26 October 2009

KADO UNTUK 'KAU'

Arahkan matamu kedepan. Dan kau akan dapati betapa jalan itu masih panjang. Sangat panjang malah. Coba atur posisi berdirimu sehingga kau persis berada ditengah-tengah jalan aspal itu. Sudah. Oke, arahkan matamu kedepan sekali lagi. Ayo coba. Hey, bahkan mengangkat kepala saja kau tak berani. Kenapa? Kalau kau tak salah kenapa harus takut menatap masa depan. Jalan didepanmu masih sangat panjang. Tapi kau memilih untuk merusak hidup dan masa depanmu sendiri.

Persisnya setelah lebaran saya begitu memperhatikannya. Gayanya, baju-baju yang dipakai. Sekarang dia terlihat lebih rapi. Bahkan baju-baju yang dikenakan sepertinya baru kali ini saya lihat. Awalnya saya tidak curiga. Setelah 2 minggu kecurigaan itu terus menghantui saya. Sepertinya insting saya berkata bahwa ada yang tidak beres dengan salah satu staf saya ini. Namun saya menampiknya.

Manusia bisa berubah, saya teringat kalimat bijak itu. Kadang seorang pria urakan sekalipun bisa merubah penampilannya hanya karena cinta. Oke kecurigaan saya tidak beralasan lagi toh. Namun insting itu tetap berkata sama. Ada sesuatu yang saya rasakan tentang dia. Entah kapan mulainya tapi sore itu saya baru menyadari saya selalu mendekatinya ketika dia datang ke ruangan untuk melakukan tugasnya.

Dan ternyata itu adalah hari terakhir saya bertemu dengannya. Hari ini, ketika baru saja merasakan nyamannya duduk dikursi ini saya mendapati kenyataan yang begitu mengejutkan. Dia salah satu staf saya telah melakukan tindakan kriminal yang mungkin tak termaafkan oleh logika. Dan saya pun mengerti manusia bisa berubah seperti yang diinginkan hati. Kadang ketika logika tidak bisa lagi mengendalikan kenyataan maka hatilah akan mengambil alih tugas itu.

Kau, ya kau arahkan saja matamu kedepan. Dan kau akan dapati betapa jalan itu masih panjang. Sangat panjang malah. Coba atur posisi berdirimu sehingga kau persis berada ditengah-tengah jalan aspal itu. Sudah. Oke, arahkan matamu kedepan sekali lagi. Ayo coba. Hey, bahkan mengangkat kepala saja kau tak berani. Kenapa? Karena kau telah membelokkan arah jalan hidupmu. dan sekarang perjalananmu akan terhenti sejenak.

MAAF SAYA MENOLAK

Happy To See U 

Seringkali kita memaksakan diri. Merasa terlalu bisa melakukan sesuatu padahal ujung-ujungnya kita juga yang harus menanggung resiko malu karena tidak berhasil. Beberapa waktu lalu seorang teman mengirimkan sms ini: Ne, would you be my (English) assistance to train governor’ employees for 4 months (3 times a week)? Setelah berdiskusi dengan beberapa orang saya memutuskan untuk menolak tawaran itu. Lho kok?

Bagi teman saya mungkin sms atau ngobrol kita selama ini bisa dijadikan tolak ukur bahwa saya bisa berbahasa inggris. Karena memang saya selalu menggunakan bahasa asing itu dengan alasan untuk memperlancar saja. Biasa toh, menggunakan bahasa inggris saat ngobrol dengan teman. Buat saya itu bukan indikasi bahwa saya bisa mengajar bahasa inggris. Lancar berbahasa asing bukan berarti bisa mengajar.

Mengajar butuh kemampuan tersendiri. Tidak semua orang yang bisa berbahasa inggris dengan baik dan benar artinya bisa mengajar juga. Saya punya konsep berpikir yang beda. Dibutuhkan kapasitas tersendiri untuk bisa berdiri didepan kelas dan berbicara kepada murid. Apalagi jika penghuni kelas itu adalah pejabat ekselon. Well, ada beban mental dan moral tersendiri. Bukan karena posisi mereka adalah pejabat lebih kepada tanggungjawab untuk membuat mereka BISA.

