu sanggup melakukan apapun untuk menghadirkan anaknya kedunia ini. Lihat pengorbanan ibu kita saat mempertaruhkan nyawa untuk melahirkan. Dan dengan cinta juga kita bisa bertahan sampai saat ini dengan pasangan kita walau tidak jarang ketegangan dan perselisihan terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ternyata cinta itu sederhana sekali. Datang, masuk dan hidup di hati. Indah dan terbuka. Ketika kita mencintai seseorang bukankah kita selalu ingin berbagi dengannya. Selalu ingin berada didekatnya, menemani melewati masa masa tersukar dan berbagi tawa saat bahagia. Bukankah kita selalu ingin jujur padanya. Dalam segala hal tanpa ada yang ditutupi. Keterbukaan istilahnya. Bukankah cinta itu selalu seimbang, jika telah diberi juga akan memberi bukan untuk membalas tapi untuk mengungkapkan cinta dengan cara yang lebih kreatif dan hidup.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun kadang cinta bisa berubah di tengah jalan. Sehingga seringkali telunjuk yang diciptakan Tuhan untuk tujuan mulia digunakan untuk menuding orang tercinta. Ketika cinta berseberangan jalan dengan harapan seringkali cinta ditinggalkan dengan alasan klise, sering malah tidak masuk akal. Namun bagi saya cinta tetaplah sederhana. Sesederhana mensyukuri hidup. Sesederhana seorang penderita autis bisa menulis surat cinta pada wanita pilihan hatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagi saya cinta tidak pernah berubah. Cinta tetap sama. Tetap mampu membuat kita tersenyum sendiri seperti orang gila. Dan cinta tetap buta. &lt;i&gt;Love is Blind&lt;/i&gt; ternyata itu benar. Keinginan kitalah yang membuat cinta itu tidak lagi buta. Biarkan saja cinta selalu buta karena cinta terlahir tanpa sekat. Cukup dirasakan tidak perlu dipikirkan. Hmmm, Sudah siapkah kawan untuk menerima kehadiran cinta dan tetap membiarkannya selalu buta ???&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;em&gt;Tulisan ini terinspirasi dari lagu dan tulisan “Malaikat Juga Tahu”-nya Dewi 'dee' Lestari, Bisa dilihat di &lt;/em&gt;&lt;/b&gt;&lt;a href="http://www.dee-rectoverso.com/"&gt;&lt;em&gt;www.dee-rectoverso.com&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;. &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Lagu yang mampu merubah cara pandang saya tentang cinta.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-8380885635278964607?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/8380885635278964607/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=8380885635278964607&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8380885635278964607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8380885635278964607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/love-is-blind.html' title='LOVE IS BLIND'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-7640189363268153527</id><published>2009-02-09T16:13:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T12:44:32.262+07:00</updated><title type='text'>SOPAN ITU MAHAL SEKALE</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/sopan-itu-mahal-sekale.html";digg_title = "SOPAN ITU MAHAL SEKALE";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kesopanan itu mahal harganya saat ini. Di era globalisasi dan modern seperti sekarang ini, yang segala sesuatu serba instan tenyata sudah banyak orang yang menganggap sopan itu kelaut aja. Seperti kejadian barusan saat saya sedang mengantri dengan tertibnya di depan kasir sebuah swalayan besar di daerah saya. Sedang menunggu giliran untuk membayar saya iseng melihat tumpukan minuman botol di letakan berjejer rapi jali di atas rak. Saya tertarik dan berjalan melihatnya. Keranjang saya letakkan di tempat saya mengantri ditemani oleh kakak saya. Sedetik kemudian ketika saya balik lagi ke antrian, tiba-tiba ada seorang wanita muda yang berumur awal 20-an menyerobot antrian saya tanpa membawa belanjaan apapun. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tangannya benar-benar kosong bahkan selembar kertas tanda bukti pembelian yang membutuhkan nota pun tidak ada. Saya menoel pundaknya dan menegur kelakuan super sembarangannya itu. Dia menatap saya –mundur- sambil marah-marah yang intinya seharusnya saya menaruh keranjang belanjaan saya dalam antrian. Saya menoleh kearahnya dan perdebatan mulut pun terjadi. Dia keukeh jumekeh bahwa sayalah yang salah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Excuse me&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;I beg your pardon, please&lt;/i&gt;, bukankah seharusnya saya yang marah? &lt;i&gt;Well&lt;/i&gt;, bagus sekali pembelaan diri yang dilakukannya padahal keranjang belanjaan dan kakak saya telah antri sekian menit disana. Tanpa minta maaf dia terus mengomeli saya. Yang akhirnya membuat kemarahan saya sampai juga diubun-ubun. Saya pun meledak dalam bahasa yang sulit ditangkap dan dicerna oleh otaknya *kale*. Karena setelah itu dia masih saja menyalahkan saya dan berbicara dengan tidak sopannya. Catat dengan tidak sopannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kepada temannya yang sedang mengantri di kasir sebelah dia berbicara dalam bahasa daerah yang tidak saya mengerti. Saya mengarahkan padangan pada kakak saya yang malah disambut dengan senyum penuh arti. Dengan santai kakak saya malah tersenyum sinis sambil berkata: “Ngeladenin orang kampung kayak dia malah bikin kita ikut-ikutan jadi kampungan!” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;“ …………????” &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wanita awal 20-an yang telah menyerobot antian saya tadi pergi tanpa membayar apapun dikasir. Melewati palang pintu masuk untuk berjalan keluar akibatnya separuh badannya tersangkut disana. &lt;i&gt;Excuse me once again, FYI&lt;/i&gt; neng itu pintu buat masuk bukan keluar. Saya dan kakak menatap wanita itu dengan senyum lebar. Orang-orang disekeliling saya yang melihat kejadian penyerobotan itu pun melakukan hal yang sama, ikut tersenyum sambil berbisik-bisik. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hare gene masih ada aja lagi orang keras kepala gak tau aturan kayak gitu. Sudah salah dengan menyerobot antrian orang. Dikasih tau malah ngotot dan marah-marah pula. Kelaut aja neng. Sekali lagi kesopanan itu sekarang ternyata mahal harganya. Lebih banyak orang orang keras kepala yang selalu menganggap dirinya benar. Padahal kesalahan itu sudah terlihat didepan mata. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tulisan ini hanya untuk ngeluarin unek-unek aja.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-7640189363268153527?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/7640189363268153527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=7640189363268153527&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7640189363268153527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7640189363268153527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/sopan-itu-mahal-sekale.html' title='SOPAN ITU MAHAL SEKALE'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-5704933688304791315</id><published>2009-02-09T16:12:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T12:42:43.060+07:00</updated><title type='text'>OH JATUH CINTA</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/oh-jatuh-cinta.html";digg_title = "OH JATUH CINTA";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mencintainya membuat hati selalu berdebar-debar. Selalu ada sesuatu didalam sana yang membuat perut terasa kaku dan keram. Sulit bernafas jika tiba-tiba saja dia ada didepan mata. Bibir rasanya tidak bisa terbuka sedikit pun kecuali untuk tersenyum dan tersenyum. Memandangnya membuat seluruh dunia seakan berhenti pada satu titik yaitu wajahnya. Yap jatuh cinta selalu membuat seseorang senewen gak karuan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kadang saya menemukan gejala-gejala yang malah sampai pada tahap kronis seperti senyum senyum sendiri padahal gak ada yang lucu. Gembira berlebihan padahal gak sedang dapat undian satu milyar. Suka berlama lama di depan kaca padahal dandan udah kelar 2 jam yang lalu. Ehm…. Suka geratakin isi lemari pakaian yang berakibat semua penghuninya terpaksa terlempar ke tempat tidur. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Runyam. Jatuh cinta memang bikin runyam jagat raya. Dunia serasa terbalik. Semua serba berubah mulai dari kebiasaan sampai kesenangan. Kalau sudah begitu semua dilakukan demi terlihat sempurna di depan orang yang dicintai. Tabungan pun menipis karena keseringan dipakai buat ke mal *beli baju lagi beli baju lagi*. Yang gak pernah pernahnya perduli dengan penampilan malah jadi langganan tetap sebuah salon. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Repot. Setiap hari telepon-telponan dengan sahabat Cuma buat melaporkan perkembangan terakhir. Kasihan tuh sahabat, telinga yang diciptakan Tuhan dengan tujuan mulia *untuk mendengarkan keluhan banyak orang* malah di kontrak sepihak demi mendengarkan celotehan sahabat yang sedang jatuh cinta. Selain itu, Woi dapat salam tuh dari pulsa. Tagihan telepon bisa membuat bokap nangis darah. Keterlaluan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi itulah jatuh cinta selalu membuat kita menghalalkan pemborosan demi menarik perhatiannya. Ternyata gejala-gejala diatas tidak hanya dilakukan seorang ABG yang sedang jatuh cinta, orang dewasa pun. Gak percaya. Coba berhenti sejenak, putar badan teman dan perhatikan, berapa banyak coba teman-teman sekantor dan kampus melakukan pemborosan akut begitu. Atau jangan jangan kita sendiri pun melakukannya *weitz*. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa waktu lalu saya melihat sepasang ABG yang sedang jatuh cinta. Si cewek bermanja-manja dengan santainya. Orang-orang disekitar mereka yang melihat kejadian itu pasang muka jutek sekale. Saya hanya berdiri beberapa meter dari pasangan muda itu, melihat sambil senyum senyum sendiri mengingat masa ABG saya. Buat saya hal itu biasa, toch dulu pun saya norak seperti mereka. Biarlah mereka menikmati saat saat yang belum tentu bisa diulang lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Well, awalnya Cuma iseng malah jadi tulisan ini. Tertarik aja melihat sesuatu yang mampu membangkitkan kenangan masa masa ABG. &lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-5704933688304791315?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/5704933688304791315/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=5704933688304791315&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5704933688304791315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5704933688304791315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/oh-jatuh-cinta.html' title='OH JATUH CINTA'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-8291333049304257515</id><published>2009-02-09T16:11:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T12:51:44.137+07:00</updated><title type='text'>TENTANGNYA</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/tentangnya.html";digg_title = "TENTANGNYA";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Matahari sedang tidak bersahabat hari ini, sinarnya cukup mampu membuat saya dehidrasi hanya dalam waktu beberapa menit dari tegukan terakhir minuman tadi. Otakpun seakan terpacu untuk segera mendinginkan badan dalam ruangan tertutup nan nyaman. Walaupun tidak ber-AC namun tetap saja sangat berarti dalam keterikan siang ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya saya bisa berada dalam bangunan tua yang sudah tidak layak huni ini tentunya setelah menunggu petugas administrasi yang super duper lelet menjinakkan pulpennya. Busyet deh untuk mengukir nama dan keperluan saya di atas selembar kertas saja saya harus menunggu beberapa menit. Tidak bisakah menulis lebih cepat lain kali mas, sehingga orang lain tidak perlu merasa ingin menyekolahkamu menulis cepat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah melewati petugas pintu masuk yang berhak untuk memeriksa tas tangan saya atas nama keamanan. Hei, termasuk menengok isi dompet saya. Tolong deh yang ini bukankah tidak masuk dalam birokrasi keparat ini. Yang benar saja. Saya harus merelakan kaki saya melangkah ke sebuah meja petugas kedua. Yang ini lebih gak banget deh. Semua kantong plastik kresekan saya dibuka dan diperiksa satu per satu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oke, saya mengerti ini tugas mereka. Tapi apakah tidak ada sedikitpun kepekaan terhadap manusia rapi jali dan super manis yang sedang berdiri didepan kalian ini. Haits. Paling tidak sedikit sopanlah ketika memeriksa barang bawaan saya. Toch setiap hari saya datang ke tempat ini. Dengan bawaan yang itu-itu saja. Makanan. Ya kantong plastik kresekan tidak akan saya gunakan untuk menyimpan dokumen maha penting, halo. Itu hanya berisi makanan yang baru saja saya beli atau dilain waktu saya bawa dari rumah. Tapi sudahlah toch berteriak sekeras mungkin untuk memprotes pemeriksaan keparat itu juga tidak akan mempengaruhi siapapun. Semuanya pasti bergeming. Percuma saja memprotes hal yang telah menjadi birokrasi lokal. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hari ini saya berkunjung ke tempat yang ditakuti dan dijauhi sebagian besar orang. Termasuk saya dulu. Mungkin jika tidak karena ‘pembelajaran’ ini saya tidak pernah menginjakkan kaki di sini. Kotor, pengap, tertutup dari kehidupan ‘nyaman’ yang sarat perubahan dan informasi, terbelenggu dan tanpa batas waktu. Itulah sepenggal pendapat saya tentang tempat ini. Hidup yang terbiasa bebas berekspresi melakukan hal-hal tanpa batas sekarang harus dibatasi dengan ketidakadilan untuk beberapa orang dan keadilan untuk yang lainnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tempat ini tidak pernah menjanjikan apa-apa termasuk pada orang-orang tidak beralasan cukup kuat untuk berada didalamnya. Tapi tetap saja menjanjikan ‘kelangsungan’ hidup bagi beberapa mulut. Tentunya dengan kalimat sehalus mungkin tapi tetap saja ‘memaksa’ tanpa alternatif bisa menolak. Orang sudah susah masih dibikin lebih susah lagi adalah slogan yang tepat untuk kondisi didalam tempat ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah direnggut paksa kemerdekaan hidupnya sekarang harus berhadapan dengan kepailitan. Tidak bisa ditawar. Tidak bisa juga tidak dipenuhi. Haruskah membebani hidup orang-orang yang ditinggalkan dengan keterpurukan lainnya? Tidak bisakah membedakan kejahatan dan jebakan? Tidak bisakah menggunakan hati nurani untuk sebagian orang? Sudah sebegitu lupakah pada aturan-aturan yang lebih tinggi yang pasti akan dihadapi semua manusia ketika terenggut dari dunia. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya berjalan melewati warung kecil dan beberapa ruangan yang dipenuhi dengan manusia-manusia tidak punya otak yang telah sekian lama mengabaikan hati kecil. Sebagian dari mereka masih punya hati nurani yang tentunya tidak bisa berbuat banyak karena jauh dari otoritas. Duduk dikursi kayu lusuh menunggu kedatangan seseorang. Sambil terus berpikir dan memilih kata-kata yang tepat untuk diucapkan. Saya sadar kesalahan ucap sedikit saja bisa berakibat ketidaknyamanan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari kejauhan saya telah melihatnya, menggenakan celana panjang dan kaos oblong. Berjalan menuju petugas pintu, melaporkan diri dan menemui saya. Melihat wajahnya hati saya sangat bahagia tapi melihatnya ditempat ini membuat hati saya sangat-sangat miris. Tetap saja selalu berjanji dalam hati akan melakukan semua yang terbaik untuk mengembalikannya pada kehidupan, keceriaan dan semangat hidup yang dulu itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya berbincang dengannya menjelaskan semua hal yang bisa membuat bibirnya tersenyum. Mengajaknya bercerita kejadian-kejadian seru yang membanggakan hatinya. Menunjukkan perhatian yang begitu dalam atas apa yang menimpanya. Menyediakan telinga untuk mendengar penuturan tulusnya bahwa setia kawan dan tanggung jawablah yang telah membawanya berkenalan dengan tempat ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tiba-tiba seorang pria berwajah kucel berkulit hitam dan menggenakan baju biru mencolek pundak saya. Berbicara tiga patah kata dan saya telah sangat mengerti. Mengucapkan beberapa kalimat lagi akhirnya saya berlalu dari tempat itu. Dengan tidak rela saya melangkahkan kaki ke pintu yang ada didepan sana. Pintu terbuka dan tertutup kembali. Saya membalikkan badan masih dengan rasa tidak rela melangkahkan kaki dengan pikiran penuh. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Walaupun telah berlalu dari sana, wajahnya masih memenuhi pikiran saya. Orang paling dekat dengan saya mempertaruhkan hidupnya hanya demi setia kawan dan rasa tanggung jawab. Dibenci dengan alasan yang tidak jelas, dijebak dengan cara yang tidak manusiawi, ditekan dengan cara yang kejam dan dibiarkan dengan tidak setia kawan dan tidak bertanggung jawab. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya mejadi saksi hidup untuk apa yang telah dilakukannya selama ini. Dia tidak pernah hidup untuk dirinya sendiri. Bahkan ketika orang lain berbohong mohon belas kasihannya pun tetap saja rupiah keluar dari dompetnya. Orang baik yang selalu menjadi penolong pertama yang didatangi orang-orang yang mengenalnya jika mereka dalam kesulitan. Orang yang selalu dimintai pendapat oleh orang lain untuk masalah yang mendera hidup mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang yang selalu memberikan peluang kedua pada kesalahan orang lain. Orang yang dengan rela mematikan cita-cita dan impiannya demi orang-orang terkasih. Orang yang selalu cekatan jika melakukan banyak hal. Orang yang selalu bertindak lebih dulu untuk menyelesaikan ketidakbereskan yang dilakukan orang lain. Orang yang dalam hidupnya hanya menikmati sedikit kebahagian. Orang yang tidak pernah mencelakai hidup orang lain dengan cara apapun. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yang dikenal oleh orang lain sebagai orang yang sangat baik dan sopan. Orang yang sangat menghormati yang lainnya bahkan yang berusia jauh lebih muda darinya. Orang yang selalu tanpa berpikir dua kali memenuhi kekurangan yang ada di depan matanya. Orang yang selama ini saya jadikan cermin untuk bertindak. Orang yang telah membuat saya berjanji pada diri sendiri akan membahagiakan hidupnya setelah ‘pembelajaran’ tahap ini selesai. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya akan kembali setiap hari untuk bertemu dengannya bukan sebagai kewajiban dan keharusan. Bukan hanya untuk membawakan makanan padanya. Tapi saya datang karena &lt;b&gt;rasa hormat&lt;/b&gt; saya padanya. Karena saya &lt;b&gt;sangat menghargainya&lt;/b&gt; sebagai seseorang yang layak mendapat tempat pertama di hati saya dan setiap orang. Karena saya selama ini telah lebih banyak &lt;b&gt;menerima kebaikan hati dan ketulusannya&lt;/b&gt;. Karena saya telah mendapati bahwa saya sangat &lt;b&gt;mencintai dan menyayanginya&lt;/b&gt;. Dalam hidup selanjutnya saya teramat sangat ingin membuatnya selalu tersenyum. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Satu-satunya hal yang bisa saya terima sebagai kehilangan hanya sebuah kematian. Akhir kehidupan manusia yang tidak pernah bisa dilawan oleh tangan siapapun dan usaha apapun. Hanya itu yang bisa membuat saya merelakannya. Selain itu saya tidak akan pernah diam tanpa melakukan apapun. Walaupun saat ini ada rasa kehilangan dalam hati tapi saya masih akan terus berjuang dengan tangan dan usaha. Saya percaya saya pasti menang karena saya tahu Siapa yang berada di balik usaha dan perjuangan ini.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-8291333049304257515?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/8291333049304257515/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=8291333049304257515&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8291333049304257515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8291333049304257515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/tentangnya.html' title='TENTANGNYA'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-1580001781814578688</id><published>2009-02-09T16:10:00.001+07:00</published><updated>2009-03-12T13:00:37.294+07:00</updated><title type='text'>CURHAT KECOLONGAN</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/curhat-kecolongan.html";digg_title = "CURHAT KECOLONGAN";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana. Masa depan itu memang ada, tapi kita tidak bisa melihatnya ketika kehidupan masih bernama &lt;b&gt;sekarang&lt;/b&gt;. Namun kita masih bisa memilih untuk terus berjalan menyonsong masa depan atau berhenti di masa sekarang dan mengakhiri semuanya menjadi kisah yang hanya bisa jadi kenangan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Demikian juga saya yang tidak tahu bahkan besok apa saja yang dapat terjadi. Hari ini saya bisa tertawa bahagia mungkin karena berbagai pencapaian yang saya hasilkan. Tapi besok bisa saja saya menangis karena hidup sedang mengajarkan saya lewat pengalaman berharga. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kehidupan tidak selalu memberikan kenyamanan dan kebahagiaan. Kadang juga ketidakadilan dan kesedihan, ketika berada didalamnya saya tidak bisa memilih untuk tidak mau menjalaninya. Tapi saya masih bisa memilih untuk berusaha menerima dengan kelapangan hati. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tidak mudah. Saya tahu pasti itu. Namun ketika saya mulai merelakan hati untuk menjalaninya ,percaya saja, selalu ada akhir dari setiap perjalanan. Akhir itu pun tergantung respon yang saya munculkan selama pengalaman berharga itu berlangsung. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Buat saya merelakan sama saja dengan memaafkan siapapun yang terlibat didalamnya. Termasuk memaafkan diri sendiri dan membebaskan hati dari rasa bersalah. Memaafkan bukan sebuah proses. Bagi saya memaafkan adalah sebuah &lt;b&gt;tindakan&lt;/b&gt;. Tindakan yang justru akan melepaskan saya dari segala macam sakit hati dan kecewa. Semakin cepat maaf saya berikan semakin sedikit waktu yang saya butuhkan untuk &lt;i&gt;‘berdarah-darah’&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sakit memang karena pasti saya akan berbenturan dengan persepsi dan kebenaran sendiri. Menurut saya merekalah yang salah bukan saya. Well, memaafkan tidak berarti bahwa saya berada di pihak yang salah. Memaafkan berarti saya menghentikan aliran-aliran negatif yang bisa mempengaruhi pemikiran-pemikiran dan keputusan-keputusan saya untuk meneruskan perjuangan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika kata maaf itu telah benar-benar keluar dari hati ,percayalah, bahwa energi-energi negatif yang selama ini mendominasi logika akan hilang dengan seketika. Ketika energi-energi negatif itu telah pergi jauh dari hati barulah bisa berpikir lebih jernih. Bahwa setiap pengalaman hidup merupakan pembelajaran yang hanya bisa ditemui dalam sekolah kehidupan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Walaupun pengalaman itu mendorong saya sampai jatuh ke tanah tapi saya memilih untuk berdiri dan berjalan lagi. Setiap pengalaman hidup menyelipkan hikmah. Karena tidak ada pengalaman yang datang dalam hidup melebihi dari kemampuan seseorang untuk menjalaninya. Setiap orang punya kapasitas sendiri untuk melewati berbagai macam badai dalam perjalanan menuju titik tertentu dalam hidup. Badai itulah yang membantu saya untuk mengukur di titik mana saya telah berada selama ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Badai hidup membuat saya bisa &lt;i&gt;‘mendengar dengan jelas’&lt;/i&gt;. Membuat saya &lt;i&gt;‘berjalan dengan hati-hati’&lt;/i&gt; namun tetap bersahabat dengan logika dan hati. Membuat saya belajar untuk &lt;i&gt;‘tulus seperti merpati dan cerdik seperti ular’&lt;/i&gt;. Mengajarkan saya untuk tetap &lt;i&gt;‘bermain’&lt;/i&gt; pada jalur yang sehat. Dan &lt;i&gt;‘membuka mata’&lt;/i&gt; saya bahwa manusia jika digabungkan dengan kekuasaan maka hanya uanglah yang bisa membereskannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi saya lebih percaya Kuasa yang lebih besar dari kekuasaan yang sedang dilakoni didepan mata saya. Saya percaya Kuasa itu yang sedang menuntun tangan saya ketika badai tengah menghantam. Memperlihatkan kepada saya apa yang sebaiknya saya milki untuk menghardik badai agar berhenti. Saya percaya badai ini pasti akan segera berlalu.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-1580001781814578688?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/1580001781814578688/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=1580001781814578688&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/1580001781814578688'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/1580001781814578688'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/curhat-kecolongan.html' title='CURHAT KECOLONGAN'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-1046473525770433558</id><published>2009-02-09T16:09:00.004+07:00</published><updated>2009-03-17T14:41:51.824+07:00</updated><title type='text'>KETIKA</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/ketika.html";digg_title = "KETIKA";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika orang mulai memaksakan hasil pemikirannya pada orang lain. Memaksakan semua kehendak seenak perutnya. Ketika pintu maaf tidak bisa lagi terbuka untuk yang bersalah. Ketika orang tidak mampu lagi menerjemahkan benar salah dalam konsep yang sesungguhnya. Ketika orang melihat dirinya lebih benar dari yang lain sehingga mengutuki semua perbuatan orang lain. Ketika mata hatinya pun telah tertutup untuk seorang sahabat dan saudara yang kemudian dijadikan bekas sahabat dan bekas saudara. Ketika semua pintu logika sudah tidak bisa lagi mengetuk walau hanya untuk sekedar menonggolkan kepala tanpa berani menampakkan diri. Ketika orang sudah mengganggp apa yang dilakukan dan dijalaninya selama ini lebih bermanfaat dari apa yang dilakukan oleh orang lain. Ketika itulah orang akan mulai berpikir sangat dangkal. Hanya permusuhan yang tercipta dalam hidupnya, tanpa sadar. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://nnnqng.bay.livefilestore.com/y1ponz-77CnrckgD4T4Sv9HFZF5oMJKws6Ftsd577Io3QsqSB67H42mahOrYzv2VhWshqFDBZBgathaDH-HT0y8OA?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;img border="0" alt="Walpap (67)" src="http://byfiles.storage.msn.com/y1p3dwkwlB-Dmf7Av9Kup4Sh-QZ_IvfdaOz_i7xyOZw60Fek7POGg4AocJcjsn3v_qZX2hYwolPzk0?PARTNER=WRITER" width="244" height="184" /&gt;&lt;/a&gt; Kenapa harus menyalahkan orang lain ketika dia bersilang pendapat dengan kita. Kenapa harus memaksakan kehendak diri sendiri sementara orang lain terenggut kebahagiaan hidupnya. Kenapa harus menghakimi orang lain sementara belum tentu apa yang kita lakukanlah yang terbaik. Kenapa harus memaksa orang lain bernafas dengan impian dan harapan kita jika mereka masih punya waktu dan kesempatan dan hak untuk memilih sendiri. Kenapa harus memaksakan orang lain menjadi seperti kita dengan kepribadian yang bukan mereka banget hanya untuk menyenangkan entah siapa. Kenapa harus memaksakan ide-ide yang belum tentu cocok untuk orang lain. Mungkin untuk kita ide itu cocok tapi tidak untuk orang lain. Kenapa harus mengkerdilkan pikiran padahal sebelumnya kita tidak seperti itu. Kenapa setelah mengenal segala kebaikan lebih lama, lebih baik dan lebih sempurna menurut kita, malah jadi hakim atas orang lain. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tahukah kamu bahwa setiap orang punya hak hidup dan memilih apa yang disukainya. Bahkan seorang pembunuh pun berhak untuk kesempatan bertobat. Tuhan yang memberikan hidup ini pun berbelas kasihan pada setiap pelaku kejahatan. Kenapa kamu tidak?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setiap manusia berhak atas kesempatan kedua. Berbuat salah itu tidak salah. Itu bukan satu kejahatan. Berikan kesempatan kepada kesalahan. Tidak semua orang bisa belajar dari pengalaman dan kesalahan orang lain. Tapi justru belajar dari kesalahannya sendiri. Beri saja kesempatan itu pada orang lain, kesempatan untuk melakukan kesalahan. Manusia itu adalah manusia. Bukan barang eksperimen. Anjing dan kucing saja jika dilatih dengan intensif akan bermanfaat untuk majikannya. Apalagi manusia? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika orang telah melakukan kesalahan tahulah mereka bahwa keputusannya salah. Kenapa harus memaksakan. Kenapa juga harus menyalahkan. Oh kamu tidak mau menjerumuskan orang lain pada kesalahan yang tidak perlu. Itu katamu ? Oke, dari mana kamu tahu bahwa apa yang kamu anggap sebagai kesalahan bukanlah kesalahan bagi orang lain. Saya pikir kita bukanlah penentu jalan hidup manusia. Apa yang baik menurut kita belum tentu buat yang lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Teman, kita berasal dari latar belakang budaya dan keluarga yang berbeda. Pengalaman yang kita milki pun berbeda. Apa yang kamu katakan sebagai masa lalu belum tentu jadi masa lalu juga buat orang lain. Bukankah alangah lebih baiknya jika kita belajar menerima orang lain apa adanya. Belajar untuk menghargai siapa yang kita sebut dengan teman, sahabat atau saudara. Bukankah lebih bijak jika kita berbeda dengan orang lain. Agar perbedaan itu membuat kasanah pemikiran kita bertambah dewasa. Bertambah luas. Kita justru bisa belajar dari segala sesuatu yang tidak ada dan tidak pernah kita alami. Bukankah perbedaan itulah yang seharusnya membuat kita kaya dalam bertindak. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebagaimana kita menginginkan orang lain menghargai dan menghormati kita berbuatlah demikian terlebih dulu. Hukum sebab akibat masih berlaku hingga detik ini, teman Ketika kita menebar senyum meskipun pada orang yang tidak kita kenal, kita akan mendapati bahwa senyum juga lah yang akan kita dapatkan. Ketika kita menyerahkan tangan kanan untuk bersalaman maka orang lain akan memberikan tangan kanannya juga untuk balas menjabat tangan kita. Jika orang yang baru saja bersilangan jalan dengan kita, orang yang belum lama kita kenal bisa melakukan kebaikan, apalagi orang yang telah kita anggap sebagai teman, sahabat dan saudara. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Teman, saya tidak ingin menghakimimu. Saya hanya ingin memberitahu bahwa persilangan pendapat dengan orang lain adalah hal yang wajar. Itu sehat. Selama kamu dan orang lain adalah dua orang yang berbeda maka persilangan itu pasti akan selalu terjadi. Belajarlah untuk menerima orang lain apa adanya. Belajar lah juga untuk menghargai orang lain. Bukan hanya orang tua yang perlu kamu hargai dan hormati. Bahkan teman, sahabat dan saudara yang lebih muda darimu pun perlu dihargai. Karena mereka juga manusia. Kita dan mereka sama. Sama-sama manusia yang suatu saat bisa melakukan kesalahan. Sama-sama sedang mempelajari kehidupan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mungkin saat ini kamu tidak bisa mengerti keputusan yang diambil orang lain. Bukankah kita hanya perlu belajar untuk meghargai dan memahami kondisi yang mengharuskannya mengambil keptusan seperti sekarang ini. Tidak semua orang bahagia ditempat yang sama dengan kita. Mungkin kamu bahagia disana. Mungkin kamu menganggap bahwa tempat dimana kamu berada sekarang ini adalah tempat paling nyaman dan terbaik sedunia. Belum tentu untuk orang lain. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sang khalik telah menciptakan manusia dengan potensi dan keahlian tertentu. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kebisaan&lt;/em&gt; &lt;/strong&gt;yang berbeda untuk masing-msing orang tidak akan membuat orang melakukan hal yang sama pada waktu yang sama. Biarkan saja orang lain menentukan apa yang ingin dilakukannya karena itu pasti sesuai dengan kata hati dan potensi yang dimilikinya. Karena setiap orang lebih tahu apa yang terbaik bagi dirinya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Memaksa orang lain untuk menyelesaikan sesuatu yang bukan dia banget adalah sebuah tindakan kejam. Berikan saja kesempatan padanya untuk membuktikan diri pada sesuatu yang dia senangi, saya yakin dia akan bisa menghasilkan yang tidak pernah kamu lihat sebelumnya. Saya percaya pada kemampuannya. Saya percaya pada keberhasilannya. Saya percaya dia mampu menjadi seseorang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Teman, belajarlah untuk berpikiran terbuka. Jangan hanya bisa menghakimi orang lain karena keputusannya. Sebuah keputusan tidak akan diambil tanpa melalui pemikiran yang panjang dan matang. Bukan hanya kita yang matang dalam berpikir, orang lain pun. Ketika keputusan itu telah diambil jangan pernah mempertanyakannya. Berikan saja dukungan padanya. Hanya dukungan yang bisa membuat semangat terus menyala dalam dada. Dan semangat bersahabat dekat dengan kesuksesan. Suatu saat nanti dia pasti akan sukses dengan caranya sendiri. Percayalah teman dia pasti bisa&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-1046473525770433558?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/1046473525770433558/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=1046473525770433558&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/1046473525770433558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/1046473525770433558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/ketika.html' title='KETIKA'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-681517210805421748</id><published>2009-02-09T16:09:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T14:41:21.692+07:00</updated><title type='text'>TRAVEL ON SHOESTRING FUNNY SHOOT</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/travel-on-shoestring-funny-shoot.html";digg_title = "TRAVEL ON SHOESTRING FUNNY SHOOT";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1p3Imze_bn3L3pB7TPaMw_yfhMi6APrsjwkegIdt7ywHjj_9BXu0Y_xwO9yDkRI3sn"&gt;&lt;img alt="Image (124)" src="http://byfiles.storage.live.com/y1p3Imze_bn3L3pB7TPaMw_yfhMi6APrsjwkegIdt7ywHjj_9BXu0Y_xwO9yDkRI3sn" width="150" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pjdc0TyqCj2JoNa9F2FbEFyeCBKZhyQQuot4WBET3r2ewA4fQJLfeg9yTYGw5--A4YaPdr4VINxg?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;/a&gt; Dapatkan &lt;strong&gt;snack beer&lt;/strong&gt; &amp;amp; &lt;strong&gt;softdring&lt;/strong&gt; &lt;u&gt;hanya&lt;/u&gt; di minimart lantai 2 terminal bis Phuket Thailand. &lt;/p&gt; &lt;a href="http://awublw.bay.livefilestore.com/y1pzXYhkNvLTVpTmaJmjipQbL6QPH97qrXdI6PtbU8Vk4Y7yrcMOG4K0Xr0dnEcu6LZ-V03eTr2CNsqEvRtB-z5FA?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1poNjIF_Z0Vmlly7qII3U4uxvkwYoExXZVu8ZvE5gvQIC4Y1uvuY3qo5FByEYiHdOo"&gt;&lt;img alt="Image (174)" src="http://byfiles.storage.live.com/y1poNjIF_Z0Vmlly7qII3U4uxvkwYoExXZVu8ZvE5gvQIC4Y1uvuY3qo5FByEYiHdOo" width="267" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;Orang di counter terminal bis Hatyai Thailand ini cuma mo bilang gini teman: Money changer. Cape deh&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-681517210805421748?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/681517210805421748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=681517210805421748&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/681517210805421748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/681517210805421748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/travel-on-shoestring-funny-shoot.html' title='TRAVEL ON SHOESTRING FUNNY SHOOT'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-7105669175775956292</id><published>2009-02-09T16:04:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T14:41:01.065+07:00</updated><title type='text'>IMPIAN ITU, SEKARANGLAH WAKTUNYA</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/impian-itu-ekaranglah-waktunya.html";digg_title = "IMPIAN ITU, SEKARANGLAH WAKTUNYA";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1p2vUJQs-UUo--XSOxnvhXDxChSX4tTiw_0CdkW0XkHlxoO03oUMHIibZYWohIcl2l"&gt;&lt;img alt="Image (182)" src="http://byfiles.storage.live.com/y1p2vUJQs-UUo--XSOxnvhXDxChSX4tTiw_0CdkW0XkHlxoO03oUMHIibZYWohIcl2l" width="267" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;Saya suka travelling dengan budget minim. Hanya dengan modal nekat dan keinginan menjawab tantangan. Walaupun saya seorang wanita buat saya tidur di terminal ketika travelling ke luar negeri bukanlah hal yang perlu ditakuti. Selain saya percaya keselamatan diri sendiri. Saya juga percaya bahwa Tuhan akan selalu menyertai perjalanan saya. Naif memang tapi ternyata berpikir positif sangat berguna lho untuk membangun kepercayaan diri sendiri. Kalo hal yang buruk saja bisa terjadi dari hasil pemikiran negatif kenapa saya tidak belajar mengubah cara berpikir saya jadi positif biar selalu hal positif dan kebaikan lah yang akan saya temui dalam perjalanan hidup saya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dua minggu saya cuti dan mengisinya dengan conference dan petualangan kebeberapa negara. Menyenangkan dan saya kembali menemukan apa yang saya banget ditengah-tengah rutinitas pekerjaan saya. Melanglangbuana seperti dua minggu itu membuat saya lebih mengenal diri saya sendiri. Memang dengan posisi yang saya miliki saat ini rasanya seperti membalikan telapak tangan untuk &lt;i&gt;holiday&lt;/i&gt; ke beberapa negara dengan fasilitas lebih baik. Tapi bukan itu yang saya inginkan. Saya menginginkan petualangan. Coba bayangkan petualangan seperti apa yang bisa saya dapatkan jika saya berpergian layaknya pelesir saja. Dengan semua fasilitas terbaik dan &lt;i&gt;tour&lt;/i&gt; yang menyenangkan. Wah, itu sih bukan saya banget. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejak kecil saya memimpikan satu hari nanti entah dimanapun saya bekerja dan dengan profesi apapun, saya tetap ingin menjadi seseorang yang sederhana dan pencinta travelling. Yang jika menginginkan sesuatu harus bekerja keras tanpa memanfaatkan fasilitas yang saya miliki. Impian itu sudah saya simpan selama puluhan tahun, tanpa tahu kapan akan bisa terwujud. Dan kemudian terwujud di tahun 2008 ini, membuat saya sangat bahagia. Tentu saja. Setiap orang pasti punya mimpi. Punya cita-cita yang suatu hari ingin diwujudkan, apapun tantangannya. Sekalipun dengan keringat dan airmata. Apakah seperti itu juga, kawan? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya begitu. Tapi impian saya tidak bisa langsung terwujud hanya dengan selalu memeluknya dalam tidur saya sekalipun. Saya memupuknya dengan buku-buku, majalah-majalah atau Koran-koran yang berhubungan dengan petualangan. Sehingga ketika membaca artikel-artikel perjalanan membuat bibit mimpi yang ada dalam diri saya semakin subur. Begitulah cara saya menjaga dan membesarkan impian saya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sampai satu waktu ketika saya sedang duduk dimeja kerja saya setelah &lt;i&gt;office hour&lt;/i&gt; yang melelahkan, kenekatan saya yang pertamakali menyuarakan kehausan akan petualangan itu. Thailand ! Negara yang secara geografis diberkahi Tuhan dengan pemandangan alam yang cantik, Lekukan bukit dan tebing yang demikian sempurnanya. Pastilah petualangan saya akan punya banyak cerita. Namun logika saya tiba-tiba mengacungkan tangan ingin memberi komentar. Apa iya bisa mendapatkan cuti dua minggu untuk kenekatan ini ? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya memberanikan diri menghadap bos saya. Mengajukan satu minggu cuti. Ternyata keberanian saya hanya sampai disitu, protes kenekatan saya. Berbicara empat mata pada bos saya bukanlah hal menakutkan. Selain ramah bos saya adalah orang yang sangat pengertian dan bijaksana. Tapi ternyata semua embel-embel itu tidak cukup meredam gelisah kenekatan saya. Selesai bicara yang intinya cuti satu minggu untuk conferece, saya keluar dari ruangan dengan menyeret beban berton-ton, penyesalan. Ya sudahlah mungkin tahun depan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kembali pada rutinitas membuat saya bisa melupakan penyesalan dan kesedihan itu, sedikit !. Hey, ini impian puluhan tahun wajar toh jika saya sedih belum bisa mewujudkannya. Pintu ruang kerja saya diketuk dan muncul seseorang disana. Bos saya ! OMG, hanya hal-hal penting yang akan membawanya berada dalam ruangan saya seperti saat ini. Spontan saya berdiri dan menanyakan ada masalah apa di proyek. Dia tersenyum dan ehm…. terlihat ganteng wece, ganteng banget. Tapi bukan itu yang bikin saya tertarik. Ketampanan yang dia miliki telah jadi santapan setiap hari saya jika dia sedang berada di kantor ini. Bukan itu, justru yang membuat saya tertarik adalah ketika dia mengatakan memberikan saya cuti dua minggu. Dan terserah saya mau dipakai kemana. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Thailand, sudah jelas terbayang dimata saya. Ini perjalanan pertama dan saya ingin pergi sendiri. Berpetualang sendiri menikmati keindahan alam Thailand. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan mulailah saya sibuk mempersiapkan perjalanan ini. Dengan browsing di internet dan mencari situs-situs yang berhubungan dengan travelling dengan &lt;em&gt;budget&lt;/em&gt; minim. Membaca saran-saran mereka dan menyimak persiapan apa yang diperlukan selama perjalanan itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan siang itu, tepatnya setelah &lt;i&gt;lunch&lt;/i&gt; saya bekerja dengan begitu semangatnya. Seperti ada sesuatu yang dipompakan kedalam semangat saya. Sejak hari itu saya bekerja demi Thailand. Semua pekerjaan yang memang menjadi tanggung jawab saya harus selesai sebelum Thailand menjemput. Sehingga dua minggu cuti itu bisa saya nikmati tanpa gangguan dari kantor. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mulai dari menyelesaikan beberapa laporan sampai akhir bulan, mentrain asisten saya dan memberikan pekerjaan ekstra pada sekretaris menjadi agenda baru. Saya tidak ingin dua minggu diganggu dengan remeh temeh dari kantor. Membuat petualangan saya jadi berantakan nantinya. Saya ingin menikmati travelling saya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan waktu itupun tiba. Waktu dimana saya akan mewujudkan impian sejak kecil saya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;To be continued&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-7105669175775956292?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/7105669175775956292/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=7105669175775956292&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7105669175775956292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7105669175775956292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/impian-itu-ekaranglah-waktunya.html' title='IMPIAN ITU, SEKARANGLAH WAKTUNYA'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-8926726012684758623</id><published>2009-02-09T16:03:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T15:04:38.296+07:00</updated><title type='text'>KETIKA NURANI BICARA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h6 align="justify"&gt; &lt;/h6&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1ph-f8I26tdR3eqA0wa1KPYQ7NDBY_4hx14iy0GvUFbWV3fQgFeRcZJ0fqDYlDlJ64"&gt;&lt;img alt="Rainbow" src="http://byfiles.storage.live.com/y1ph-f8I26tdR3eqA0wa1KPYQ7NDBY_4hx14iy0GvUFbWV3fQgFeRcZJ0fqDYlDlJ64" width="120" height="160" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.msn.com/y1pMD1KhHEitvv6Vn4fsSYf0BXweBvfajP0Q1-b9Km6SwP4D5UWqRPeCYrNsiJWzNthzS52hCOcJgjNW1zcGfA3HOQCSCJFqdQt?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Pernah mengalami kehilangan muka, nama baik dan harga diri yang disebabkan oleh orang lain ?&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="PADDING-BOTTOM: 4px; MARGIN: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-RIGHT: 0px; FLOAT: right; PADDING-TOP: 0px" class="wlWriterHeaderFooter"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya pernah. Dan itu menyakitkan. Apalagi dilakukan oleh orang yang baru beberapa hari saya kenal. Sedih, kecewa dan marah campur aduk jadi satu dalam diri saya. Ingin sekali rasanya mengeluarkan kata-kata yang sama menyakitkannya waktu itu. Tapi saya teringat sesuatu. Dan itu membuat saya memilih untuk diam saja. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dihadapan orang banyak yang semuanya saya kenal dan mengenal saya. Rasa malu yang saya rasakan benar-benar membuat saya merasa kehilangan harga diri. Saya marah. Sangat marah. Saya kesal. Sangat kesal. Tapi Sesuatu itu lebih pantas untuk dihargai dibandingan dengan kata-kata pembalasan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya bukan manusia pengecut dan cengeng untuk sesuatu yang bernama kesedihan dan kekecewaan. Bukan karena terbiasa tapi memang saya tidak bersahabat dengan airmata. Jika airmata ada di kelopak mata saya itu pertanda rasa itu terlalu dalam. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Manusia tidak penting itu telah merusak nama baik saya. Menghancurkan harga diri yang telah susah payah saya bangun selama ini. Terserah orang lain mau beranggapan apa, buat saya nama baik itu sangat penting. Sekian lama saya menjaga nama baik itu. Hanya dalam sekejap manusia tidak penting itu merusaknya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya diam tapi bukan berarti saya bisa menerima perlakuan itu. Saya memutuskan untuk kembali ke tempat duduk saya di lantai satu, Masih dalam diam. Berjalan keluar dari ruangan itu dengan beban yang teramat berat, mengumpulkan harga diri saya yang berserakan tidak karuan. Sambil menahan airmata yang sudah mengembang diujung, akan tumpah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dalam perjalanan ke lantai satu airmata itu telah jatuh. Dan tangis itu pecah saat saya tiba ditempat duduk saya. Kejadian itu sanggup menghilangkan konsentrasi saya. Saya meratap sendiri ditempat duduk. Mulai melawan semua logika yang ada dengan rencana pembalasan. Saya mengintepretasikan kejadian ini dengan sikap yang salah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika siang menjelang kekecewaan itu terus saja menuntut saya melakukan pembalasan. Saya mulai berdebat dengan hati nurani, membenarkan semua perasaan kecewa, sakit hati dan sedih itu. Bilang pada saya nurani dibagian mana saya tidak sah untuk meratap dan membalas. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tapi nurani tetap &lt;i&gt;keukeh&lt;/i&gt; dengan sarannya, “Belajarlah mengampuni, maafkan dia, karena hanya itu satu-satunya jalan kesembuhan untukmu”. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Manusia tidak penting itu, pantaskah untuk dimaafkan. Dia bukan teman saya, bukan saudara saya, bukan pula keluarga saya. Dia hanya seseorang yang baru saya kenal beberapa hari. Pantaskah menerima kebaikan itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kemudian nurani berbicara lagi pada saya: “Masalahnya bukan siapa yang menimbulkan kejadian ini, tapi respon seperti apa yang kamu hasilkan dari pembelajaranmu tentang kehidupan selama ini. Siapapun boleh merusak nama baikmu tapi nama baik itu bisa kembali sempurna jika kamu selalu memberikan kata maaf dengan tulus”. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Menyakitkan bahkan nurani pun tidak mendukung saya. Nurani bersilangan pendapat dengan saya. Hanya diam kemudian yang bisa saya lakukan. Diam selama yang logika saya butuhkan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Lalu saya teringat sesuatu itu kembali. Sesuatu yang saya hargai dan hormati dalam hidup. Haruskah saya membuat sesuatu itu terbeban dengan pembalasan saya ? &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya menyerah. Saya tidak ingin berdebat lagi. Saya mengaku saya salah. Respon yang saya tunjukkan salah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sedetik kemudian saya diam dengan kepala terpuruk. Ada doa yang terucap. Meminta pengampunan dan memberi maaf. Setelahnya apakah nama baik saya kembali seperti dulu, itu sudah tidak penting lagi. Yang terpenting buat saya saat ini adalah memaafkan. Itu saja. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan perasaan tidak menyenangkan itu hilang begitu saja. Detik itu saya bersyukur bahwa nurani ada disana, disaat saya perlu mengambil keputusan penting dalam hidup. Terima kasih untuk selalu menjaga hidup saya sehingga saya tidak perlu jatuh dalam persoalan yang tidak perlu.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-8926726012684758623?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/8926726012684758623/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=8926726012684758623&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8926726012684758623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8926726012684758623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/ketika-nurani-bicara.html' title='KETIKA NURANI BICARA'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-8724274439574182153</id><published>2009-02-09T16:02:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T15:03:31.707+07:00</updated><title type='text'>BABY CIKA</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="PADDING-BOTTOM: 4px; MARGIN: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-RIGHT: 0px; FLOAT: right; PADDING-TOP: 0px" class="wlWriterHeaderFooter"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1p0ts2V6z5m-C-SzxZtYsrq0BWCZpQC66TebEYVrp-BEJqjOD3TEHk-efkp--Y08fz"&gt;&lt;img alt="Fransisca (32)" src="http://byfiles.storage.live.com/y1p0ts2V6z5m-C-SzxZtYsrq0BWCZpQC66TebEYVrp-BEJqjOD3TEHk-efkp--Y08fz" width="167" height="207" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1pFkyicNSPNTj1QT8IQxSJm8MdqwWcI5EU2X48bzMp4GLozrfH-dffH9iJ8AJNp_L_"&gt;&lt;img alt="Fransisca (31)" src="http://byfiles.storage.live.com/y1pFkyicNSPNTj1QT8IQxSJm8MdqwWcI5EU2X48bzMp4GLozrfH-dffH9iJ8AJNp_L_" width="173" height="205" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1pcCo6yPvq00gyA4Q1dNCn4JBWZqyMAgjtHXyhHWkv4WH2yC3sh2UrNNDxDZLJoo8x"&gt;&lt;img alt="Fransisca (33)" src="http://byfiles.storage.live.com/y1pcCo6yPvq00gyA4Q1dNCn4JBWZqyMAgjtHXyhHWkv4WH2yC3sh2UrNNDxDZLJoo8x" width="174" height="206" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;a href="http://by2.storage.msn.com/y1pMD1KhHEitvvP5AV63seGrbftXIJBfigOh6Y8RbWfjayfjK1mN0Slxjrep8sGEFuYfQsKuGEmb81AnnEwOlpYPA?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dia adalah bidadari kecil saya. Pertama kali melihat wajahnya hari Minggu tanggal 11 Mei 2008 jam 02.09 minggu lalu, hati Saya benar-benar bahagia. Bidadari cantik ini lah yang akan selalu menjadi kebahagiaan saya nantinya. Namanya :&lt;strong&gt;Fransisca Divasta Liefde Ricardo Ayal. &lt;/strong&gt;Cukup panggil bidadari kecil ini dengan nama &lt;strong&gt;Cika&lt;/strong&gt;. Dia memanggil saya dengan sebuatan tante atau sekali-sekali papanya yang adalah kakak saya menyebut saya dengan panggilan mama. Ya saya telah menjadi mama bagi bidadari kecil ini. Telah sembilan bulan saya menantikan kehadirannya. Heboh sendiri malah menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kehadirannya. Segala macam ingin saya beli. Bahkan buku. Bah, dia kan masih bayi mana bisa membaca! Saya dong yang akan mendongeng buat dia. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Senyumannya cantik sekali. Wajahnya yang cantik membuat siapapun betah berlama-lama menggendongnya. Suara tangisannya akan selalu terdengar jika dia sedang lapar. Ketika kenyang dia akan selalu tenang bermain sendiri. Sejak kelahirannya selalu ada keceriaan di rumah saya. Seakan semua penghuni rumah rela menghentikan aktifitas hanya demi mengajaknya bermain. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hari pertama ketika bidadari kecil ini dibawa pulang orang serumah dibuat kebingungan dan stress. Dia menangis terus tidak mau berhenti. Bahkan ketika kami telah merasa sangat kelelahan pun dia tetap saja menangis. Tidur sebentar bangun dan menangis lagi. Terus seperti itu sepanjang malam. Kami semua mengira dia kepanasan AC pun dipasang. Tapi tetap saja menangis tidak berhenti. Ketika pagi setelah mandi dia tertidur dengan nyenyaknya. Sang perawat yang datang untuk memandikan bidadari kecil ini berasumsi kemungkinan besar bidadari kecil ini tidak cocok dengan susu kaleng pertama yang diminumnya. Mau bagaimana lagi ASI sang mama belum keluar. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Melihatnya menangis hati saya jadi miris sekali. Tidak tega rasanya melihat bidadari kecil ini harus menderita merasakan sakit perut. Kebahagian saya seketika lenyap mendengar tangisan itu. Syukurlah ASI itu segera keluar sehingga bidadari kecil ini bisa mendapatkan asupan makan terbaik. Terima kasih Tuhan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kemarin saya menemani dia ditempat tidurnya. Mati lampu yang belakangan ini seringkali terjadi di kota saya membuat saya tergesa-gesa masuk ke kamarnya. Saya takut bila terbangun bidadari kecil ini akan menangis karena terkejut. Bidadari kecil ini memang terbangun tapi dia tersenyum-senyum sendiri dalam keremangan lampu &lt;em&gt;emergency. &lt;/em&gt;Terus menerus tersenyum sampai saya tertawa geli melihatnya. Senyum itu manis sekali. Melihat senyumnya saya bahagia sekali. Bagaimana bayi yang baru berusia 5 hari bisa tersenyum saat mati lampu. Padahal saya saja selalu mengeluh setiap PLN sedang tidak &lt;em&gt;bersahabat&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Memandang bidadari kecil ini ketika tidur selalu menimbulkan &lt;strong&gt;rasa&lt;/strong&gt; dihati saya. Saya jadi teringat &lt;strong&gt;pengorbanan&lt;/strong&gt; ibu ketika saya seusia bidadari kecil ini. Di zaman 'purba' itu mana ada fasilitas seperti sekarang ini. Bahkan ayah saya selalu bercerita saat hamil ibu selalu duduk menjahit popok, bedong, gurita dan baju-baju saya. Saat itu belum ada satupun toko yang menjual perlengkapan bayi seperti sekarang ini. Kalau musim hujan tiba maka ayah harus menaruh baju, popok, gurita dan bedong saya diatas lampu &lt;em&gt;strongkeng&lt;/em&gt; yang sekarang sudah sangat sulit ditemukan penampakannya. Ayah sampai terkantuk-kantuk menunggui segala atribut diatas lampu itu sampai kering. Padahal ayah tetap harus bekerja keesokkan harinya. Tapi saat ayah berceritapun saya tidak mendapati nada penyesalan atau pun tuntutan balas jasa atas pengorbanannya. Bahkan ketika saya bersilang pendapat dengan mereka pun mereka tidak pernah mengungkit deretan pengorbanan yang telah mereka lakukan dulu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya tidak pernah sadar dengan begitu banyaknya pengorbanan orangtua saya ketika saya kecil sampai sekarang malah. Tangisan saya selalu membuat mereka kehilangan rasa kantuk mereka. Ketika saya menginginkan mainan yang dipajang di toko mereka membelikannya dengan mengorbankan keinginan untuk membeli baju baru buat mereka sendiri. Ayah pernah berkata pada saya: setiap orangtua akan melakukan apa saja demi kebahagian dan keinginan anak-anaknya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya pernah ikut membantu teman kantor menjagai ibunya yang sama sekali tidak bisa bergerak akibat jatuh. Kata-kata protes selalu keluar dari sang ibu yang mencela semua hal yang telah dilakukan oleh anak-anak dan suaminya. Dan teman saya pun mengeluhkan kondisi kecerewetan sang ibu ketika kami dalam perjalanan pulang ke apartemen. Teman kantor saya sampai menangis, dia tidak mengerti kenapa sang ibu tidak bisa menghargai pengorbanannya. Bahkan dialah yang menanggung semua biaya perawatan harian sang ibu. Dan itu bukan jumlah yang sedikit, teman. Saya tau karena saya selalu mengikuti perkembangan sang ibu termasuk melirik kuitansi setiapkali teman kantor saya ini mengeluarkan dompet. Perasaan telah melakukan yang &lt;strong&gt;terbaik&lt;/strong&gt; buat sang ibu tercinta membuatnya selalu sedih dan kecewa jika sang ibu tetap saja merespon dengan celaan. Setiapkali mendengar teman kantor saya ini mengeluh tentang ibunya saya langsung teringat sepertinya saya juga pernah kenal seseorang yang selalu mengeluh seperti dia. Siapa ya? Ya ampun saya ingat orang itu adalah saya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rasa malu merambat masuk dihati saya. Tidak seharusnya saya bersikap mengeluh pada orangtua saya. Walaubagaimana pun apa yang saya lakukan saat ini tidak akan pernah sebanding dengan apa yang mereka lakukan. Mulai dari menjagai kandungan dimana saya bisa tumbuh dengan sehat. Memastikan kebutuhan nutrisi saya terjamin. Dan ketika saya telah lahirpun. Pengorbanan orangtua saya malah lebih besar lagi. Melakukan semua hal terbaik demi tumbuh kembang saya. Menjamin masa depan saya agar selalu mendapat semua yang terbaik. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ketika saya sadar dari lamuanan, bidadari kecil ini telah tertidur dengan pulasnya dan lampupun telah nyala kembali. Bidadari kecil yang baru berusia 5 hari ini telah memberikan saya pelajaran berharga. Bahwa merawat dan membuat orangtua selalu tersenyum bangga bukanlah suatu kewajiban tapi itu merupakan &lt;strong&gt;suatu kebahagiaan&lt;/strong&gt;. Bahagia rasanya bila bisa membuat orangtua tercinta selalu bangga memiliki anak seperti saya.&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1pFkyicNSPNTj1QT8IQxSJm8MdqwWcI5EU2X48bzMp4GLozrfH-dffH9iJ8AJNp_L_"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1p0ts2V6z5m-C-SzxZtYsrq0BWCZpQC66TebEYVrp-BEJqjOD3TEHk-efkp--Y08fz"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1pcCo6yPvq00gyA4Q1dNCn4JBWZqyMAgjtHXyhHWkv4WH2yC3sh2UrNNDxDZLJoo8x"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1pkgkTUMzfTPN6XMEZd82p4Ofgs_cy3NZL4-rknuNulMQY3V1W3EXeHYNFAZsAMYUh"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-8724274439574182153?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/8724274439574182153/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=8724274439574182153&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8724274439574182153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8724274439574182153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/baby-cika.html' title='BABY CIKA'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-3617942446778808773</id><published>2009-02-09T16:00:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T15:02:52.142+07:00</updated><title type='text'>FEBE MENIKAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="PADDING-BOTTOM: 4px; MARGIN: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-RIGHT: 0px; FLOAT: right; PADDING-TOP: 0px" class="wlWriterHeaderFooter"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1pMQxZYkBnAa-3wta6Iyc4YXp01BO-dxa_YZb7Ggo9kgYO-GO3LvKmN8Uo7Z1XF4ma"&gt;&lt;img alt="Walpap (2613)" src="http://byfiles.storage.live.com/y1pMQxZYkBnAa-3wta6Iyc4YXp01BO-dxa_YZb7Ggo9kgYO-GO3LvKmN8Uo7Z1XF4ma" width="250" height="241" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;b&gt;‘Gue mau undang lo dateng ke merried gue’. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Waitz? Hey, ini email dari Febe. Tunggu, tunggu, bener dari Febe. Ya ampun dia akan menikah. Menikah?!? Penasaran saya telepon teman baik nan &lt;i&gt;selengekan&lt;/i&gt; ini. Satu jam ngobrol seru di telepon terjawablah sudah pertanyaan “Menikah?” saya tadi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Iya febe sekarang telah menikah tepatnya tanggal 3 Mei kemarin. Dimana? Jakarta. Tepatnya? Pulomas. Gedungnya mbak gedungnya? Oh emang penting ya. Dan resepsi akan dilangsungkan tanggal 10 mei, 2 hari lagi. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Febe adalah teman baik saya. Teman yang teramat baik malah. Kemurahan hatinya telah ‘menyuplai’ beberapa kebutuhan saya sebagai anak kost *Fie, terima kasih ya*. Saya mendapatkan buku-buku bagus darinya, kaset-kaset *woi jadul neh jadul*, dan beberapa barang penunjang masa depan *males deh*. Setiapkali bertemu dengan teman baik satu ini rasanya saya selalu terbawa keceriaannya. Mukanya itu lho tidak pernah sedih. Wajah gembira sedikit cengegesan membuat saya senang bertemu dengannya. Tidak pernah bosan, kangen iya. Tapi jangan salah, kawan, dia ini lulus dengan stempel &lt;i&gt;Cum Laude &lt;/i&gt;dari kampus tercinta saya, kami dong. Oke oke kami. Kecerdasan otaknya pernah menggantarkannya menjadi mahasiswa pertukaran eropa. Hebat ya. Tapi ternyata teman baik saya ini punya pilihan sendiri yang jauh lebih hebat. Dan saya justru kagum pada pilihan itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terakhir saya bertemu dengannya dua tahun yang lalu. Dia datang ke asrama tempat saya menginap selama training yang saya ikuti berlangsung. Senangnya minta ampun walaupun baru sekedar janjian di telepon tetap saja saya menginginkan kenyataan segera terjadi. Kok segitu senengnya? Ih, lupa ya itu lho mukanya yang ceria itu yang ingin saya lihat. Trus ketemu? Iya dong dan sumpah saya senang sekali. Ternyata dia datang dengan seseorang. Hah? Ya seorang pria. Saya diperkenalkan padanya. Namanya Hendra. Hendra apa ya? Gak penting deh. Hendra saja toch sudah cukup. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kita ngobrol seru, awal ketemu dengan Hendra dan akhirnya pacaran pun jadi menu utama perbincangan . Oh ternyata pacarnya. Dan teman baik saya ini ternyata serius menjalin hubungan kali ini. Dari bicang-bincang waktu itu Hendra terlihat santun dan baik. Dari tampangnya pun semua orang pasti setuju dengan saya bahwa dia pria bertangung jawab. Pernah dengar &lt;i&gt;quote&lt;/i&gt; seperti ini: bahwa mata dan kemilau wajah mencerminkan kepribadian seseorang. Hendra memenuhi kriteria itu. Dan ternyata teman baik saya telah menjadikannya pelabuhan hati seumur hidup. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Fie, selamat ya sekarang sudah jadi istrinya Hendra. Semoga kebahagiaan dan kedamaian selalu ada diantara pernikahan ini. Saya selalu berharap kamu tetap jadi febe yang selalu tersenyum walaupun persilangan pendapat itu akan kamu temui. Ketika nanti saya berlutut, saya pasti akan selalu menjadikanmu bahan ‘perbincangan’ saya dengan Tuhan. Meminta Tuhan selalu menganugerahi kalian dengan kedewasaan dan kebijakan. Saya percaya kamu akan selalu bahagia karena ketulusan yang telah saya terima selama ini akan di rasakan juga oleh pelabuhan hati kamu, Hendra. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU BUAT FEBE &amp;amp; HENDRA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terima kasih banget Fie untuk semuanya. Kamu tetap selalu menjadi orang penting di hati saya.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-3617942446778808773?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/3617942446778808773/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=3617942446778808773&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/3617942446778808773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/3617942446778808773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/febe-menikah.html' title='FEBE MENIKAH'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-7687325781714645783</id><published>2009-02-09T15:59:00.004+07:00</published><updated>2009-03-17T15:02:24.894+07:00</updated><title type='text'>HARI INI SAYA MENANGIS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="PADDING-BOTTOM: 4px; MARGIN: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-RIGHT: 0px; FLOAT: right; PADDING-TOP: 0px" class="wlWriterHeaderFooter"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1pw6PZ5onij1gpVU1ycCh4kXmljDQC4fDO4iyy69pQjBmT4QUy_oZ60wQnGOwPpKLL"&gt;&lt;img alt="Too Much Feelings" src="http://byfiles.storage.live.com/y1pw6PZ5onij1gpVU1ycCh4kXmljDQC4fDO4iyy69pQjBmT4QUy_oZ60wQnGOwPpKLL" width="120" height="160" /&gt;&lt;/a&gt; Gundah itu masih terus saja ada. Berbagi pikiran yang jauh dari kata fokus. Seperti kehilangan semua detail yang saya harapan. Pikiran saya yang tidak bebas berpikir seakan-kan terbelenggu oleh pikiran dari masa yang seharusnya telah saya lupakan jauh hari sebelum waktu ini. Entah kenapa otak ini terasa bekerja lebih keras dari sebelumnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya benci dengan keadaan ini, keadaan yang membuat saya tidak bisa berbuat apa-apa. Keadaan yang memaksa saya melakukan pekerjaan yang bukan SAYA. Saya ingin semua ini berakhir tapi saya juga tidak tahu bagaimana harus memulai yang baru. Saya cemas. Saya gundah. Saya tidak ingin seperti ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Jika saya bisa bernegosiasi dengan waktu untuk mengembalikan semua yang telah direnggutnya. Bahkan di waktu yang telah jauh itu saya tidak pernah rela memberinya ruang untuk merenggut apa yang menjadi milik saya. Saya hanya menginginkan &lt;s&gt;dia&lt;/s&gt;. Saya menangisi kepergiannya, Tapi itu tidak lantas membuatnya kembali. Saya menginginkannya saat ini. Merindukannya. Tidak ada yang tahu. Hanya saya, waktu &amp;amp; Tuhan. Setidaknya saat ini saya masih menyimpan kenangan tentangnya. Tapi saya pernah berjanji untuk melupakannya. Hmmm lebih tepatnya merelakannya. Tapi setiapkali ketika kegundahan, masalah dan pesilangan jalan yang saya hadapi membuat saya kembali teringat padanya. Membuat saya tersiksa dengan sejuta keinginan untuk bertemu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;GILA. Tiap tahun saya selalu ingat semua kejadian itu di bulan April. Dan saya gak suka. Kenapa ada malapetaka April itu. Saya tidak bisa mengusir itu dari otak ini. 12 tahun ternyata belum mampu membuat kenangan itu pergi. Kenapa masih harus ada airmata di bulan April ini. Saya benci diri saya yang hanya bisa menangis karenanya. Ini masalah kecil yang seharusnya bisa saya selesaikan dengan baik. Tanpa harus menguras airmata lagi jika mengenangnya. Tapi seakan-akan kenangan ini tak pernah mau lepas dari diri saya. Saya telah berusaha, sangat keras. Tetap saja ada airmata di bulan April. Tolong pergi dari hidup saya bawa sekalian kenangan ini karena saya tidak menginginkannya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;12 tahun yang lalu kecelakaan maut jalan tol itu telah merenggut semua kebahagiaan saya. Keceriaan saya. Bahkan keinginan yang tidak pernah terjawab. Beri saya satu alasan kenapa masih harus mengenang semua ini. Saya ingin membuangmu paksa keluar dari alam bawah sadar saya. Saya benar-benar tidak menginginkan kenangan tentang kamu. Tolong, jangan paksa saya untuk melihat terus ke belakang, ke masa 12 tahun silam itu. Saya ingin ‘sembuh’. Saya benar-benar ingin sembuh. Cukup kok, cukup 12 tahun ini saya bersamamu. Lepaskan  saja tangan kamu dari hidup saya. Jangan buat saya lelah seumur hidup. Saya punya mimpi-mimpi &amp;amp; cita-cita yang harus saya raih. Dan tanganmu yang mencengkram erat diri saya membuat langkah saya selalu berhenti untuk menangis. Saya sudah capek. Saya punya kehidupan sendiri. Saya lelah untuk menangis karena airmata saya telah cukup saya tumpahkan 12 tahun yang lalu. Jangan pernah ada lebih banyak lagi airmata. Ketika satu saat nanti saya mengingatmu, saya akan mengingat betapa bersyukurnya saya pernah mengenalmu. Memberi ruang khusus untukmu menjadi seseorang yang &lt;s&gt;pernah&lt;/s&gt; istimewa buat saya. Saya punya kehidupan yang harus saya teruskan. Saya punya kerinduan, keinginan, kemauan-kemauan yang ingin saya raih tanpa airmata kenangan tentang kamu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada seseorang yang akan menjemput saya, menghadiahi saya dengan cinta &amp;amp; ketulusannya. Dan itu bukan kamu! Waktumu sudah selesai di 12 tahun lalu bersama dengan mimpi-mimpi &lt;strike&gt;kita&lt;/strike&gt;. Bahkan saya sudah tidak mengingatnya sama sekali. Tanyakan pada saya apa mimpi-mimpi &lt;strike&gt;kita&lt;/strike&gt; waktu itu. Saya lupa jawabannya. Kamu, saya bahkan sudah melupakan mimpi tentang &lt;strike&gt;kita&lt;/strike&gt; jadi tolong lepaskan tangan saya biar pengganti dirimu yang akan ganti menggandengnya, menggenggamnya dalam rengkuhan kehangatan yang saya inginkan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dia orang yang sangat baik, mengerti, menghargai dan mencintai saya seperti dirimu dulu. Lepaskan saja genggamanmu maka segala sesuatunya akan berjalan kembali normal. Saya tidak pernah menahanmu untuk pergi. Waktu itu jelas ada airmata. Buat saya itu normal. Tapi ketika tanah telah menutup perut bumi saya telah melepaskan genggaman tangan saya di lenganmu. Jadi sekarang waktunya untukmu melepaskan tangan saya. Saya bisa berjalan sendiri meskipun tidak ada lagi satu orangpun di dunia ini. Tenanglah disana. Saya akan baik-baik saja tanpamu. Jangan cemas, saya tidak pantas dicemaskan. Karena saya wanita yang kuat. Saya akan baik-baik saja sekiranya semua manusia didunia ini sekalipun memusuhi saya karena melepaskan kenangan tentangmu. Karena mereka tidak tahu dan tidak perlu tahu betapa tersiksanya saya selama 12 tahun ini. Berusaha untuk bangkit dan berlari meneruskan perjalanan tapi selalu saja kaki saya tak bisa digerakkan. Tanganmu masih ada disana mencengkramnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terima kasih untuk melepaskan tangan saya. Tangisan ini tiba-tiba berhenti. &lt;strong&gt;S-e-k-e-t-i-k-a&lt;/strong&gt;, ketika saya memintamu merelakan saya. Kamu tetap punya tempat yang khusus kok. Secara otomatis tersedia tanpa kamu minta. Semua kenangan itu tidak akan bisa saya pungkiri. Yang saya mau hanya ketika mengenangmu tidak ada lagi ganjalan hati &amp;amp; airmata. Diganti dengan rasa syukur yang tak terhingga karena kehadiranmu yang &lt;b&gt;pernah&lt;/b&gt; bukan untuk &lt;b&gt;selamamya&lt;/b&gt; ada. Dia yang nanti ganti menggenggam tangan saya adalah orang yang sangat baik. Kamu bisa beristirahat dengan tenang. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yang pernah kita alami adalah bagian dari kehidupan tapi yang saya alami saat ini adalah keinginan saya. Saya bahagia tanpamu. Bisa tegar tanpamu. Bisa menjadi dewasa juga tanpamu. Saya juga menemukan jatidiri saya tanpamu. Justru 12 tahun silam &lt;s&gt;bersamamu&lt;/s&gt; membuat saya sangat kekanak-kanakan dan manja. Saya bisa &lt;i&gt;survive&lt;/i&gt; dan baik-baik saja. Kamu hanya bagian indah dari hidup saya bukan yang terindah tapi kamu tetap yang terbaik pertama dari terbaik berikutnya yang sedang ‘menciptakan’ hari-hari yang tak terlupakan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Dedicated to: Kamu *terima kasih untuk menginspirasi saya* dan semua yang pernah kehilangan orang terdekat namun memilih untuk melanjutkan hidup dengan berani. Berjuanglah karena hidup selalu memihak kesungguhan dan ketegaran.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-7687325781714645783?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/7687325781714645783/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=7687325781714645783&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7687325781714645783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7687325781714645783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/hari-ini-saya-menangis.html' title='HARI INI SAYA MENANGIS'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-4660176314960189026</id><published>2009-02-09T15:59:00.003+07:00</published><updated>2009-03-17T14:38:14.697+07:00</updated><title type='text'>SAHABAT, KAPAN KETEMU?</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/sahabat-kapan-ketemu.html";digg_title = "SAHABAT, KAPAN KETEMU?";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6&gt;&amp;#160;&lt;/h6&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1phouwOMAJp3Oc6KuFhqfyetXQ_RTncErvrSZ_2PqDbT0XbjAL7Rnj9uFf_ZfvHs8F"&gt;&lt;img alt="Walpap (56)" src="http://byfiles.storage.live.com/y1phouwOMAJp3Oc6KuFhqfyetXQ_RTncErvrSZ_2PqDbT0XbjAL7Rnj9uFf_ZfvHs8F" width="267" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumpah deh hari ini saya gembira banget. Sejak baca email dari seorang sahabat yang memang saya harapkan untuk bertemu. Aih… hanya membaca emailnya saja membuat saya seperti orang gila. Senyum-senyum sendiri. Beneran dia adalah seorang sahabat. Sumpah deh. Sudah satu tahun ini saya tidak pernah bertemu dia. HP? Ada dong. Memang kita selalu kok kirim-kiriman sms. Tapi rasanya itu belum cukup untuk membunuh keinginan bertemu saya. Oke deh, saya kangen sekali padanya. Berada didekatnya selalu membuat saya bisa menemukan hal-hal baru. Dia selalu membantu saya melihat apa yang tidak bisa saya lihat sebelumnya. Ya seperti kompas lah. Ketika jalan saya mulai ‘oleng’, dialah orang pertama yang selalu mengingatkan saya. Sayang kami terpisah oleh lautan luas membuat saya harus berpikir ribuan kali untuk &lt;i&gt;mehek-mehek&lt;/i&gt; padanya ketika masalah seakan-akan tidak pernah berhenti. Dia sangat mengerti saya. Selalu menyediakan telinganya jadi gosong, bersabar demi saya. Dia selalu ada disaat saya butuh atau tidak butuh pendapat. Iya, dia memang seperti itu. Kebaikan hati, ketulusan jiwa yang selalu dia tunjukkan bukan palsu, bukan juga pura-pura. Dia tulus. Dan selalu tulus. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya sangat menghargai kebersamaan kami. Secara jarak yang pisahkan kita adalah ‘sibuk’. Eit, jangan bilang saya asal. Pekerjaan yang ‘capek deh’ banyaknya dan belakangan harus rela –yang sebenarnya gak rela- berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain, bahkan negara lain membuat saya merasa persahabatan ini mulai terasa sangat berharga. Saya ingin sekali berjanji padanya untuk bisa meluangkan waktu saya. Sedikit saja pun oke untuk bersama dia. Tapi benar-benar sulit, ehm…. Susah. Ketika dia bertanya jawaban saya itu itu saja sibuk. Maap ini sibuk beneran. Saya punya banyak pekerjaan yang sudah ‘kangen’ ketemu saya setiap harinya. Satu saja terbengkalai maka saya harus siap-siap kerja dua kali lipat lebih keras keesokan harinya. Pekerjaan ini benar-benar menyita waktu saya. Tapi saya tetap ingat kok pada janji saya padanya. Ketika pekerjaan ini lebih ringan saya akan meluangkan waktu bersamanya. Ehmm, bersama &lt;i&gt;blog&lt;/i&gt;-nya, maksudnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Masa sih?? Apa iya saya sesibuk itu. Padahal di kantor saya punya asisten dan seorang sekretaris yang siap sedia membantu saya. Shuuutttt…. Dia bukan sekretaris pribadi saya tau. Jangan bilang-bilang ya… Saya hanya meminjamnya dari departemen Finance &amp;amp; Accounting. Dari pada dia hanya mengurusi departemen itu saja yang semua pekerjaan saya &amp;amp; asisten saya yang menanganinya. Lebih baik saya karyakan dia. Biar kelihatannya dia repot begitu. Oh Tuhan saya baru sadar betapa liciknya saya selama ini. Maap Sheila. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya sendiri bingung apa iya ya saya sesibuk itu sampai mengirim email atau sekedar telepon pun tidak sempat. Kalo saya bilang tidak sibuk kok kesannya saya malah terima gaji ‘buta’ ya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Waktu itu selalu ada. Tidak pernah berubah. Tapi kemudian saya menyadari prioritas sayalah yang mulai mengalami perubahan. Oke waktunya pengakuan dosa, hiks. Ketika banyak sekali ganjalan dalam otak yang tidak bisa saya ceritakan kepada orang lain -Ya namanya juga rahasia- saya mencari sahabat saya. Eit, jangan salah dia pun begitu. Hmmm terkesan membela diri ya. Ternyata saya yang lebih sering mengganggunya dengan cerita-cerita gak penting saya itu. Gak penting? Bagaimana penting kalo suatu hari saya meneleponnya malam-malam hanya untuk bilang saya tadi berhasil gol-in proyek kantor. Apa coba pentingnya buat dia tahu tentang gol-golan itu. Itu sudah tugas saya. Coba apa jadinya kalau sampai proyek-proyek yang saya pegang tidak pernah menghasilkan keuntungan untuk perusahaan, bagaimana coba? Bantu saya membayangkannya, plis. Nah, ketika ada sedikit waktu saja disela-sela makan siang saya atau perjalanan pulang ke rumah malah saya efektifkan buat –saya jadi malu, bilang gak ya- tidur. Maap, charge energi. Padahal kalau saya bisa lebih meluangkan waktu 30 menit saja buat sahabat saya. Pasti dia akan tersenyum. Pasti dia akan bahagia. Coba katakan manusia mana yang tidak butuh perhatian. Biarpun kecil perhatian tetaplah sebuah penghargaan. Sebagaimana saya senang ketika membaca email sahabat saya. Pastilah diapun akan senang jika saya mengiriminya email dari mencuri-curi waktu saya yang katanya sibuk itu. Kok berasa jadi tidak adil ya. Sahabat yang selalu ada disaat saya butuhkan. Sementara saya belum tentu ada disaat dia membutuhkan. Saya jadi merasa bersalah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kamu tau apa yang saya lakukan selesai membaca emailnya. Saya langsung mengirimkan &lt;em&gt;reply&lt;/em&gt;. Wah sungguh suatu kemajuan di dunia perkamusan saya. Weitz, perkamusan *Garing.com*. Bener kok. Saya langsung mengirimkannya sebuah balasan. Bercerita malah. Tenyata ketika mata saya tergoda untuk melihat pergelangan tangan kiri saya. Hey, tidak butuh waktu 30 menit untuk melakukannya. Saya hanya memberikan 10 menit untuk itu. Ah, jadi malu padanya. Padahal hanya 10 menit saja. Saya jadi ingat 10 menit itu bisa saya curi dari waktu saya tidur dimobil. Atau menunggu &lt;i&gt;client&lt;/i&gt; yang –sering sekale- terlambat. Atau setelah jam makan siang. Iya deh, saya seharusnya bisa. Hanya butuh kemauan berkorban di hal yang lain untuk ‘menjadi’ sahabat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya sudah bilang kan kalau saya langsung me-&lt;em&gt;reply&lt;/em&gt; email sahabat saya tadi. Udah kan? Harusnya seperti itu ya… Berpikir bahwa pekerjaan adalah hal terpenting dibandingkan persahabatan adalah salah. Maap, sempat terlintas seperti itu. Tapi sumpah itu dulu. Sekarang? Hey, sekarang sudah tidak lagi dong. Yang benar saja memangnya bersedia kehilangan sahabat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ini bagian pentingnya, halo halo ini bagian pentingnya… Apapun saya, bagaimanapun juga saya. Terima kasih sekali telah menghargai persahabatan ini. Kamu, yang jauh disana telah membuat saya merasa paling beruntung di dunia ini karena memiliki kebaikan dan ketulusan hatimu. Saya mau bilang saya sangat bersyukur memilki kamu sebagai sahabat. Saya tidak akan menjadi saya yang sekarang tanpa dukungamu. Doa-doamu yang begitu tulus telah mengetuk pintu kesuksesan saya. Kamu bagian dari saya ‘yang saat ini’. Kamu tahu saya sudah tidak sabar betemu denganmu secepatnya. Saya ingin berada di dekatmu, membuat saya berarti. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Geisye, JJ, Hannah, Louie, Agung, Santy kalian lah itu.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-4660176314960189026?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/4660176314960189026/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=4660176314960189026&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/4660176314960189026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/4660176314960189026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/sahabat-kapan-ketemu.html' title='SAHABAT, KAPAN KETEMU?'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-7626305417808746341</id><published>2009-02-09T15:58:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T15:01:59.293+07:00</updated><title type='text'>ES KOTENG</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="PADDING-BOTTOM: 4px; MARGIN: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-RIGHT: 0px; FLOAT: right; PADDING-TOP: 0px" class="wlWriterHeaderFooter"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h6 align="justify"&gt; &lt;/h6&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://byfiles.storage.live.com/y1p0grNxIrnDJeewrf1Nncs5SgJhqZ7Y2h3S_OppWV36Np30IjiE51J90wrOxPXDsU98G-yvUJInBU"&gt;&lt;img alt="Es Koteng" src="http://byfiles.storage.live.com/y1p0grNxIrnDJeewrf1Nncs5SgJhqZ7Y2h3S_OppWV36Np30IjiE51J90wrOxPXDsU98G-yvUJInBU" width="267" height="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://awvyla.bay.livefilestore.com/y1pTKAWSSVGBlK6dTOWSqwpVOHH81QF045PCtW-2jKujHzRBChaNcM2XIy726MpGM7T2KUOntB85e12TjNil-AvT3gDMNMvx-sQ?PARTNER=WRITER"&gt;&lt;/a&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rasa haus saya hanya akan terbayar dengan minuman ini. Entah apanya yang bisa melegakan tenggorokan. Yang jelas saya rela menunggu malam tiba hanya demi menikmati minuman satu ini. Sayang, siang hari meskipun teriknya minta ampun sangat sulit untuk menemukan es koteng. Emangnya kenapa? stttt, tempat yang dipakai untuk berjualan hanya buka pada malam hari. Trus siangnya di pakai buat apa? kosong! Lha kenapa tidak difungsikan saja, lebih baik toch. Hey, maap ya gak tau tuch. Memang sejak dulu kawasan yang bernama potong lembu itu semarak dengan penjual aneka makanan dan minuman pada saat malam. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Es koteng ini benar-benar menyegarkan tenggorokan saya, apalagi dimusim panas begini. Wah rasanya surga dunia banget dah. Mau mencoba? Silahkan.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-7626305417808746341?