Teman saya menawarkan bahwa saya tidak perlu menjalani tes dengan rekomendasi darinya. Dia berpikir, sangat tahu kemampuan bahasa asing saya. Hmmm, Tawaran bagus bukan. Diterima sebagai asisten karena ketebelece. Dan saya TIDAK SUKA itu. Kalau hanya ngobrol biasa saja atau diinterview sekalipun saya bisa. Saya bahkan akan menyarankan teman saya untuk menginterview jika saat itu saya bersedia untuk menjadi asistennya.

Kenapa? Karena saya tahu kemampuan saya. Saya yakin bisa lolos tes itu. Hanya tes bos, kenapa gak bisa. Trus masalahnya dimana? Ngajar bo, ngajar. Kamu pikir semua orang yang bisa ngobrol dalam bahasa inggris trus bisa ngajar juga. Oke! Kamu bisa ngobrol dalam bahasa indonesia? Bisa. Lancar? Lancar dong kan eke lokal. Kalo gitu mau gak kamu jadi asisten bahasa indonesia saya untuk melatih orang-orang amerika?

?!?

Kamu pikir ngajar bahasa indonesia cuma '”ini budi, ini ibu budi doang”. Basi, itu sih jaman kuda gigit besi. Sekarang kudanya gak doyan besi doyannya berlian. Oke, lupakan. Jadi cara mengajar bahasa indonesia di SD jadul itu sudah tidak up to date lagi. Jeng, mas, om, tante  mengajar butuh keahlian. Bahkan sebelum mengajar para guru harus mendapat pelatihan khusus dulu. Mengajar punya guide line sebagai standar yang disahkan berlaku secara nasional.

Kalaupun akhirnya kita bisa menemukan cara mengajar yang beda dari biasanya. Itu hanya kreatifitas si guru sendiri. Mungkin karena jam terbangnya *burung kali* sudah banyak. Tapi toh tidak akan keluar dari standar baku yang sudah ada. Buku yang sama dengan guru lainnya. Kerangka pelajaran yang sama dengan yang lainnya. Coba tanyakan Dewi Huges si pemilik home schooling itu dengan guru sekolah biasa yang kamu kenal. Bukankah materi pelajarannya sama?

Jadi buat saya, kita bisa berbahasa dengan baik dan benar. Mo bahasa lokal kita kek, atau bahasa asing, tapi itu tidak bisa dijadian patokan bahwa kita semua bisa menjadi guru secara formal. Saya rasa semua pekerjaan pasti lah harus disertai dengan minat. Profesi guru ada karena si guru memang punya minat untuk mengajar. Bukan karena dia tidak punya pilihan lain selain mengajar. Buat saya semua pekerjaan butuh kapasitas tersendiri.

Hal ini pun berlaku untuk seorang trainner. Saat ini saya hanya bisa berbicara bahasa inggris tapi saya tidak bisa menjadi guru atau trainner. Bahkan dibidang yang saya kuasai sekalipun, akuntansi lah emang kamu pikir apa. Belum tentu saya bisa mengajar atau train orang yang tidak bisa menjadi bisa. Untuk kamu temen maaf saya menolak tawaran itu dan penolakan ini murni karena masalah kapasitas.

17 July 2009

GUBRAK

Suatu siang yang cukup panas, terik tepatnya. Dengan latar belakang ruang kantor sebuah perusahaan.

Staf: Bu, sebentar lagi pilpres ya. Gak ada pilihan lain nih saya pasti pilih no 2.

Saya: Kamu yakin mo pilih no 2. Memang alasan kamu milih apa?

Staf: Ya, abis yang saya tahu cuma itu bu. Gini ya bu kalo no 3 kan JK-Wiranto. Trus no 2 itu kan SBY-Budiono. Nah yang no 1 nih bu saya bingung. Kok tulisannya Mega-Pro ya bu. Padahal Megawati kan pasangannya Prabowo. Emang Pro-nya apa sih bu?

Saya: Menahan ketawa. Yang akhirnya jadi ketawa beneran. Ngakak pula.

Staf: Melihat saya dan seisi ruangan dengan muka bener-benar bingung sambil terus bertanya:  Memang Pro apaan sih kok pada ketawa.

Saya: Lili, lili kemana aja kamu selama ini? Pro itu ya Prabowo Subiyanto.

Staf: Oooooooooooooo.....gitu. Diam.... Diam.... Diam...

Saya: Ketawa selesai dan kembali sibuk dengan pekerjaan.

Staf: Setengah berbisik, tapi bu Prabowo kok disingkat Pro sih....

Saya: Gubrakkkkkkkkkkkkkk......Lili lebih baik kamu kerja lagi deh daripada saya ganti nama kamu jadi bolot. Ayo pilih mana?

Staf: Bu, bolot itu apa?

Saya: SOS.....SOS.....SOS.....Tolong keluarkan saya dari sini.........

 

Dedicated to: Staf paling rajin di ruangan saya, Pratiwi Ng.

11 June 2009

WELCOME HOME DAD

Tuhan itu ada dan saya setuju. Tuhan itu hidup saya pun setuju. Tuhan itu tidak pernah tertidur saya sangat setuju. Tuhan itu membela ketidakadilan saya semakin setuju.

Sudah pernah baca entri ini atau ini. Saat itu saya terpukul dengan berita yang disampaikan oleh ibu bahwa ayah saya mulai hari ini resmi menjadi tahanan Bea Cukai dengan kasus tanpa dokumen. Dan besok siang akan dipindahkan ke Rumah Tahanan Kelas 1A Tanjungpinang. It’s a very big deal, friend. Karena saya tidak melihat alasan yang jelas atas status penahanan ayah. Fakta yang ada dilapangan dan saksi –saksi mata yang melihat kejadian ini pun setuju dengan saya bahwa kasus ayah bisa diselesaikan dengan membayar bea masuk barang. Banyak orang geleng-geleng kepala sambil mengurut dada dengan keputusan ini. Mari kita kembali lagi.

Tuhan itu ada dan saya setuju. Tuhan itu hidup saya pun setuju. Tuhan itu tidak pernah tertidur saya sangat setuju. Tuhan itu membela ketidakadilan saya semakin setuju.

Pernah dengar tentang ini: Apa yang kita tabur itulah yang kita tuai ! Dan sekali lagi saya teramat sangat setuju dengan hal ini. Ketika manusia menabur kebaikan maka akan menuai kebaikan juga. Ketika manusia menabur kejahatan maka akan menuai kejahatan pula. Lihat petani apa yang ditabur dan apa yang dituai selalu sama bukan? Seringkali kita tidak sadar bahwa hukum karma, hukum tabur tuai atau apapun itu namanya tetap selalu ada selama bumi masih berputar. Kita tidak tahu apa yang ada didepan sana. Itu betul ! Tapi selama kita menyadari esensi kehidupan kita tahu bagaimana seharusnya hidup berdampingan dengan yang lain. Cukup.

Dan mereka yang telah memasukkan ayah saya ke penjara, saat ini sedang berurusan dengan pihak kepolisian dengan kasus penyeludupan kelas berat. Bukan saya. Bukan juga keluarga saya. Tapi saya yakin ini cara Tuhan membayar semua air mata ibu yang setiap malam selalu berdoa dan ketulusan ayah melewati hari-hari berat di LP. Tidak mudah bagi ayah saya ketika harus berpisah dari keluarga. Tidak mudah untuk ayah tidak melihat pertumbuhan cucunya. Tidak mudah juga menjalani hidup yang serba terbatas. “Kau pikir hidup terkurung dibalik jeruji besi bagi ayahku adalah hal mudah? Sebentar lagi kau akan merasakannya, nikmatilah seperti ayahku menjalaninya !”.