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/7626305417808746341/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=7626305417808746341&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7626305417808746341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/7626305417808746341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/es-koteng.html' title='ES KOTENG'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-5883570338847554583</id><published>2009-02-09T15:56:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T15:01:18.580+07:00</updated><title type='text'>UNTUK KAMU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="PADDING-BOTTOM: 4px; MARGIN: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-RIGHT: 0px; FLOAT: right; PADDING-TOP: 0px" class="wlWriterHeaderFooter"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Udah baca judul diatas. Coba deh lihat sekali lagi. Sudah? Iya ini untuk kamu. Saya Cuma mau bilang terima kasih untuk kamu. Selama 16 tahun ini kamu sudah menemani saya. Ehm walaupun selama 12 tahun ini kita sudah kepisah jarak yang cukup jauh. Tapi kamu tetap ada dihati saya. Persahabatan itu tidak akan pernah putus. Kamu tahu khan kalo saya sayang sama kamu. Waitz!! Kok saya jadi malu ya. Jangan gitu dong. Emang sih ini kelihatan bukan saya banget. Tapi manusia berubah loh. Kamu lupa ya bahwa saya pun bisa berubah tentunya kearah yang lebih baik. Buktinya saat ini saya bisa bilang bahwa saya sayang sama kamu. Grrr, kok kamu gak percaya!. Sumpah, ini dari hati saya. Jangan ketawa, pliss deh…&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ini tidak mudah. Kamu tahu itu. Saya terbiasa dengan kamu. Pergi dengan kamu –kemana pun itu- selalu dengan kamu. Kesabaran kamu membuat saya kecanduan sama kamu. Kebaikan kamu membuat saya jadi manja. Uhhh padahal saya gak segitunya di keluarga. Kamu selalu melindungi saya, inget gak kejadian ‘bis dan pencopet’ itu. Saya merasa aman deket kamu, merasa di lindungi. Waktu itu kamu tuh sadar gak sih si pencopet bawa pisau. Man, pisau yang dia pegang bukan silet tau. Itu pisau beneran. Iya pisau yang biasa dipake tentara kalau sedang latihan ‘hidup bertahan di hutan’. Kok tau?? Jelas dong, ayah saya kan dulunya tentara. Pisaunya mirip banget ma si pencopet. Oke dech, cuma beda tipis kok. Tapi kamu kok gak takut ya malah kamu pelototin tuh copet dengan tatapan *berani sentuh dia lo yang bakal almarhum*. Keren, saya tersanjung banget waktu itu bahkan sampai sekarang ding -ada orang yang melindungi saya sampai sebegitunya-,siapa yang gak bangga. Seneng dong pastinya.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terima kasih ya, walaupun terkesan terlambat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terima kasih sudah menyediakan telinga buat saya belajar ‘ngerep’ –Bosen bosen deh mang enak jadi tong sampah saya-.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terima kasih untuk kebaikan hatimu yang selalu siap bantuin saya sepaket dengan teman-teman.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terima kasih sudah menerima saya apa adanya –Hare gene yang begini udah langka buanget-.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terima kasih untuk tatapan mata teduh kamu yang selalu membuat saya yakin saya tidak sendiri menghadapi masalah.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terima kasih untuk ketulusan kamu melindungi, menjagai saya dari tangan-tangan tidak bertanggungjawab.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Last but not least&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Terima kasih untuk cinta kamu *sebagai sahabat*. Saya tidak pernah sadar bahwa kamu begitu berarti dalam hidup saya sampai kita terpisah jauh seperti sekarang.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Hanya kamu yang terbaik buat saya dan semua ini hanya &lt;b&gt;UNTUK KAMU&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Note: This is also for JJ : thanks dear for being my best sister forever.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-5883570338847554583?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/5883570338847554583/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=5883570338847554583&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5883570338847554583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5883570338847554583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/untuk-kamu.html' title='UNTUK KAMU'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-8446949819646415034</id><published>2009-02-09T15:53:00.001+07:00</published><updated>2009-03-17T14:36:00.978+07:00</updated><title type='text'>NAMANYA YUNI</title><content type='html'>&lt;div class="wlWriterHeaderFooter" style="float:right; margin:0px; padding:0px 0px 4px 8px;"&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = "http://inesays.blogspot.com/2009/02/namanya-yuni.html";digg_title = "NAMANYA YUNI";digg_bgcolor = "#809315";digg_skin = "normal";&lt;/script&gt;&lt;script src="http://digg.com/tools/diggthis.js" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;script type="text/javascript"&gt;digg_url = undefined;digg_title = undefined;digg_bgcolor = undefined;digg_skin = undefined;&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;Namanya Yuni, mahasiswi semester sekian *maap saya lupa* di jurusan bahasa inggris STIA di kota saya. Sudah hampir sebulan ini dia bekerja di rumah saya. Tepatnya membantu saya mengurus rumah. Kesibukan dan ehm kemalasan saya membuat pekerjaan rumah sudah tidak bisa terpegang lagi. Badan saya rasanya butuh istirahat lebih banyak *di mall, maksudnya &lt;img title="Open-mouthed" alt="Open-mouthed" src="http://shared.live.com/HjKMzTS-xzcms40!CabizA/emoticons/smile_teeth.gif" /&gt;* saat weekend. Saya butuh refreshing. Lima hari mengurusi ‘dompet’ dan weekend harus ditambah dengan pekerjaan rumah oh no cuapek deh. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yuni sangat sederhana sekali tapi dia selalu berpakaian rapi padahal dia akan mengerjakan pekerjaan rumah tangga biasa di rumah saya. Selalu begitu sampai hari ini. Gadis yang sangat sederhana ini ternayata sangat rajin dan bersih. Saya menyukai hasil kerjanya. Saya ingin dia tetap bekerja di rumah saya tapi saya tidak pernah menganggapnya sebagai pembantu. Dia tidak sama dengan pembantu pada umumnya. Saya yang membedakannya! Dia seorang mahasiswi yang kebetulan orang tuanya bukanlah orang berada. Tekadnya untuk meneruskan kuliah membuat saya kagum padanya. Dia membuang semua gengsi dan rasa malunya untuk memperbaiki jalan hidupnya. Hari gene orang seperti Yuni sangat jarang. Lebih banyak minta ke orangtua iya. Gaji yang dia terima akan digunakan untuk membayar uang kuliah. Cukup? Iya dong kuliah di STIA tidak semahal Trisakti. Kok tau?? Pasti dong saya pernah tanya pada Yuni. Mendengar berapa uang kuliah yang harus dia bayar setiap semester membuat saya prihatin. Bukan pada nominalnya. Lebih kepada perjuangannya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dulu waktu saya kuliah di Jakarta bahkan biaya hidup bulanan yang dikirimkan orangtua saya lebih besar dari uang semesteran Yuni. Itu pun setiap bulan rasanya tetap saja selalu kurang. Saya tidak sadar bahwa uang dengan jumlah segitu akan berarti sekali ditangan orang-orang seperti Yuni. Orang-orang yang selalu menggenggam erat mimpi-mimpinya walaupun keadaan mengkondisikan &lt;b&gt;TIDAK MUNGKIN&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Modalnya hanya mimpi untuk masa depan yang lebih baik. Itu yang saya tangkap setiapkali saya mengajaknya ngobrol. Jangan salah dia tetap bisa bekerja walaupun sambil ngobrol dengan saya. Saya memberikan ‘kelonggaran’ padanya, tidak membebaninya dengan pekerjaan rutinitas. Tidak. Yang paling penting buat saya rumah selalu dalam kondisi bersih. Itu saja. Hal terberat yang harus dilakukan wanita bekerja adalah membersihkan rumah dan segala perabotan. Sekalipun tidak banyak tapi tetap capeknya luar biasa. Dan yang saya inginkan hanya ketika pulang dalam kondisi ‘sekarat fisik’ adalah melihat kerapian dan keindahan di rumah sendiri. Kamu sependapat dengan saya?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya belajar banyak darinya bahwa meskipun kondisi menariknya pada keadaan TIDAK MUNGKIN tapi Yuni tetap berusaha semaksimal mungkin dengan tetap memimpikan semua KEMUNGKINAN yang bisa dia lakukan. Optimis, pekerja keras, tidak gengsian. Membuat saya melihat sosok ini perlu di teladani. Usianya jauh dibawah saya tapi semangat bekerjanya melebihi yang saya miliki. Dia mendapatkan gaji yang jauh lebih kecil dari yang saya dapatkan tapi dia tetap melakukan pekerjaannya dengan hati bukan dengan mulut. Mungkin dia telah belajar bahwa bekerja sebaiknya dengan tangan karena itulah tujuan Tuhan menciptakan tangan –bukan dengan mulut-. Tapi seringkali saya justru bekerja dikantor dengan mulut. Sementara tangan malah saya karyakan untuk menuding orang-orang yang -menurut saya- tidak bekerja maksimal. Padahal jika saya duduk 5 menit saja saya pasti mendapatkan jawaban dari bekerjanya mulut saya itu. Bahwa saya sebenarnya tidak lebih maksimal dari pada orang-orang yang saya tudingin itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Yuni bekerja dengan tangannya dan mengunci mulutnya. Melakukan pekerjaannya dengan hati. Saya bekerja dengan mulut dan mengkaryakan tangan saya untuk tindakan sangat sangat ‘terpuji’ *menuding orang lain*. Sumpah saya belajar. Belajar dari kehadiran Yuni. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Terima kasih sekali saya telah belajar dari Yuni.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-8446949819646415034?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/8446949819646415034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=8446949819646415034&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8446949819646415034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/8446949819646415034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/namanya-yuni.html' title='NAMANYA YUNI'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-88835193215949573</id><published>2009-02-09T15:49:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T15:00:51.792+07:00</updated><title type='text'>HUJAN ITU</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="PADDING-BOTTOM: 4px; MARGIN: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-RIGHT: 0px; FLOAT: right; PADDING-TOP: 0px" class="wlWriterHeaderFooter"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Edan! Hujan lebat disertai angin tak bersahabat sanggup mengintimidasi saya untuk tetap tinggal di ruangan. Saya bingung, cemas. Banyak pekerjaan luar kantor yang tertunda karena intimidasi keparat ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya pernah mengalami perubahan cuaca yang terjadi tiba-tiba. Waktu itu saya sedang duduk dipinggir laut makan jagung sepulang lembur dikantor dengan programmer software saya dari Jakarta. Tau apa yang terjadi dimalam yang membuat saya trauma itu??  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Langit tiba-tiba berubah hitam pekat. Dan saya menyaksikan perubahan alam yang tidak bersahabat. Hanya dalam hitungan detik, angin kencang keparat itu telah ada diantara keindahan laut yang sedang saya nikmati. Perubahan muka saya sangat kentara pastinya. Saya takut. Ditambah lagi dengan kursi-kursi penjual jagung bakar yang berterbangan kesana-sini pasrah dihempaskan angin kencang semakin menambah suasana hati saya jadi semakin kacau. Saya kalut. Saya bahkan tidak berani untuk melangkahkan kaki menuju mobil. Ya iyalah saya takut ikutan terbang terhempas angin kencang. Kursi itu gak masalah terhempas ke trotoar atau jalan aspal itu. Tapi saya?? Ya ampun membayangkannya saja saya takut apalagi benar-benar terhempas ke dalam laut karena dorongan angin. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya menatap programmer saya dengan harapan penuh padanya. Dia laki-laki, kawan. Seharusnya lah dia melindugi saya, walaupun dia bukan pacar atau orang istimewa dalam hidup saya. Tapi dia tetap laki-laki yang saya harapan punya keberanian untuk melindungi saya. Ternyata?????? Dia lebih takut dari saya. Percuma saja mengharapkannya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akhirnya saya memberanikan diri untuk melangkahkan kaki ke mobil setelah para penjual jagung memperingatkan saya untuk segera pergi dari sana. Di dalam mobil jantung saya benar-benar tinggal 1 cm dari rongganya, mau lepas, ketika tiba-tiba dengan mata kepala sendiri saya melihat air laut dihempaskan angin ke jalan aspal. Ya ampun padahal ada tembok pembatas antara jalan aspal dan laut. Pembatas itu dibuat bukan asala-asalan, haloooo. Itu telah dirancang khusus untuk mengendalikan laju hempasan air ke jalan aspal. Dan bukan hasil karya arsitek dengan IPK &lt;i&gt;nasakom&lt;/i&gt; alias &lt;i&gt;nilai satu koma&lt;/i&gt;. Plis deh jangan berpikir kalau arsiteknya bego getho. Tapi tetap saja tembok keras pembatas itu tidak dapat menahan hempasan air yang telah mulai tumpah ke jalan aspal. Iya jalan aspal itu jalan raya dimana kendaraan biasa lalu lalang. Dan itu adalah jalan protokol yang di sebelah sananya adalah komplek pemerintahan, berdiri dengan megahnya bangunan dan rumah dinas gubernur. Menyaksikan pemandangan tidak sedap di depan mata itu membuat nyali saya ikut-ikuan ciut. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ya, walaupun saya tidak sampai berpikir bahwa akan ada tsunami. Saya percaya! Letak geografis kota ini tidak memungkinkan serangan tsunami. Pede banget ya. Tapi memang benar, kota ini walaupun dikelilingi laut tapi tidak berpotensi terserang badai besar atau mengamuknya air laut. Karena kota ini terletak di sebelah tenggara pulau sumatera. Tapi tetap saja saya takut dan cemas. Berlebihan malah. Ketika keberanian mulai mengalahkan logika ketakutan saya tiba-tiba bisa terkalahkan. Saya berlari kearah mobil terparkir &amp;amp; masuk. Saya mengendari mobil sekencang-kencangnya. Yang saya pikirkan Cuma menyelamatkan diri sendiri dan hmm, tentu saja laki-laki disebelah saya ini. Gilingan padi, ternyata dia telah menggigil ketakutan di jok sebelah saya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oh Tuhan maafkan hambamu ini yang tidak bisa melihat dengan jelas sebenarnya berjenis kelamin apa manusia disebelah hamba ini. Saya antar dia ke hotel dan saya langsung menyetir dengan hati-hati. Man, hati-hati tidak berarti lambat. Ngebut sambil memperhatikan sekeliling saya, sapa tau ada batang pohon segede bagong jatuh di lintasan jalan saya atau tragisnya malah menimpa mobil yang saya kendarai. Bisa langsung ketemu rumah sakit saya. Sampai dirumah angin sudah semakin kencang dan awan diatas sana sudah semakin pekat. Ketakutan saya semakin menjadi-jadi waktu saya merasakan hembusan angin yang semakin kencang. Saat itu lah saya melihat beberapa benda terpelanting kearah saya. Dan membuat saya tidak berani untuk bergerak. Ketakutan itu muncul lagi, seakan-akan mengejar saya. Saya ingin menangis. Hey, saya perempuan, pantas toch kalau menangis. Tiba-tiba entah kekuatan dari mana yang membuat saya sadar bahwa tetap berdiri mematung disitu bisa berakibat fatal. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Akhirnya saya tutup pagar rumah dan bergegas masuk. Dari dalam rumah saya mendengar suara angin yang menakutkan tapi perasaan saya sudah tidak setakut ketika masih berada di luar rumah. Saya naik ke tingkat atas rumah saya, menuju kamar saya, berjalan kearah jendela dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Jantung saya hampir berhenti seketika. Semua benda yang ada diteras luar kamar saya telah berterbangan ke udara. Seperti ada pesulap sedang mentas disana. Beberapa barang ringan berputar-putar di udara. Pohon-pohon &lt;i&gt;doyong&lt;/i&gt; kekiri seakan-akan dahan-dahannya akan menyentuh tanah. Saya takut, kalut, galau dan mulai terserang panik berlebihan. Tapi saya tetap berdiri didepan jendela kamar yang tertutup. Ya iya lah hanya orang sinting yang akan membuka jendela saat angin kencang seperti itu. Saya berdiri disana sampai angin mulai reda. Dan segala sesuatu kembali normal. Pekatnya awan sudah mulai tergantikan dengan suasana malam yang tenang, seperti biasanya. Terucap kalimat syukur dari bibir saya. Sambil terus memadang akibat kekacauan diluar sana. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sejak itu saya trauma hujan yang disertai angin kencang seperti yang terjadi beberapa minggu ini. Setiap kali itu terjadi hati saya langsung ciut. Saya tidak nyaman mendengar suara angin bergemuruh. Seakan-akan angin ingin menelan semua yang ada di depan saya seperti siang kemarin. Hujan yang disertai angin dan petir yang bunyinya sanggup mengintimidasi saya dengan perasaan yang sangat tidak nyaman. Rasanya ingin lari bersembunyi di ruang bawah tanah yang digali 20 km kedalamannya agar tidak perlu mendengar suara angin keparat itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Sumpah saya takut sekali. Karena perasaan aneh yang membakar habis keberanian saya selalu muncul saat itu, saat sepeti kemarin itu. Kejadian ini semakin sering terjadi belakangan ini, hanya sebentar tapi cukup membuat saya berpikir ribuan kali untuk keluar ruangan kantor setelahnya. Walaupun hujan telah reda, petir telah hilang sama sekali dan angin telah bersahabat kembali. Bahkan alam telah berdamai dengan keadaan tapi saya tetap takut. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Grrrr…. Kenapa sih harus merasa takut. Bikin susah saja. Kenapa pula harus trauma hanya karena angin kencang. Bikin pusing saja. Tapi itulah, saya tidak bisa menghindar. Seberani-beraninya saya dikenal dikalangan teman-teman, saya tetaplah manusia yang bisa merasa takut. Bukan takut mati. Itu sudah ada yang mengatur. Saya takut angin memutar-mutar tubuh saya pada pusarannya dan menghempaskan saya kedalam laut. Saya gak bisa berenang, tau, dan itu pasti menyakitkan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Arhhh….. Saya Cuma bisa beharap alam dan cuaca akan lebih bersahabt hari ini dan seterusnya. Saya merindukan musim panas. Walaupun panasnya menyengat sekali biarkan saja. Saya suka musim dimana angin tidak punya hak mengintimidasi saya. Biar saja badan saya penuh dengan keringat. Yang penting saya tak perlu merasa tak nyaman dengan alam. Saya sangat merindukan musim panas.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-88835193215949573?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/88835193215949573/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=88835193215949573&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/88835193215949573'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/88835193215949573'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/02/hujan-itu.html' title='HUJAN ITU'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8768978436582700885.post-5304505351409042414</id><published>2009-01-25T00:19:00.002+07:00</published><updated>2009-03-17T14:57:56.000+07:00</updated><title type='text'>UNTUK PARA PENULIS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;div style="PADDING-BOTTOM: 4px; MARGIN: 0px; PADDING-LEFT: 8px; PADDING-RIGHT: 0px; FLOAT: right; PADDING-TOP: 0px" class="wlWriterHeaderFooter"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;h2 align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;h3 align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;h4 align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;h5 align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;h6 align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Gila, saya benar-benar jatuh cinta pada novel-novel Andrei Aksana. Gaya penulisan yang khas, cara bertutur yang sangat ramah dan mengalir membuat saya bahkan tidak bisa menebak akhir dari novel itu. Hey, jangan sinis dulu dong. Ini bukan bentuk kesombongan yang perlu dibangga-banggakan tapi ini memang kenyataan bahwa sejak dulu membaca novel saya sudah bisa menebak ending-nya bahkan ketika mata saya masih sibuk menelan kalimat demi kalimat di bab 2 atau paling jauh di bab 4 novel bersangkutan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;p align="justify"&gt;Heran? Ya habis mo bagaimana lagi, memang saya seperti itu. Apakah lantas saya tidak bisa menikmati novel itu. Tidak dong. Menikmati novel yang saya baca -walaupun telah bisa tertebak dengan kebenaran 100%- adalah hal wajib buat saya. Ngapain juga saya baca buku jika saya tidak bisa menikmati kejadian demi kejadian yang pastinya selalu menarik. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Buat saya para penulis –siapapun itu, junior atau dedengkot dunia tulis menulis- adalah orang-orang brilian yang mampu merangkai kalimat demi kalimat untuk bercerita. Tidak banyak penulis yang dimiliki bangsa ini tapi dari yang sedikit itu saya belajar untuk menghargai mereka dengan ‘menginvestasikan’ gaji saya di toko buku setiap bulannya. Sampai ketika saya tiba dirumah dan masuk ke kamar, saya mulai sadar ternyata toko buku sebentar lagi bakal pindah ke sini. Lemari buku saya sudah sarat muatan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Memberikan pada orang lain??? Ufh, tentu saja bukan ide cemerlang. Saya tidak akan pernah mau menghibahkan koleksi buku-buku itu pada orang lain. Pelit??? Biarin, buat saya itu salah satu wujud dari penghargaan saya secara pribadi kepada orang-orang brilian yang mampu membuat waktu kosong saya menjadi lebih indah. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya bahkan rela membeli buku yang sudah pernah saya baca diperpustakaan karena saya merasa buku bagus itu layak untuk dibeli. Ya, saya memang telah bergabung dengan perpustakaan daerah tempat saya tinggal dan bekerja saat ini. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Awalnya pergi ke perpustakaan hanya untuk mencari referensi atau buku-buku bacaan yang bisa membuat saya lebih mengenal kota ini. Karena saya sudah merasa nyaman, merasa menjadi bagian dari kota ini, saya pun mendatangi perpustakaan suatu hari. Begitu masuk saya sangat terkejut dibuatnya. Ternyata perpustakaan ini justru memiliki puluhan koleksi buku yang sangat ‘saya banget’. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Mulailah saya berburu dengan melihat-lihat dari dekat apa yang saya banget itu. Hasilnya? Saya benar-benar menjadi anggota perpustakaan daerah ini. Mulailah otak saya merancang segala macam rencana untuk bisa menghabiskan semua buku disana dalam tahun ini. Eh tapi yang satu ini recana apa ambisi ya….??? Jadi malu. Tidak kok akhirnya saya merelakan otak saya berpikir realitis saja. Bagaimana bisa saya melahap habis semua buku-buku disana hanya dalam 1 tahun. Memangnya saya pernah mengambil kursus membaca cepat seperti oprah winfrey yang kondang itu. Saya lebih bersikap realistis dengan ingin menikmati semua hal yang saya banget itu dengan cara yang saya banget pula. Tanpa ada target dan pemaksaan sepeti mengejar karir saja. Seperti di kantor saja. Padahal khan satu-satunya hal yang saya banget itu bisa saya temukan didunia kecil yang diberi stempel oleh ahli bahasa sebagai perpustakaan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya rajin berkunjung ke tempat ini paling gak 2 hari sekali dengan misi khusus tentunya : mengembalikan buku yang telah habis saya baca dan meminjam buku lainya. Seperti orang kesurupan yang baru diperkenalkan pada dunia baca membaca, kehadiran saya selalu di sambut oleh senyum ramah para petugas. Bahkan salah satu dari mereka pernah terkejut tak karuan setelah saya datang kemarin meminjam 2 buku dan hari ini buku itu telah saya kembalikan dengan stempel telah habis dibaca semua. Hah??? Hanya itu kata pertama yang keluar dari mulut petugas wanita berseragam coklat-coklat itu. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oke kalau kamu semua pada bingung membayangkan keindahan seragam itu, saya akan mempermudahnya. Kamu semua tau kan seragam yang biasa dikenakan orang-orang yang bekerja di pemerintahan mulai dari pusat sampai daerah. Ya, itulah seragam wanita itu. Lho kok makin bingung? Ya iya memang perpustakaan itu dikelola oleh pemerintah provinsi setempat. Jadi seragam mereka pun berwarna coklat layaknya seragam pemerintah. Jelas kan! Sejak bergabung di perpustakaan ini saya jadi punya penyaluran dari stres saya selama ini. Hey, apa kamu pikir bekerja di satu perusahaan itu tidak merasakan stres. Stres tau! &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Banyak hal yang bukan saya banget disana. Saya mana mungkin memaksakan hal yang saya banget di perusahaan yang bukan milik saya. Sampai akhirnya saya belajar untuk realistis dan bermain untuk menang disana. Ya begitulah, gak enaknya masih kerja mengharapkan orang mengaji kita. Semua toch harus dijalani karena ini bagian dari realita yang harus jadi bagian perjalanan hidup saya. Makanya lebih baik buat saya mencari solusi stress daripada melawannya dengan hasil stress yang lebih parah. Oh terima kasih deh. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ditengah-tengah pencarian solusi itulah perpustakaan ini mejadi jawabannya. Jadi bisa bayangkan kan betapa wajarnya jika saya hanya perlu menghabiskan buku dalam 1 atau 2 hari saja. Kebiasaan membaca ini juga yang membuat saya jadi bisa menikamati hidup. Semakin sadar bahwa ada dunia menarik lainnya selain pekerjaan dan karir dan kantor dan deadline dan meeting dan dan lainnya. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Saya bersyukur sekali ada orang-orang seperti Andrei Aksana yang selalu bilang “Buat saya, bakat hanya 1%, selebihnya adalah kerja keras dan keringat” yang akhirnya membuat saya selalu bisa menikmati kehidupan paperwork saya. Saya tidak bisa membayangkan jika didunia ini tidak ada penulis berkualitas seperti dirinya dan penulis-penulis lainnya entah bagaimana jadinya hidup pekerja kantoran seperti saya. Pasti membosankan. Karena café atau kehidupan malam atau hingar bingar pesta bukanlah saya banget. Makanya saya lebih sering pulang ke rumah setelah office hour dan ya ampun saya merasa bosan. Sudah stres dengan tumpukan pekerjaan di tambah dengan gak ngapa-ngapain dirumah bikin saya tambah stres. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Itu dulu, ketika saya belum menemukan orang-orang brilian yang dapat merangkai kata. Sekarang saya lebih bisa memaknai hidup. Lebih santailah. Menikmati waktu-waktu setelah bertempur di kantor dengan semangat mengejar karir. Kenapa saya lantas tidak mencoba untuk menjadi penulis saja. Hey, kamu pikir semua orang ditakdirkan untuk menjadi penulis. Lantas siapa yang bekerja di kantoran? Tidak! Saya tau diri. Saya memang suka membaca tapi saya tidak pandai menulis. Saya pandai bercerita merangkai kata saat di ruang rapat tidak diatas tuts keyboard laptop saya. Dan kalau pun lantas ada entries bermunculan di blog ini hanya sebagai penyaluran pikiran saya saja. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Tujuan saya menuangkan ini saya ingin berterima kasih untuk semua penulis yang tulisan-tulisannya telah mengubah sudut pandang saya jadi lebih menghargai hasil karya tulis mereka *yang tentunya semua terasa begitu dekat dengan saya lewat buku-buku kalian*. Ini akan saya wariskan pada generasi di bawah saya, kebiasaan membeli dan membaca buku tentunya. Dan buat teman-teman -and the gengs- perpustakaan : beli dong buku-buku yang kalian bilang bagus itu. Mentalitas gratisan itu tidak akan membuat hidup para penulis jadi lebih baik. Hasil karya harus di hargai dengan pengorbanan. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ya udah dech Cuma mo ngomong ini doang kok. Selamat berburu buku yach. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8768978436582700885-5304505351409042414?l=inesays.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://inesays.blogspot.com/feeds/5304505351409042414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8768978436582700885&amp;postID=5304505351409042414&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5304505351409042414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8768978436582700885/posts/default/5304505351409042414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://inesays.blogspot.com/2009/01/untuk-para-penulis.html' title='UNTUK PARA PENULIS'/><author><name>Ine Ayal</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14239653245133164887</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Nmb8rwlcmcc/Tiyr5B_ogqI/AAAAAAAAAF8/7F_uqKoSNks/s220/Urban%2BChic.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