Hari ini semua hukuman itu telah lunas dibayar. Telah 10 bulan saya kehilangannya. ketika saya bangun pagi ini saya mendapati candaannya ada diantara keributan pagi rumah ini. Saya terbangun dengan tersenyum menghampirinya dan ikut larut dalam canda. Melihatnya tertawa, bercanda garing membuat saya benar-benar sadar bahwa badai itu telah berlalu. Welcome home dad. Hari ini bahkan mataharipun menyambut kepulangannya dengan sinar terindah. Dan saya masih ingin berkata: Tuhan itu ada dan saya setuju. Tuhan itu hidup saya pun setuju. Tuhan itu tidak pernah tertidur saya sangat setuju. Tuhan itu membela ketidakadilan saya semakin setuju.

I’m staring out into the night. Trying to hide the pain. I’m going to the place where love and feeling good don’t ever cost a thing. And the pain you feel’s a different kind of pain.

I’m going HOME. Back to the place where i belong. And where your love has always been enough for me. I’m not running from, no i think you’ve got me all wrong. I don’t regret this life i chose for me. But these places and these faces are getting old. So i’m going HOME.

The miles are getting longer it seems. The closer i get to you. I’ve not always been the best man or friend for you. But your love remains true and i don’t know why. You always seem to give me another try.

Be careful what you wish for. Cause you just might get it all. You just might get it all and then some you don’t want. Be careful what you wish for. Cause you just might get it all. You just might get it all.

HOME by Chris Daughtry

10 June 2009

SHAMPOO MENTOS

Percakapan seorang ibu 1 dan ibu 2. Dilatar belakangi oleh saya. Berlokasi di antian kasir sebuah supermarket.

Ibu 1: Ibu 2 tidak pake sampo (jangan protes, si ibu bilang sampo bukan shampoo) S lagi ya?

Ibu 2: Oh, sudah tidak lagi bu sekarang saya ganti ke sampo C.

Saya: Diam (Berdiri santai sambil menguping pembicaraan kedua ibu ini).

Ibu 1: Apa sampo itu bagus?

Ibu 2: (sambil jongkok disebelah keranjang belanjaan mengambil barang yang dimaksud) Rambut saya jadi bagus bu sejak pake ini *sambil menunjukkan botol shampoo*. Sampo ini menghilangkan ketombe. Trus ya bu ada apa tuh yang bikin kepala dingin.

Ibu 1: Menggelengkan kepala

Saya: Ikut menjawab dalam hati *saja*.

Ibu 2: Aaaa… ya itu bu ada mentosnya jadi bikin kepala tuh dingin terus. Coba deh bu.

Ibu 1: Mengangguk-anggukkan kepala tanda mengerti.

Saya: Menahan ketawa sambil melirik permen mentos rapi jali berjejer dirak samping kasir.

Sakit perut saya menahan diri supaya jangan ketawa ngakak sendirian. Ntar dikira orang stress pula kan kacau. Ya ampyun buuuuuuu yang dingin dikulit kepala itu bukan mentos tapi menthol. Huahahahaha…Setelah Indonesia merdeka puluhan tahun menthol masih saja dikenali sebagai mentos.

Ayo, ada yang berminat mencampurkan mentos pada shampoo dijamin mendinginkan kulit kepala.

31 May 2009

AFTER 12

Beberapa waktu ini saya terkena sindrom AFTER 12. Jamie Aditya, Minggu malam, 19.30, Channel News Asia. Bingung? Oke, itu adalah tayangan favorit saya. After 12 sanggup membuat saya duduk menunggu didepan tv. Pas banget deh host-nya Jamie Aditya si anak ajaib itu. Dari semua episode saya paling suka pas episode Vietnam. Apalagi waktu kamera merekam keindahan tebing dan alam Vietnam. Huhhhhhhh, takjub banget. One day, I'll be there, yeah!

Tidak hanya wisata alam saja, After 12 menyuguhkan informasi yang cukup lengkap tentang kehidupan malam negara yang dikunjungi. Sesuai dengan judulnya After 12 selalu memulai dengan aktivitas setelah jam 12 malam. Dan itu menarik. Maklum saya bukan pencinta dunia malam. bahkan hanya sekedar jalan-jalan dikota sendiri saja, saya sungguh tidak tertarik jika dilakukan after 12. Kecuali kalo -kepepet- kelaparan tengah malam dan ternyata baru sadar belum makan seharian.

Selain tempat nongkrong yang asik After 12 juga pernah ngubek-ngubek pasar tradisional di Vietnam. Well, sejauh mata memandang saya melihat semua bahan makanannya benar-benar segar. Tomatnya aja gede banget. Sayurannya, jangan tanya deh segar banget. Keliatan kalo semua bahan makanan itu langsung dibawa dari kebun. Kebayang kan nikmatnya belanja disana. Saya yang cuma nonton di televisi saja nih ngilernya minta ampun. Gimana kalo benar-benar ada disana ya.

Saya jadi ingat menjelajah pasar tradisional Thailand hanya demi mencicipi makanan khas setempat. Eits, ini tidak termasuk tom yam yang kondyang itu ya. Yang saya maksud adalah jajanan pasar yang memang sulit ditemukan di supermarket, restoran atau mal gitu deh. Kebetulan saat saya kesana, sedang berlangsung festival jajanan kampung. Passsss banget dah. Coba tebak apa yang terjadi? Yap, saya beli semua makanan aneh yang ada disana. Dalam jumlah sedikit sih, namanya juga nyoba.

Yang paling menarik untuk dijelajahi ketika berada di Thailand buat saya sih selain alam ya makanan tradisional itu. Pastilah beda jauh dari makanan yang biasa saya makan di Indonesia. Walaupun bumbunya sama tapi rasanya lain. Saya pernah sekali waktu mencoba masakan kari khas Malaysia, Thailand, Singapura dan India. Sumpah, saya cuma suka kari buatan Indonesia. Sulit sekali menelan makanan kari buatan negara lain. Indonesian minded kali ya. Entahlah.

Selain itu menjelajahi tempat-tempat bersejarah juga jadi agenda utama ketika disana. Bisa tuh berjam-jam hanya untuk mengagumi ornamen atau bentuk gedungnya. Sejak kecil saya memang suka pada bangunan tua. Biar orang bilang bangunan tua itu menyimpan banyak misteri buat saya sih tetap saja indah. Seandainya dinding-dinding itu bisa bicara saya akan betah mendengarnya. Tentunya dengan menyensor cerita mistik lebih dulu. Say no to mystics!

Kadang nih ya tidak sengaja saya bisa mengenali suatu negara dan kepribadian penduduknya hanya dengan melihat bentuk bangunan. Lho kok? Entahlah. Tapi seringnya hal ini benar. Seperti ketika melihat bangunan –bukan gedung perkantoran ya bos- di Malaysia. Coba perhatikan! Ada yang aneh gak? Dimata saya aneh banget. Coba lihat atapnya, pendek bukan. Bangunan atau rumah di Malaysia cendrung rendah. Well, kontroversi yang terjadi selama ini bukankah mencerminkan ‘itu’ ?!?

Kalo sudah capek biasanya saya baru leyeh-leyeh di mal. Duduk sambil menikmati secangkir kopi mahal *ityu* sementara tangan sibuk ketak-ketik keyboard. Nulis gitu? Yaelah rajin amat ya gak dong. Cuma chatting mumpung gratis kan. Hari gini gratisan kuduharusmusti itu. Ya kadang-kadang sambil lirik-lirik juga siapa tahu ada souvenir menarik yang bisa dijadikan oleh-oleh. Kalo ada aja sih. Saya paling malas meyediakan waktu khusus untuk cari oleh-oleh.

Hanya sayang, beberapa waktu ini kesenangan saya terusik dengan menghilangnya After 12 dari CNA. Tanpa pemberitahuan pula. Padahal hanya acara itu yang bikin saya betah berlama-lama di depan tv. Pengetahuan dan keindahan minggu malam saya berakhir sudah. Coba saja nonton tuh acara tv Indonesia jam yang sama dengan After 12 apa coba yang bisa ditonton selain sinetron dan sinetron lagi. Kapan ya After 12 bisa tayang lagi ? Hi, CNA.

22 May 2009

PERGI SAJA

Cika15

Pergi saja jika ingin pergi. Bawa sekalian luka yang tergores sejak kau datang. Hidup tidak lebih baik denganmu. Sejak awal ini merupakan kesalahan.

Apa kau pikir matahari akan berhenti bersinar tanpamu. Atau mungkin kau pikir hidup hanya berpusar pada kau seorang. Atau mungkin kau mengira kelemahan akan datang begitu saja.

Di hidupku ada bidadari kecil yang senantiasa ‘berjoget inul’ ketika aku bersenandung. Di hidupku selalu ada orang-orang yang rela meyerahkan nyawanya demi melihat kebahagiaanku.

Dihidupku ada cinta yang tak kau miliki meskipun puluhan ‘dia’ berada di pelukan. Dihidupku ada kesetiaan yang tak akan pernah kau dapatkan diluar sana.

Aku memiliki apa yang kau cari selama ini. Pergi! Pergi ke ujung dunia sekalipun. Suatu hari kau akan kembali padaku.

I have learned so much with you, learned that you want to live on top of the mountain, without knowing that true happiness is obtained in the journey taken & the form used to reach the top of the hill.

21 May 2009

PERMEN PENGGANTI RUPIAH

Cuma di Tanjungpinang nih ketika belanja di supermarket, swalayan atau mini market uang receh sebagai kembalian berbentuk permen. Dan yang lebih mencengangkan lagi hal ini malah seperti tren di kota ini. Coba bayangkan jika uang kembalian saya delapan ratus rupiah dan semuanya dikembalikan dalam bentuk permen. Meradanglah saya. Sejak kapan mata uang Indonesia berubah jadi mentos, Wuzz, vitacimin, vitamin C dan entah apa lagi. Dan hal ini dilakukan dengan sadar alias sebenarnya ada tuh uang receh dilaci si kasir tapi berhubung karena konsumen tidak protes maka senanglah kasir. Mau tau kenapa?

Di Supermarket besar seperti di jalan Ir. Sutami ityu para kasir membentuk semacam koperasi. Jangan bayangkan koperasi yang satu ini semacam koperasi simpan pinjam atau sejenisnya. Koperasi hanya nama saja. Pelaksanaannya justru seperti bank bagi hasil. Setiap bulannya jika koperasi untung maka keuntungan itu akan dibagi rata untuk semua anggota, ya kasir-kasir itu tadi. Darimana sumber keuntungan itu? Permen. Hah? Iya permen yang konsumen ambil sebagai ganti uang kembalian yang jika dikumpulkan nih mungkin dalam satu tahun bisa buat belanja bulanan satu bulan lagi kali. Gak percaya. Hitung saja sendiri.

Sementara di Swalayan malah lebih parah. Coba deh sekali-kali belanja di swalayan yang terletak tidak jauh dari pamedan itu. Saya jamin kamu jantungan. Ya itu tadi delapan atau sembilan ratus rupiah uang kembalian konsumen akan berubah bentuk jadi lima atau enam permen, beda rasa pula. Atau jika mau ditukar dari rasa jeruk ke rasa anggur juga boleh. Cccckkkk, bahkan uang kembalian pun by request. Coba saja menolak. Khusus di swalayan ini, muka kasir akan berubah super duper jutek sambil bilang ‘gak ada koin’ dengan nada suara ngajak berantem. Gak ada koin? Alasan klise. Masa beberapa kali belanja disitu jawabannya gak ada koin melulu.

Saya kok jadi merasa dibodohi ya sebagai konsumen. Bukankah sebenarnya pengeluaran kita jadi bertambah jika menerima kembalian permen. Sudah keluar uang untuk belanja masih ditambah dengan –secara tidak langsung- membeli permen yang sebenarnya tidak kita butuhkan dan anggarkan. Bukankah kebanyakan permen-permen itu malah kita masukkan di kantong belanjaan dan lupa dikeluarkan -sangking kecilnya- yang akhirnya malah masuk tong sampah bersamaan dengan plastik kresekan. Atau malah kita biarkan di mobil atau kantong celana berhari-hari akhirnya dibuang juga. Kalaupun dimakan berapa banyak sih paling juga 2, sudah cukup.

Alasannya selalu sama: sulit mencari uang receh. Trus ngapain ada bank? “Ya gitu deh mbak tukar uang receh di bank juga susah, selalunya gak ada”. Sudah tau susah kenapa gak dibulatkan saja nominalnya ke pecahan limaratus rupiah atau seribu gitu. Lebih gampangkan. Saya malah jadi berpikir sebenarnya konsumen pun bisa kok membodohi tempat-tempat perbelanjaan yang mem-permen-kan uang receh itu. Salah satunya konsumen membayar dengan kartu kredit atau kartu debit. Toh harga yang kita bayarkan sama persis dengan harga yang tertera di komputer kasir. Jadi konsumen dan produsen pun sama-sama untung.

Konsumen untung dengan membayar sesuai harga belanjaan sementara produsen untung dari setiap barang yang dibeli konsumen. Tapi kalaupun harus membayar dengan uang tunai jalan satu-satunya ya menolak permen sebagai uang kembalian. Saya selalu melakukan ini. Dan berhasil, ternyata setelah saya menolak kasir dengan sigap mengeluarkan uang recehan. Iya dong itu kan hak saya sebagai konsumen. Coba perhatikan di Singapura dan Malaysia, yang dekat saja dulu. Apa pernah uang kembalian dalam bentuk permen? Tempat perbelanjaan disana selalu menyediakan uang bahkan sampai pecahan terkecil satu ringgit atau satu Sin dollar. Ya kan.

Konsumen pun bisa cerdas. Banyak cara pembayaran yang ditawarkan bank atau lembaga-lembaga keuangan lainnya yang justru pada akhirnya bisa dijadikan solusi demi menghindari ‘kenakalan’ kasir-kasir tempat perbelanjaan. Sebagai konsumen kritis itu penting. Coba saja jika semua warga Tanjungpinang mau dengan tegas menolak permen sebagai uang kembalian saya rasa kita akan mulai melihat lagi uang-uang receh seratus dan lima ratus rupiah di dompet. Atau bahkan uang receh duapuluh lima rupiah. Jadi ingat kakak saya punya koleksi sekaleng uang koin duapuluh lima rupiah. Dulu uang ini sangat mudah ditemui. Sekarang? Uhhhh, entahlah.

14 May 2009

“KANKER” SUDAH PENSIUN

Image029

Pengumuman penting Beresiko Kanker telah pensiun diganti denga Berisiko Kangker.

Lokasi: Jl. Kampung Baru, Tanjungpinang

30 April 2009

SAMSAT SAY NO TO PUNGLI

Image001

Sekarang nih samsat Tanjungpinang dan Batam membudayakan SAY NO TO PUNGLI. Dan saya sangat mendukung itu. Sebenarnya slogan ini telah ada sejak dulu tapi mungkin praktek lapangannya malah banyak uang rokok yang keluar. Tapi itu cerita lama. Saat ini pengurusan BPKP, STNK, Pajak atau bahkan mutasi keluar masuk kendaraan di Tanjungpinang dan Batam sangat mudah. Beberapa hari lalu saya baru saja mengurus pajak mobil di Batam. Begitu tiba di depan kantor baru samsat di Batam Center saya sempat terkagum-kagum dengan gedungnya. Maklum dulu gedungnya jelek trus kalo ngantri ya beratapkan langit. Kebayang kan panasnya kota Batam.

Turun dari ojek saya malah terpaku sejenak memperhatikan gedung layaknya perkantoran itu. Berjalan menyusuri pelataran parkir sambil tetap mengarahkan mata pada gedung ini. Hebat, pasti dalamnya berAC. Tiba dipintu depan pertama kali saya melangkahkan kaki ke tempat fotocopy. Menurut informasi yang saya dapat dari internet harus beli amplop dulu disana. Dengan santainya saya menyapa si mbak penjaga disana menanyakan berapa harga amplop itu. Dan si mbak pun terbengong-bengong sambil berkata: ‘Gak jual amplop mbak’. Lho kok? Nevermind, Pede aja deh masuk ke gedung itu tanpa amplop.

Didepan pintu kaca saya celingak-celinguk sebentar memperhatikan tulisan-tulisan yang tertera pada beberapa pintu kecil di samping gedung. Oh bukan itu. Saya melangkahkan kaki masuk gedung. Eits, mampir dulu ah liat pengumuman apa yang terpajang didepan itu. Wih, ternyata benar ini adalah gedung yang saya tuju untuk perpanjangan pajak mobil. Masuk dong. Dan saya disambut oleh customer service yang sangat ramah. Diberi nomor urut dan si mbak ini mengarahkan saya langsung ke loket 9. Asik, gak pake antri, ini nih enaknya datang pagi-pagi, bebas hambatan euy.

Di loket 9 saya dilayani dengan sangat sopan dan ramah. Tidak sampai 1 menit saya ditransfer ke loket sebelah, pengecekan BPKP, STNK lama dan KTP, semua harus yang asli. Beberapa detik kemudian saya ditransfer lagi ke loket sebelah. Nah, diloket ini saya diberi nomor urut dan menunggu giliran dipanggil. Gak lama kok hanya sekitar 1 menit nomor saya dipanggil deh. Selesai urusan diloket ini saya diarahkan untuk ke loket pembayaran yang langsung dilayani oleh teller bank Bukopin. Prosesnya cepat.

Selesai sudah urusan bayar ini saya diarahkan ke loket sebelah, tanda tangan buku dan petugas pun memberikan bukti bayar pajak baru dan plastik tempat menyimpan bukti bayar itu. Selesai deh. Ternyata prosesnya gampang. Wah, tau begini ngapain juga kita bayar orang hanya untuk urusan yang tidak sampai 15 menit. Selain gedung yang nyaman dilengkapi dengan AC dan berbagai teknologi canggih penunjang pelayanan, petugasnya pun ramah dan sopan. Jika tidak mengerti tanyakan saja pada customer service di depan itu.

Ternyata saat ini pengurusan surat-surat kendaraan bermotor di Samsat sangat mudah dan cepat. Jadi buat apa kita bayar calo. Selain itu uang yang kita keluarkan pun ya sesuai dengan harga yang tertera pada bukti bayar. Lebih hemat kan. Hari gini mikir dua kali deh keluarin uang ekstra untuk urusan beginian. Jika bisa dilakukan sendiri kenapa tidak kan. Saya salut dengan peningkatan pelayanan di Samsat Batam dan Tanjungpinang. Gitu dong pak, jadi masyarakat pun merasa nyaman dengan kinerja kerja samsat.

Gedung samsat ini terdiri dari 2 lantai. Pengurusan pajak kendaraan di lantai 1. Jika ingin mengurus mutasi masuk atau keluar kendaraan silahkan ke lantai 2. Tapi lebih baik tanyakan saja pada customer service tepat didepan pintu masuk lantai 1. Mereka lah yang akan mengarahkan kita kemana nantinya. Saya berharap kedepannya samsat Tanjungpinang dan Batam punya website sendiri. Jadi paling tidak masyarakat tahu apa yang harus dibawa untuk mengurus surat-surat kendaraan. Dan tentunya informasi penting lainnya.

Selamat untuk Samsat Batam dan Tanjungpinang atas peningkatan pelayanannya. Keramahan, kesopanan dan kecepatan pelayanan ini membuat saya merasa nyaman. Slogan '”Indonesia lebih baik” ternyata telah dimulai dari pelayanan kantor samsat ini. Jadi mulai sekarang saya akan ikut mensuksekan SAY NO TO PUNGLI.